Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

PERJALANAN

Festival Tenda di Sudut Utara Toba

Kabupaten Dairi menjadi tuan rumah Festival Danau Toba 2018. Kabupaten kecil di ujung danau itu mendapat giliran sebagai penyelenggara hajatan pariwisata besar. Apa yang menjadi pembeda dari festival sebelumnya ?

Ratusan tenda rapi berjejer di tepi Danau Toba. Satu per satu tirai tenda di buka. Beberapa penghuni tenda keluar. Mereka menikmati kesejukan udara dan memandangi keindahan hamparan danau pagi itu. Beberapa yang lain memilih berolahraga, kemudian mencebur ke danau. Ada juga yang bermain menggunakan perahu. Mereka mendayung mengelilingi pulau kecil di sekitar Danau Toba, di Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.

Itulah salah satu gambaran suasana dalam Festival Danau Toba (FDT) 2018. Ratusan tenda itu adalah tempat para pengunjung menginap. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia demi melihat keindahan taman bumi dan mengikuti rangkaian acara tahunan FDT.

FDT merupakan perhelatan tahunan yang diselenggarakan secara bergiliran oleh kabupaten-kabupaten di sekitar danau. Tahun ini, Kabupaten Dairi bertindak sebagai tuan rumah. Karena itu. tak mengherankan bila berbagai atraksi yang disuguhkan menonjolkan tradisi di Dairi, wilayah di ujung Danau Toba, yang berjuluk "Tao Silalahi".

"Tao" berarti danau dalam istilah masyarakat Batak, sedangkan "Silalahi" merupakan salah satu kelompok marga. Tao Silalahi adalah kawasan yang penghuninya mayoritas bermarga Silalahi. Meskipun demikian, di kawasan itu mudah ditemukan masyarakat Batak dari berbagai subkultur, baik Karo, Toba, Pakpak, maupun Simalungun.

Hajatan rutin dibuka dengan pementasan tari Tor-Tor Cawan. Tarian itu dibawakan oleh belasan wanita berbusana putih yang meliuk-liukkan badan dengan cawan putih di tangan. Selendang ulos berwarna gelap tersampir di pundak masing-masing. Tangan-tangan mereka terlihat gemulai memindahkan cawan putih dari kepala ke tangan, dan sebaliknya.

Menurut Kepala Seksi Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Dairi, Mosanda Tampubolon, kegiatan FDT 2018 berbeda dari tahun sebelumnya. Pembedanya adalah alam sebagai media utama, misalnya penyediaan tempat pemondokan pengunjung yang menggunakan tenda.

Selain jumlah penginapan yang memang sangat terbatas, camping dekat danau memberikan nuansa tersendiri bagi pengunjung saat menikmati keindahan Danau Toba. Kegiatan tenda ini sebetulnya bukan hal yang pertama. Cuma, kali ini, panitia menyediakan perahu dan pelampung agar pengunjung bebas bermain di danau.

Mosanda mengajak GATRA menelusuri danau dan memasuki pulau. Dari sana, pemandangan danau yang dikelilingi 7 kabupaten terhampar. Bukit barisan hijau membentang menyegarkan mata. Beberapa wisatawan terlihat mengambil gambar di tepian danau yang berpasir putih.

Beberapa kegiatan yang disajikan selama FDT Dairi tak banyak berbeda dari festival-festival sebelumnya. Ada atraksi Tor-Tor Haraon Bolon, Tor-Tor kolosal Dairi, lomba kayak, lomba hammock, lomba permainan tradisional, lomba fun triathlon, lomba pengolahan kopi, karnaval parade layang-layang, dan camping ground.

Untuk penutupan, penyelenggara menyuguhkan tarian kolosal Mataya Vidhyadhari. Penggarapnya adalah Agung Prabowo dengan membawa 150 penari dari berbagai sekolah di Dairi. Tarian ini merupakan bentuk suka cita mensyukuri anugerah Tuhan. Tarian ini juga muncul saat pembukaan festival. "Inti dari tarian ini kan berputar cerita. Karena di Dairi itu penuh dengan kegembiraan dan keceriaan dan mensyukuri berkat yang diberikan Tuhan," kata Agung.

Sebetulnya, Mataya Vidhyadhari ini merupakan gabungan tari modern dan tradisional. Tarian tradisionalnya pun paduan seni tari dari Jawa Barat, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Sekretaris Daerah Kabupaten Dairi, Sebastianus Tinambunan, menilai Tao Silalahi spesial karena menjadi kawasan danau terdalam. Untuk menyambut wisatawan yang mulai berdatangan, pemerintah daerah membangun sejumlah fasilitas baik akomodasi maupun atraksi budaya.

Menurut Direktur Badan Pengelola Otorita Danau Toba (BPODT), Ari Prasetya, FDT ini merupakan kali pertama Dairi punya acara besar. "Upaya bagus untuk menggencarkan promosi pariwisata yang cukup menjanjikan," katanya.

Baringin Lumban Gaol (Kabupaten Dairi)

Cover Majalah GATRA edisi No.7 / Tahun XXV / 13 - 19 Des 2018 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Apa & Siapa
Ekonomi & Bisnis
Focil
Ilmu & Teknologi
Internasional
Kolom
Laporan Utama
Lingkungan
Nasional
Olahraga
Pariwara
Perjalanan
Surat & Komentar
Teropong
Wawancara
 
Created and maintained by Gatra.com