spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
NUSANTARA
spacer
 
Gubernur Bali Tetap Tolak Jembatan Jawa-Bali

Denpasar, 26 Desember 2002 10:10
Gubernur Bali Drs Dewa Made Beratha kembali menyatakan penolakannya terhadap rencana pembangunan Jembatan Jawa-Bali (JJB), yang akan melintang di atas Selat Bali.

"Pembangunan jembatan yang akan menjadikan satu daratan antara Gilimanuk, Bali dengan Ketapang, Banyuwangi, Jatim itu, tetap akan kita tolak," ujar Gubernur Beratha di Denpasar, Kamis.

Gubernur menyebutkan, penolakan pihaknya terhadap JJB, telah mendapat dukungan dari para wakil rakyat di Pulau Dewata.

"DPRD telah se-iya sekata dalam menolak gagasan yang pernah dilontarkan pemerintah pusat, soal pembangunan jembatan antarpulau tersebut," ucapnya.

Menurut gubernur, tidak ada jembatan saja Pulau Dewata kini sudah begitu sarat dengan berbagai permasalahan, terutama di bidang kependudukan, apalagi nanti setelah ada jembatan.

Tingkat urbanisasi penduduk terutama dari daerah Jawa ke Bali, belakangan mengalami peningkatan yang begitu besar.

"Ini belum ada jembatan, apalagi kalau sudah ada, tentu lebih banyak, sehubungan dengan arus lalulintas yang lebih lancar," dalihnya.

Arus urbanisasi yang besar, telah menjadikan pulau kecil ini sarat dengan beban. Bersamaan dengan saratnya beban di bidang kependudukan, telah pula memunculkan sejumlah problema sosial, tindak kriminal dan bahkan kerusakan lingkungan.

Gubernur menyebutkan, pendatang yang tiba di Bali dengan modal nekat, tidak saja telah menambah jumlah angka kriminalitas, tetapi juga tidak sedikit yang kemudian mendirikan gubuk-gubuk liar di sejumlah tempat.

Karenanya, selain telah memunculkan pemandangan yang kumuh, juga kehadiran gubuk telah mendesak sejumlah tempat-tempat kosong, yang sesungguhnya merupakan lahan yang sengaja diawetkan.

Sejumlah lahan di beberapa daerah, yang merupakan areal konservasi, begitu saja dibangun rumah-rumah liar, sehingga sangat merusak lingkungan.

Melihat itu, gubernur menekankan agar aparat di tingkat kabupaten lebih giat dalam melakukan langkah-langkah penertiban terhadap pendatang gelap.

"Mereka yang tiba di Bali tanpa tujuan dan alasan yang jelas, sebaiknya ditolak. Lain kalau halnya mereka datang dengan job yang jelas, tentu kita tidak bisa melarangnya," kata gubernur.

Atas pertimbangan kepadatan penduduk Bali yang nantinya lebih tidak terkontrol itulah, lanjut gubernur, pihaknya sangat menolak kehadiran JJB yang direncanakan melintang di atas Selat Bali, yakni antara daratan Ketapang dan Gilimanuk. [Tma, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 15 December 2018 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdotdotdot1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer