Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

APA & SIAPA

Ratu Aghnia Fadilah & Konsep IT Masa Kini

Usia belia jadi bos, kenapa tidak? Ratu Aghnia Fadilah membuktikannya. Dara kelahiran Bandung, ini sudah menjadi Chief Executive Officer PT Global Future Technologies (Gloftech), perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi dan jaringan telekomunikasi, pada usia 24 tahun. Ratu –demikian ia biasa disapa—meraih sukses setelah merintisnya dari nol, dan mengalami jatuh-bangun

Sejak remaja, Ratu sudah menjadi tulang punggung keluarga. Berbagai jenis usah pernah ia jajal. Bahkan ketika duduk di bangku SMA, Ratu memulai bisnis perdananya di PT Cipta Sarana Network, yang kemudian harus kandas di tengah jalan. Alumnus manajemen informatika di Institut Teknologi Telkom itu tak patah arang.

Berbekal pengetahuan IT yang didapatnya selama kuliah serta dikolaborasikan dengan pengalamannya berusaha, pada 2016 Ratu menggagas berdirinya PT Gloftech, perusahaan yang menangkap peluang perkembangan teknologi informasi di era revolusi industri 4.0 ini. Guna mendalami sepak terjangnya merintis perusahaan berbasis IT tersebut, wartawan GATRA Andhika Dinata berkesempatan mewawancarai pengurus Kadin Jawa Barat itu. Berikut petikannya:

Bagaimana Anda memandang potensi anak muda dalam pengembangan teknologi informasi?

Di Indonesia ini banyak anak muda yang kreatif tapi merealisasikannya susah. Banyak anak muda yang berbakat untuk membuat ide-ide, cuma mereka enggak bisa membuat industri. Saat ini, untuk sensor mending [pakai] yang jadi aja, orang lain yang bikin. Sebenarnya idenya anak anak muda Indonesia sangat brilian, tapi produksinya susah. Indonesia seperti itu. Alhasil, ide tetap diambil sama orang.

Bisnis IT saat ini menjadi segmen yang menguntungkan?

Saya melihat IT ini sekarang memang futuristik. Makanya saya bikin sekarang [perusahaan] Global Future. Karena waktu itu dari saya mengikuti beberapa macam lomba, dan saya ke luar dari Indonesia, saya berpikir Cina itu sangat canggih. Padahal Indonesia itu canggih, Indonesia itu penuh dengan resources. Orang lain itu hanya bisa mengelola. Tinggal dari budaya Indonesia sendiri sebagai pengelola. Misalkan sekarang tanah untuk agribisnis di luar negeri itu masih sangat minim. Makanya mereka ada hidroponik, kita lahannya itu sangat tinggi, bahkan dibuat hidroponik itu enggak bakal ada habisnya.

Ternyata tidak perlu menjadi orang Cina dulu untuk bisa memproduksi. Tidak perlu menjadi orang Jepang dulu untuk bisa mengimplementasi. Bahkan tidak perlu menjadi orang Amerika untuk jadi Silicon Valley. Ternyata saya melihat orang-orang di kampus saya mereka udah bikin IoT (internet of things) dan sensor-sensor. Mereka bikin motor listrik, mobil listrik. Mereka itu hanya butuh dukungan finance, sebetulnya.

Bagaimana ceritanya Anda bisa merintis perusahaan di usia muda?

Kebetulan saya masuk jurusan Teknik Informatika di STT Telkom, lalu saya membangun PT Global Future Technologies. Jadi dalam perjalanan ini saya enggak mengenal satu bisnis aja. Cuma misalkan yang sekarang ini passion saya banyak tergunakan dari mulai saya mengerti akan adanya industri 4.0 sekarang ranah ke IoT, kebetulan saya telekomunikasi mengerti, dan informasi juga mengerti. Ternyata IoT itu adalah boot dari semuanya, dari telekomunikasi, informatika, maupun elektro. Nah, Gloftech itu sebenarnya merger dari PT Citra Sarana Network yang sempat saya freeze.

Apa saja unit bisnis Gloftech saat ini?

Unit bisnisnya itu lebih ke internet of things dan smart city. Intinya di kita itu ada tiga divisi. Ada divisi software, elektro, dan telekomunikasi. Jadi kalau misalkan SIMDA Cloud (Sistem Informasi Manajemen Daerah), ada infrastruktur jaringan itu masih nyambung ke kita. Rencana kita akan membuat GF-Robot, itu penjualan untuk toolkit di bidang IoT saat ini mulai dikerjakan kemungkinan awal tahun berjalan. Produk kita sih sudah cukup banyak. Di bidang IoT, ada GPS juga yang bekerja sama dengan Telkomsel. Terus kita juga ada smart home.
ARTIKEL LAIN

Cover Majalah GATRA edisi No.7 / Tahun XXV / 13 - 19 Des 2018 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Apa & Siapa
Ekonomi & Bisnis
Focil
Ilmu & Teknologi
Internasional
Kolom
Laporan Utama
Lingkungan
Nasional
Olahraga
Pariwara
Perjalanan
Surat & Komentar
Teropong
Wawancara
 
Created and maintained by Gatra.com