Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

APA & SIAPA

Arsul Sani & Arjuna

Arsul Sani tampil 'beda' saat kampanye damai yang berlangsung di kawasan Monas, Jakarta, Ahad lalu. Sekretaris Jenderal PPP itu menggunakan kostum tokoh perwayangan, Arjuna. Untuk mengetahui alasan Arsul memilik kostum Arjuna, wartawan GATRA, Andhika Dinata mewawancarai anggota komisi III DPR ini.

Berikut pertikannya:

Apa yang menginspirasi anda mengenakan kostum Arjuna saat deklarasi kampanye damai ?
Ide mengenakan kostum wayang orang adalah karena dalam undangan yang disampaikan oleh KPU kepada partai-partai politik dan TKN (tim kampanye nasional) capres-cawapres menuliskan dress-code: pakaian yang bernuansa budaya nusantara. Jadi, tentu bisa memilih baju adat atau pakaian kesenian yang dikenal di bumi Indonesia ini. Saya memperkirakan bahwa pada umumnya para tokoh politik dan peserta deklarasi kampanye damai lainnya akan mengenakan baju adat. Mas Rommy (Ketum PPP Romahurmuziy) dan saya memutuskan untuk mengenakan baju kesenian yang dikenal masyarakat, yakni wayang orang.

Apa Anda memiliki kesan sendiri dengan tokoh Arjuna?
Ya, karena dalam dunia pewayangan Arjuna itu menggambarkan sosok yang penuh kelembutan dan bijak. Nah, untuk mewujudkan kampanye pemilu damai itu para politisi dan pendukungnya perlu bersikap lembut dan bijak. Berati menghindari konfrontasi atau permusuhan dengan tidak mengembangkan materi-materi kampanye atau sosialisasi berbasis ujaran kebencian dan fitnah atau hoaks. Disisi lain, Arjuna itu satria yang lembut tapi juga siap berperang. Artinya, saya ingin juga menyampaikan, mari kita juga siap berkontestasi tapi sebisanya berlandas sikap bijak dan tidak dengan cara kasar

Menurut Anda, apa makna filosofis dari kampanye damai kali ini ?
Bagi saya makna filosofis kampanye damai ini ya seperti sosok Arjuna tadi, siap bertempur dalam arti berkontestasi. Tapi kontestasi ini tidak perlu seperti perang saudara dalam cerita "Baratayudha" yang menghancurkan segalanya, terutama persaudaraan dan persatuan kita sebagai anak-anak bangsa
ARTIKEL LAIN

Cover Majalah GATRA edisi No.5 / Tahun XXV / 29 Nov - 5 Des 2018 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Apa & Siapa
Ekonomi & Bisnis
Focil
Infoproduk
Internasional
Kolom
Laporan Utama
Nasional
Pariwara
Perjalanan
Surat & Komentar
Teropong
Wawancara
 
Created and maintained by Gatra.com