spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
NASIONAL
spacer
 
Menhub Nyatakan Tabrakan KA di Cirebon Sebagai Tragedi Nasional

Cirebon, 2 September 2001 13:02
Menteri Perhubungan Agum Gumelar menyatakan tabrakan KA Mpu Jaya dengan lokomotif Cirebon Ekspres yang sedang langsir dan mengakibat puluhan korban tewas, sebagai tragedi nasional.

"Atas kejadian tersebut saya atas nama pemerintah memohon maaf kepada masyarakat dan merasa prihatin atas kejadian tersebut," kata Agum, dari Cirebon, Jabar, Minggu.

Dalam musibah di Cirebon tersebut, saat ini tercatat 29 orang tewas dan lima orang masih dalam keadaan terjepit diantara gerbong KA dan lokomotif, serta 20 orang luka berat, dan 28 luka ringan.

Agum yang meninjau langsung tempat kejadian tabrakan dan meninjau tiga rumah sakit, yakni RS Gunung Jati, RS Ciremai, dan RS Pelabuhan, tempat korban dirawat, menyatakan akan menyelidiki kejadian tersebut dengan membentuk Komisi Nasional Keselamatan Transportasi.

Jenderal berbintang tiga (purn) itu menyatakan akan mempertanggungjawabkan kejadian tersebut kepada Presiden, sementara dia juga akan meminta pertanggungjawaban Dirut PT KAI atas kejadian tersebut.

"Yang jelas Dirut KAI bertanggung jawab kepada saya. Saya bertanggungjawab pada Presiden," katanya.

Ketika ditanya apakah bentuk pertanggungjawaban tersebut dirinya akan mundur, Agum menyatakan, "Apakah itu jalan terbaik jika ada kasus seorang menteri harus mundur, menurut wartawan."

Sementara Dirut PT KAI Badar Zaini yang mendampingi Agum ketika memberi keterangan kepada pers menyatakan siap mundur jika diminta. "Saya siap, jika harus mundur saya siap mundur." kata Badar.

Agum menilai masinis KA Mpu Jaya, Suwanto (54) mengantuk sehingga tidak mengurangi kecepatan dan menghentikan kereta ketika Mpu Jaya memasuki Stasiun Kejaksan, Cirebon.

Menurut Agum, Suwanto seharusnya menghentikan kereta karena di stasiun Kejaksan dia harus digantikan oleh masinis baru untuk melanjutkan perjalanan Mpu Jaya dari Jakarta ke Yogyakarta.

Lampu sinyal di Stasiun Kejaksan sudah menyala merah, sementara kereta Mpu Jaya masih melaju dengan kecepatan 50-80 kilometer perjam, kemudian menabrak lokomotif Cirebon Ekspres yang sedang langsir.

Suwanto adalah masinis senior. Dia meninggal dalam kondisi terjepit diantara lokomotif dan gerbong pertama Mpu Jaya.

"Dengan meninggalnya masinis bukan berarti masalah selesai. Kasus ini akan tetap diusut, jenazah Suwanto akan diotopsi untuk mengetahui penyebab kelalaian tersebut," katanya.

Sementara Badar menjelaskan PT KAI secepatnya akan memulihkan jalur Pantura. Diharapkan besok (Senin 3/9) jalur Pantura sudah pulih.

Ketika ditanya tentang lambannya pertolongan dilakukan terhadap korban, Badar mengakui peralatan P3K yang dimiliki terbatas. Namun, apa yang dilakukan petugasnya saat ini sudah maksimal.

Sementara menurut laporan saksi mata pertolongan dilakukan cukup lamban dengan peralatan yang minim dan tidak memenuhi posedur medis.

Satuan Arhanud Korem 063 Sunan Gunung Jati dan pedagang asongan terlihat melakukan pertolongan pertama, baru diikuti oleh petugas lain.

Badar menyatakan PT KAI akan menanggung semua biaya pengobatan kepada korban dan akan memberikan santunan kepada keluarga yang ditinggalkan. Saat ini tercatat 29 orang tewas, lima orang masih terjepit, 20 luka berat dan 28 luka ringan.

Petugas masih melakukan evakuasi terhadap korban yang meninggal dan terjepit di lokasi kejadian. Kereta Mpu Jaya bertabrakan 200 meter dari Stasiun Kejaksan Cirebon.

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 21 November 2018 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdot123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer