spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
JAWA
spacer
 
Protes Pemukulan Wartawan
Wartawan Demo Polwiltabes Bandung

Bandung, 27 Pebruari 2003 12:26
Sekitar 60 wartawan yang tergabung dalam Solidaritas Wartawan Bandung melakukan aksi unjuk rasa di Mapolwiltabes Bandung , Kamis, mengecam tindakan aparat kepolisian yang melakukan kekerasan dan pemukulan terhadap fotografer HU Pikiran Rakyat, Dudi Sugandi.

Aksi yang dilakukan oleh para insan pers di Bandung itu halaman Mapolwiltabes Bandung dengan menggelar orasi serta memajang spanduk dan poster dengan tulisan pesan antikekerasan oleh aparat kepolisian.

"Kami sangat menyayangkan tindakan kekerasan yang diterima teman kami Dudi Sugandi. Selain melakukan pemukulan, polisi juga merampas kameranya. Petugas juga tidak menghiraukan teriakannya saat mengeluarkan identitas sebagai wartawan," kata Ketua Forum Diskusi Wartawan Bandung (FDWB) Zulhan.

Tindakan yang dilakukan petugas itu, menurut Zulhan, merupakan tindakan kekerasan terhadap kehidupan pers di Indonesia. Untuk itu solidaritas wartawan Bandung menuntut agar pihak kepolisian meminta maaf atas tindakan kekerasan itu serta melakukan interospeksi atas insiden pemukulan yang dilakukan saat melakukan pengamanan aksi demonstrasi BEM se-Bandung Raya di Gedung Sate Bandung, Rabu (26/2) kemarin.

Menurut Zulhan, tindakan kekerasan dan pemukulan oleh aparat kepolisian mengakibatkan luka-luka memar di bagian tubuh fotografer Dudi Sugandi, serta menghalangi untuk melakukan tugasnya sebagai wartawan foto.

"Kamera merupakan simbol harga diri bagi seorang wartawan. Kalau alat kerjanya dirampas, jelas merupakan tindakan menghalang-halangi tugas jurnalistik dan penghinaan," kata Joko Suceno, wartawan HU Republika.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan para wartawan di Bandung itu diawali dengan "long march" dari Gedung DPRD Jabar ke Mapolwiltabes Bandung sejauh dua kilometer.

Aksi tersebut diwarnai pembacaan puisi oleh Mat Don, wartawan Radio Cosmo, yang juga penyair yang baru meluncurkan buku kumpulan puisi Garis Langit.

Dengan gaya aktraktif, Mat Don dan M Taufik yang berseragam polisi dan bercelana pendek SD (merah ati), melakukan aksi mandi darah di depan hadangan pasukan Dalmas yang berjejer di pintu masuk Aula Mapolwiltabes Bandung.

Namun para wartawan kecewa karena tidak berhasil menemui Kapolwiltabes Bandung, Kombes (Pol) Drs Hendra Sukmana, yang saat itu tengah berada di Mapolda Jabar Jl Soekarno Hatta Bandung.

Mereka menolak tawaran untuk berdialog dengan Kasat Bimmas Polwiltabes Bandung, AKBP Drs Syarif Hidayat. Mereka tetap menuntut untuk bertemu Kapolwiltabes Bandung, yang dianggap paling bertanggung jawab atas terjadinya aksi pemukulan yang dilakukan aparat kepolisian terhadap Dudi Sugandi.

Rombongan para kuli tinta itu akhirnya bergerak ke Mapolda Jabar untuk `mengejar` dan meminta klarifikasi dari Kapolwiltabes Bandung, Kombes (Pol) Drs Hendra Sukamana yang tengah berada di sana.

Sementara itu, kasus aksi pemukulan terahadap Dudi Sugandi sudah dilaporkan oleh korban dan HU Pikiran Rakyat Bandung, didampingi pengacaranya, Dindin Maolani, SH ke Provoost Mapolwiltabes Bandung. [Tma, Ant]


printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
  
spacer
KOMENTAR PEMBACA
spacer
  
  Oknum ?? (nangkathok@ho..., 28/02/2003 01:26)
Sangat disayangkan polisi masih melakukan tindakan pemukulan terhadap wartawan atau siapapun. Hendaknya masing-masing pihak saling menghormati dan memahami profesi masing-masing. Sebenaarnya polisi sedang berada di atas angin, hasil dari sukses besar menangani kasus pemboman di Bali dan kita memberikan apresiasi atas sukses itu.

Kapoltabes seharusnya berani mengadapi wartawan yang berdemo, jangan pula nanti dikatakan cuma "oknum" yang melakukan pemukulan. Ini mengingatkan kita pada ulah ABRI di... <96 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  polisi & repformasi (hilmire17802@ya..., 28/02/2003 01:26)
kejadian pemukulan atapun kekerasan yang dilakukan oleh aparat kemanan terhadap salah satu wartawan kita di bandung merupakan salah satu cerita dari beberapapuluh cerita yang sama. yang jadi makin menarik pada kasus ini ialah setting dan waktu kejadian dimana ia terjadi di masa reformasi. yang katanya polisipun melakukan gerakan reformasi namun kenyataan yan g terjadi mengagambarkan bahwa reformasi TNI ataupun PORLI hanya sebatas srtukturisasi dan tidak menyentuh subtansi, sehingga reformasi yan... <203 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  nguber.. (wany_20@ya..., 28/02/2003 01:26)
sebagai polisi seharusnya menjaga plus melindungi rakyat, jgn pake kekerasan pa'lagian mas wartawan n mba'wartawati nguber berita klo ga'ada mereka qtha ga'bakal tau apa berita hr ini n esok..kasian khan si kutu koran ,apa mungkin pa'polisi atuuu......
 
 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 25 June 2019 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdotdotdot1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer