Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

INTERNASIONAL

Memangkas Anggaran Memperketat Infrastruktur

Turki mencanangkan program Ekonomi Baru untuk keluar dari krisis. Penekanannya pada angka pertumbuhan ekonomi yang realistis, menahan laju inflasi dan penyehatan sektor perbankan.

Pemerintah Turki tengah membangun optimisme untuk menata kembali perekonomian yang hancur akibat badai inflasi. Kamis pekan lalu, di museum Istana Dolmabahce, Istambul, Menteri Keuangan Turki, Berat Albayrak, memaparkan sebuah konsep tentang penataan ekonomi Turki ke depan. Albayrak menjelaskan panjang lebar bagaimana mengembangkan perokonomian Turki ke depan. Konsep yang disebut dengan Ekonomi Baru tersebut, menurut Albayrak, akan membawa dampak perbaikan terhadap krisis ekonomi yang melanda negara di jantung kawasan Eurasia tersebut.

Albayrak menyebut dirinya bertanggung jawab atas krisis yang menghantam Turki. Sejak Agustus lalu, Turki dilanda krisis mata uang terparah yang dipicu perselisihan diplomatik dengan Amerika Serikat tentang kebijakan pertahanan dan penahanan pendeta berkebangsaan AS, Andrew Brunson, oleh Pemerintah Turki. Perselisihan meluas hingga ke sektor perdagangan dan mengakibatkan anjloknya nilai tukar lira terhadap dolar.

Dalam presentasinya di hadapan pelaku usaha internasional, sebagaimana dikutip dari AFP, Albayrak menerangkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Turki. Hingga tahun depan, pertumbuhan ekonomi Turki diprediksikan masih turun. Produk domestik bruto (PDB) Turki pada 2018 hanya mencapai 3,8%, menurun dari angka 7,4% pada tahun lalu. Dan pada 2019, PDB Turki diproyeksikan hanya mencapai angka 2,3%. Angka tersebut jauh dari target ekonomi pemerintahan Erdoganm, yakni 5,5%, untuk dua tahun beruntun.

Pada saat yang sama, inflasi akan terus menggelembung hingga 20,8% pada akhir 2018. Namun pada 2019, inflasi akan berkurang ke angka 15,9%. Dan pada 2020 perkiraan inflasi Turki menjadi 9,8%. Tahun berikutnya, Turki lebih optimistis lagi dengan menaruh perkiraan inflasi di 6%.

"Kami akan mewujudkan sebuah program (ekonomi) untuk melawan inflasi sampai tuntas," kata Albayrak. Saat inflasi menurun drastis, pertumbuhan ekonomi diprediksikan merambat naik dengan 3,5% di 2020 dan 5% pada 2021.

Para ekonom telah memperingatkan bahwa dorongan Turki yang terlalu optimistis terhadap target ekonominya akan menimbulkan potensi overheating, seperti lonjakan inflasi, pelemahan mata uang, serta memburuknya kesehatan perbankan.

Faktanya, mata uang lira terus mengalami tekanan. Pada hari Albayrak memaparkan konsep ekonomi baru Turki itu, lira diperdagangkan setara dengan 6,2% terhadap dolar AS atau melemah 0,8%. Pelemahan tersebut sebagai dampak langkah bank sentral Turki menaikkan suku bunga acuannya hingga 6,25% dari pekan sebelumnya atau menjadi 24%.

Albayrak menangkap kekhawatiran tersebut. Ia mengatakan pemerintah akan segera mengambil langkah srategis untuk mengatasi inflasi serta memperkuat nilai tukar lira, yang telah kehilangan 40% nilainya terhadap dolar AS sejak awal tahun ini.

Langkah pertama yang dilakukan Istambul adalah mengoptimalkan pengelolaan ekonomi pemerintahan dengan memangkas anggaran publik sebesar US$10 milyar sebagai bagian dari program penghematan anggaran. Turki akan menangguhkan proyek infrastruktur pada 2019 mendatang dan akan mencetak dua juta lowongan kerja baru untuk masyarakat Turki pada 2021.

Langkah kedua adalah menyehatkan perbankan. Caranya dengan melakukan studi assesmen terhadap sejumlah bank yang dianggap bermasalah. Studi "kesehatan perbankan” itu dilakukan guna mengidentifikasi struktur keuangan dan kualitas aset perbankan.

Presiden Erdogan sebelumnya turut mengeluhkan suku bunga tinggi yang berdampak pada perbankan. Keputusan mengejutkan bank sentral yang menaikkan suku bunga turut memperparah situasi. Bank-bank Turki kemudian menghadapi potensi banjir utang karena memburuknya nilai tukar lira. Kalangan analis menyuarakan kekecewaan lantaran tidak ada intervensi untuk menyelamatkan bank-bank itu dari ancaman kredit macet sektor perbankan.

Tapi di sisi lain, beberapa investor mengharapkan Albayrak mengumumkan sederet bank yang tidak sehat tersebut ke publik. Mereka khawatir, bank-bank itu turut menggelontorkan pinjaman yang akan memperburuk perekonomian negara.

Albayrak menyebut program ekonomi baru yang digagasnya ini mengakomodasi tiga prinsip utama; keseimbangan, disiplin, dan perubahan. "Tujuan kami adalah untuk membuat kisah sukses baru," kata menantu Presiden Recep Tayyip Erdogan itu.

Seperti diketahui, pertumbuhan ekonomi memang menjadi fokus Pemerintah Turki sepanjang 15 tahun terakhir. Bahkan “negeri kebab” itu telah mencatatkan ekspansi pertumbuhan ekonomi yang mengesankan dalam beberapa dekade terakhir kepemimpinan Erdogan. Namun krisis ekonomi kali ini betul-betul mengubah peta ekonomi Turki.

Banyak ekonom memprediksi Turki akan mengalami resesi ekonomi pada tahun depan. Namun pidato Albayrak dinilai akan memberikan napas baru bagi Turki untuk keluar dari situasi sulit. Target pertumbuhan ekonomi yang diturunkan dianggap sebagai langkah jitu membangun ekonomi Turki dengan capaian yang lebih realistis.

Kepala Ekonom untuk Turki di Banco Bilbao Vizcaya Argentaria –bank multinasional yang berbasis di Spanyol— Alvaro Ortiz Vidal-Abarca, memuji program Ekonomi Baru itu. Ia mengatakan pemerintah Turki bersedia menurunkan target pertumbuhan ekonomi namun dengan sasaran yang berkelanjutan."Program ekonomi baru didasarkan pada PDB dan asumsi inflasi yang lebih realistis," kata Alvaro sebagaimana dikutip dari Financial Times.

Sementara itu, Direktur Investasi dan Obligasi GAM Investment (perusahaan manajemen aset global yang bermarkas di Irlandia), Paul McNamara, menyebut kebijakan ekonomi baru yang disusun Albayrak sebagai langkah positif. “Mereka telah beranjak (dari konsep sebelumnya). Mereka berpikir menjaga pertumbuhan dengan mengakomodasi perlambatan," katanya.

Andhika Dinata
ARTIKEL LAIN

Cover Majalah GATRA edisi No.5 / Tahun XXV / 29 Nov - 5 Des 2018 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Apa & Siapa
Ekonomi & Bisnis
Focil
Infoproduk
Internasional
Kolom
Laporan Utama
Nasional
Pariwara
Perjalanan
Surat & Komentar
Teropong
Wawancara
 
Created and maintained by Gatra.com