Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

PARIWARA

Mempromosikan Banyuwangi ke Mancanegara

Banyuwangi merupakan salah satu objek wisata branding yang terus dipromosikan pemerintah. Siap membuka jalur penerbangan internasional langsung setelah Bandara Blimbingsari ditingkatkan menjadi bandara internasional.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata terus membantu pengembangan dan promosi pariwisata daerah. Kementerian Pariwisata antara lain terus menata 3A yakni atraksi, akses dan amenitas, sebagai penunjang wisata di berbagai daerah untuk menarik kunjungan wisatawan, terutama wisatawan mancanegara (wisman). Satu di antara daerah yang terus didorong pengembangan pariwisatanya adalah Kabupaten Banyuwangi, di Jawa Timur.

Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Infrastruktur Pariwisata, Judi Rifajantoro, mengatakan bahwa Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, memang sangat memperhatikan sektor pariwisata di daerahnya. ''Bupati Banyuwangi termasuk yang sangat serius mengembangkan pariwisata, dan kini Banyuwangi sudah jadi objek wisata favorit wisatawan mancanegara. Banyuwangi kini masuk salah satu destinasi branding yang terus kita dorong promosinya,'' kata Judi.

Kementerian Pariwisata telah menetapkan 10 destinasi branding dan 10 destinasi prioritas dalam pengembangan pariwisata di seluruh Indonesia. Destinasi branding adalah destinasi pariwisata yang sudah menjadi destinasi favorit dan tinggal melakukan branding untuk mempromosikannya. Sedangkan destinasi prioritas adalah destinasi wisata potensial yang sedang terus dibangun untuk menjadi destinasi favorit.

Judi Rifajantoro menyebutkan kesepuluh Destinasi Wisata Prioritas Indonesia adalah: Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Candi Borobudur (Jawa Tengah), Bromo Tengger Semeru (Jawa Timur), Lombok Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Wakatobi (Sulawesi Tenggara) dan Morotai (Maluku Utara). Empat dari 10 destinasi pariwisata prioritas itu sudah menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata, yaitu KEK Mandalika, KEK Tanjung Kelayang, KEK Tanjung Lesung, dan KEK Morotai. Dua daerah yang belum jadi KEK dikelola oleh Badan Otorita Pariwisata (BOP), yaitu Danau Toba dan Borobudur. Sedangkan empat lainnya masih berstatus destinasi wisata prioritas.

Kementerian Pariwisata berkomitmen menjadikan 10 destinasi pariwisata prioritas itu sebagai ''Bali Baru'', yang menjadi daya tarik wisata Indonesia. Menurut Judi, tujuannya untuk menciptakan alternatif destinasi wisata favorit selain Bali, sehingga target 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada 2019 diharapkan tercapai. Pada 2017, pemerintah lebih berfokus pada percepatan pengembangan empat destinasi dari 10 prioritas tadi, yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo.

Destinasi Wisata Branding
Judi Rifajantoro memaparkan, sepuluh destinasi wisata branding yang telah ditetapkan Pemerintah adalah Medan, Kepulauan Riau, Jakarta, Jogja-Solo-Semarang, Bandung, Banyuwangi, Bali, Lombok, Makassar, dan Bunaken - Wakatobi - Raja Ampat. Dalam melakukan branding itu telah ditetapkan nama, simbol, logo, desain, slogan, tagline, atau percampuran dari beberapa atau semua aspek itu agar semakin menarik wisatawan.

Kementerian Pariwisata telah meluncurkan 10 brand untuk destinasi-destinasi tadi, yakni: Colorful Medan, Wonderful Riau Island, Enjoy Jakarta, Stunning Bandung, Java Cultural Wonders, Majestic Banyuwangi, Bali the Island of Gods, Friendly Lombok, Explore Makassar, dan Coral Wonders (Bunaken, Wakatobi, dan Raja Ampat). Seluruh Brand destinasi tersebut diselaraskan dengan master-brand ''Wonderful Indonesia'' untuk memperkuat positioning master-brand Indonesia.

Brand destinasi digunakan untuk memperkenalkan produk suatu destinasi wisata serta mengomunikasikan keunikan destinasi tersebut secara visual, sehingga memudahkan untuk menjual produknya ke pasar dunia. Brand sangat penting dalam pemasaran destinasi pariwisata. Brand berperan untuk merepresentasikan nilai, budaya, filosofi yang dimiliki suatu destinasi, sehingga terlihat sebagai keunikan tersendiri bagi wisatawan.

Target Banyuwangi
Judi mengatakan, Banyuwangi terus didorong untuk mendukung target pencapaian 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara tahun 2019. ''Tingkat kunjungan wisatawan ke Banyuwangi dari tahun ke tahun terus meningkat, dan kita harapkan memberi kontribusi signifikan terhadap target kunjungan wisman yang telah kita tetapkan,'' kata Judi.

Pada awal kepemimpinan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, pada kurun waktu 2009-2010 jumlah kunjungan wisatawan domestik ke Banyuwangi hanya 500.000 orang. Tapi, pada 2017 - 2018 meningkat berkali lipat menjadi jutaan orang. Berbagai upaya dan program pengembangan pariwisata di Banyuwangi terbukti mampu meningkatkan jumlah wisatawan asing. Kabupaten di ujung timur Jawa itu pun mampu menyumbang angka kunjungan wisman mendekati angka 100.000. Dengan demikian, Banyuwangi telah turut berkontribusi dalam perolehan devisa bagi negara.

Berdasarkan data dari hotel dan pengelola destinasi wisata Banyuwangi, kunjungan wisatawan Nusantara melonjak 161% dari sekitar 500,000-an orang pada 2010 menjadi 606.664 orang pada 2017. Wisatawan mancanegara meningkat jauh dari kisaran 13.000 pada 2010 menjadi 71.271 pada tahun 2017 (Berdasarkan data jumlah wisatawan yang menginap di hotel).

Pariwisata terbukti ikut menggerakkan ekonomi warga. Pendapatan per kapita Banyuwangi menurut Badan Pusat Statistik (BPS) melonjak 62%, dari Rp 20,8 juta tahun 2010 menjadi Rp 33,6 juta pada tahun 2014. Dengan kata lain, kesejahteraan rakyat Banyuwangi pun terus meningkat.

Kedekatan Banyuwangi dengan Bali merupakan keuntungan. Bali merupakan pintu masuk untuk memasarkan wisata Banyuwangi. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memanfaatkannya sebagai strategi pemasaran. Targetnya, menggaet sekitar 7% wisatawan mancanegara di Bali untuk mampir ke Banyuwangi. Tiap tahun ada sekitar 6 juta wisman ke Bali. Jadi, sekitar 420.000 dari mereka diharapkan singgah ke Banyuwangi.

Bandara Internasional
Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, menjadi pintu masuk para pelancong yang utama. Jumlah penumpang pesawat yang mendarat di Blimbingsari terus naik, dan angkanya melonjak mencapai 1.308% dari hanya 7.826 penumpang pada tahun 2011 menjadi 110.234 penumpang pada 2015.

Pada awal tahun 2010-an, di Bandara Blimbingsari hanya ada 3 kali penerbangan dengan jumlah kursi yang sedikit. Tapi sekarang, kata Judi Rifajantoro ada 9 penerbangan sehari yang terdiri dari 1.200 kursi. Dalam waktu dekat, Bandara Blimbingsari akan ditingkatkan statusnya menjadi bandara internasional.

Menurut Judi, akses udara ke Banyuwangi selama ini dicapai dari dua pintu masuk utama, yakni dari Jakarta dan Surabaya. ''Wisatawan baik dari mancangera maupun domestik biasanya naik pesawat hingga Jakarta, lalu naik pesawat lain ke Banyuwangi,'' katanya. Saat ini ada tiga maskapai yang terbang ke Banyuwangi dari Jakarta, yakni Garuda Indonesia, Citilink, dan Nam Air. Selain itu ada juga dua maskapai yang terbang ke Banyuwangi dari Surabaya, yakni Garuda Indonesia dan Wings Air.

Selain menggunakan pesawat, lanjut Judi, banyak juga wisatawan yang mencapai Banyuwangi dengan menggunakan jalur darat, khususnya kereta api. ''Dari Jakarta banyak wisatawan yang naik kereta api langsung ke Banyuwangi baik melalui jalur utara maupun jalur selatan,'' kata Judi. Para pelancong jalur darat ini tentu saja singgah-singgah di beberapa tempat seperti di Bandung, Jogjakarta dan Malang.

Kini, Bandara Banyuwangi sedang dibenahi untuk menjadi bandara internasional. Citilink yang selama ini melayani rute penerbangan Jakarta-Banyuwangi siap membuka rute penerbangan internasional pertama ke Banyuwangi, yakni langsung dari Kualalumpur, Malaysia.

Menurut Judi Rifajantoro, Kementerian Pariwisata telah melakukan pendekatan kepada PT Angka Pura II, perusahaan yang mengelola Bandara Blimbingsari untuk menjadikannya bandara internasional guna melayani kunjungan wisatawan mancanegara langsung terbang ke Banyuwangi. Kini, pihak Angkasa Pura II tengah melengkapi fasilitas bandara sesuai dengan standar bandara internasional.

Mengapa Kuala Lumpur
Judi menjelaskan beberapa alasan kenapa Banyuwangi akan membuka penerbangan International pertama ke Kuala Lumpur. Pertama, hasil survai menunjukkan banyak wisatawan Malaysia yg ingin berwisata ke Kawah Gunung Ijen tapi malas kalau transit di Jakarta. Kedua, banyak tenaga kerja asli Banyuwangi dan sekitarnya yang bekerja di Malaysia, sehingga mereka membutuhkan penerbangan langsung dari Kuala Lumpur. Ketiga, Banyuwangi dan Malaysia memiliki hubungan serumpun, sehingga banyak orang Malaysia melakukan kunjungan keluarga (family visit) ke Banyuwangi. Keempat, banyak wisatawan religi Hindu dari Malaysia yang berkunjung untuk melakukan sembahyang di Pura Agung Blambangan dan Pura Kawitan Banyuwangi.

Judi mengungkapkan bahwa saat ini, Banyuwangi yang belum memiliki akses penerbangan internasional langsung, sudah mendapat kunjungan wisman sekitar 100.000 orang per tahun. Dia berharap dengan dibukanya akses internasional langsung ini maka laju pertumbuhan kunjungan wisman ke Banyuwangi akan semaki cepat.

Banyuwangi telah siap dengan 3A. ''Saat ini Banyuwangi memiliki 4 hotel bintang dengan kapasitas hampir 3.000 kamar. Banyuwangi memiliki 77 calendar of events (CoE) per tahun, yang salah satunya adalah culture everyday yaitu pertunjukan seni-budaya yg digelar setiap hari di alun-alun Banyuwangi.,'' papar Yudi.

Industri pendukung pariwisata di Banyuwangi juga terus berkembang. Perhotelan dan restoran terus tumbuh. Tahun ini saja, berdiri tiga hotel berbintang baru. Mereka siap memberikan akomodasi untuk kenyamanan kepada para wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi. Dampaknya pun berganda. Dengan majunya pariwisata ekonomi masyarakat Banyuwangi dan sekitarnya akan makin menggeliat sehingga meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.
ARTIKEL LAIN

Cover Majalah GATRA edisi No.7 / Tahun XXV / 13 - 19 Des 2018 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Apa & Siapa
Ekonomi & Bisnis
Focil
Ilmu & Teknologi
Internasional
Kolom
Laporan Utama
Lingkungan
Nasional
Olahraga
Pariwara
Perjalanan
Surat & Komentar
Teropong
Wawancara
 
Created and maintained by Gatra.com