Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

PARIWARA

Wakatobi, Surga Bahari di Jantung Indonesia

Pelancongan merupakan salah satu sektor yang dijadikan garapan serius bagi pemerintah daerah. Selain meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), juga mendongkrak perekonomian masyarakat. Kabupaten Wakatobi berpacu mengakselarasi pembangunan pariwisata.

Desember ini, Kabupaten Wakatobi tepat memasuki usia ke-15. Capaian di berbagai sektor telah diraih, termasuk di bidang pariwisata. Pada tahun 2015, pemerintah pusat menetapkan Wakatobi sebagai salah satu dari 10 destinasi pariwisata prioritas nasional.

Wakatobi memang memiliki beragam destinasi wisata yang berdaya tarik, yang memikat para wisatawan domestik dan mancanegara. Bagi pecinta wisata selam, Wakatobi merupakan pilihan tepat untuk liburan. Wisatawan dimanjakan dengan panorama alam bawah laut yang menawarkan keindahan surga bahari dengan keanekaragaman hayati yang menakjubkan. Selain itu, pantai di taman nasional ini juga cantik nian. Tidak mengherankan jika Wakatobi menjadi impian bagi para traveler dunia. Angka kunjungan wisatanya pun terus meningkat dari tahun ke tahun.

Menurut Bupati Wakatobi, Arhawi, Wakatobi memiliki atraksi wisata berkelas dunia. Ada dua hal yang menjadi keunggulan komparatif Wakatobi sebagai destinasi wisata unggulan saat ini. Pertama, Wakatobi memiliki tingkat keanekaragaman hayati bawah laut tertinggi di dunia. Dari total 850 spesies terumbu karang di dunia, 750 di antaranya terdapat di Wakatobi dan sekitarnya. Kedua, adanya karang atol tunggal terpanjang di dunia, yaitu sepanjang kurang lebih 48 km, sehingga menjadikan Wakatobi sebagai tempat penyelaman dengan spot terbanyak dan seolah tidak terbatas. Oleh karena itu tidak salah jika Wakatobi ditetapkan sebagai salah satu dari 10 destinasi pariwisata nasional. Bahkan, Presiden Joko Widodo pun menyebut Wakatobi sebagai Bali Baru.

Selama kurun waktu 3 tahun terakhir, pembangunan kepariwisataan di Kabupaten Wakatobi berkembang cukup pesat. Performa pembangunan pariwisata terukur dari peningkatan angka kunjungan wisata. Tahun 2015 kunjungan wisatawan sebanyak 18.027, terdiri dari wisatawan domestik (11.401 orang) dan mancanegara (6.626). Pada 2016, angka ini meningkat hingga 23% mencapai 22.380 orang. Sebanyak 14.560 wisatawan dari domestik dan mancanegara sedikitnya 7.820 orang. Pada 2017 angka kunjungan wisatawan terus meningkat, yaitu wisatawan domestik mencapai 20.419 orang, dan mancanegara sebanyak 7.020 orang, sehingga totalnya 27.439 orang atau meningkat hingga 22%.

Pada tahun 2018 ini sampai Oktober, angka kunjungan wisatawan di Wakatobi mencapai 25.000 orang, terdiri dari 18.700 wisatawan domestik dan 7.000 pengunjung mancanegara. Dengan demikian target 30.000 angka kunjungan ke Wakatobi pada tahun 2018 ini sepertinya tak sulit untuk dicapai.

Kabupaten Wakatobi tidak hanya memiliki potensi wisata alam tetapi juga kaya dengan ragam atraksi budaya. Hal ini menjadi potensi yang sangat bernilai dan menambah khasanah daya tarik wisata. Keunikan dan keanekaragaman budaya Wakatobi dapat disaksikan melalui berbagai event yang diselenggarakan setiap tahun.

Sejak tahun 2016, Kabupaten Wakatobi telah meluncurkan kalender kegiatan dengan konten event yang bertambah dari tahun ke tahun. Sepanjang tahun 2017 terdapat kurang lebih 12 event yang diprakarsai oleh pemerintah daerah ataupun yang diinisisasi oleh komunitas dan pelaku usaha industri pariwisata. Pada tahun 2018 ini jumlahnya berkembang menjadi lebih dari 20 event. Beberapa event strategis daerah yang secara berkelanjutan di laksanakan adalah festival berbasis pulau, seperti Festival Pulau Binongko di Binongko, Festival Pulau Tomia di Tomia dan Festival Bharata Kahedupa di Kaledupa.

Salah satu event akbar yang yang dilaksanakan adalah "Wakatobi Wonderful Festival and Expo" yang sudah familiar disebut "Wakatobi Wave". Selama empat tahun berturut-turut event ini sukses dilaksanakan dan alhasil Wakatobi Wave pun masuk dalam kalender kegiatan pariwisata nasional, serta ditetapkan sebagai salah satu dari "100 Wonders Event" di Indonesia oleh Kementerian Pariwisata.

Berbagai upaya terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Wakatobi sebagai wujud komitmen dan konsistensi memperjuangkan kemajuan daerah melalui sektor pariwisata. Untuk menjadikan Wakatobi destinasi berkelas dunia tentu harus didukung oleh kesiapan dari berbagai hal, terutama akses yang semakin mudah, ketersediaan amenitas yang memadai serta atraksi yang kian kompetitif.
Untuk mewujudkan hal tersebut, saat ini pemerintah daerah concern untuk merealisasikan beberapa hal yang menjadi fakto penentu kesuksesan pembangunan kepariwisataan Kabupaten Wakatobi.

Pertama, pengembangan Bandara Matahora menjadi bandara internasional yang bisa didarati pesawat berbadan lebar serta terkoneksi dengan pintu masuk utama pariwisata Indonesia dengan rute penerbangan Bali-Wakatobi-Manado. Kedua, percepatan pembangunan infrastruktur wilayah yang mendukung sektor pariwisata (jalan, air bersih, listerik, telekomunikasi, dan sanitasi lingkungan) serta mendorong pertumbuhan investasi baru di sektor pariwisata. Ketiga, pengembangan daya tarik wisata yang beragam dan atraktif, termasuk di antaranya adalah melalui penyelenggaraan event pariwisata. Keempat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pariwisata untuk penyediaan layanan yang berkualitas dan kompetitif.

Dampak pembangunan sektor pariwisata terhadap percepatan pembangunan di Kabupaten Wakatobi selama beberapa tahun terakhir membawa manfaat besar tidak saja berdampak langsung terhadap peningkatan perekonomian masyarakat tetapi juga berefek ganda bagi pembangunan daerah di berbagai bidang. Hal yang paling tampak adalah dari aspek percepatan pembangunan infrastruktur wilayah, antara lain pembangunan bandara, pelabuhan tol laut, pelabuhan feri, pembangunan jalan, sarana air bersih, jaringan listrik, sanitasi pemukiman, fasilitas pendidikan dan kesehatan, penataan kawasan wisata, dan lain-lain.

Berbagai upaya dan kerja keras semua pihak dalam mendukung pembangunan kepariwisataan di Kabupaten Wakatobi selama ini tidak sia-sia dan telah membuahkan banyak hasil yang membanggakan. Pada kurun waktu tiga tahun terakhir, Wakatobi terus menunjukkan eksistensinya. Terbukti dengan berbagai penghargaan penting yang diraih. Pada Tahun 2016 Kabupaten Wakatobi meraih peringkat tertinggi ke-2 pada ajang Anugerah Daya Saing Destinasi Pariwisata Prioritas Nasional. Meraih Juara II kategori Tempat Penyelaman Terpopuler di Indonesia pada ajang Anugerah Pesona Indonesia (API 2017), dan yang terakhir-- pada Desember 2018 ini--Wakatobi kembali meraih Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) dalam 3 kategori, yaitu: juara umum Sayembara Arsitektur Nusantara, pemenang kategori Pelestarian Lingkungan bagi Komintas Pariwisata Desa Waha Kabupaten Wakatobi, dan pemenang Nayaka Pariwisata Berkelanjutan.

Bupati Wakatobi, Arhawi, mengatakan bahwa sektor pariwisata menjadi pilihan masa depan bagi Kabupaten Wakatobi. Pemerintah daerah dan Masyarakat Kabupaten Wakatobi secara konsisten terus berjuang untuk kemajuan sektor pariwisata. "Dengan potensi yang begitu besar apabila dikelola secara profesional kita yakin bahwa pembangunan sektor pariwisata akan memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat," katanya.

Bupati Arhawi berkeyakinan, kelak, Kabupaten Wakatobi akan menjadi ikon wisata kebanggaan Indonesia yang dirindukan masyarakat dunia. "Oleh karena itu harus dijaga bersama kelestariannya dan didukung percepatan pembangunannya agar terealisasi secara fokus, terpadu, tuntas dan berkelanjutan," katanya
ARTIKEL LAIN

Cover Majalah GATRA edisi No.7 / Tahun XXV / 13 - 19 Des 2018 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Apa & Siapa
Ekonomi & Bisnis
Focil
Ilmu & Teknologi
Internasional
Kolom
Laporan Utama
Lingkungan
Nasional
Olahraga
Pariwara
Perjalanan
Surat & Komentar
Teropong
Wawancara
 
Created and maintained by Gatra.com