spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
ALKISAH
spacer
 
Vonis Maya Ary Sigit
Pasangan Malam Satu Selera

may4Jakarta, 13 Oktober 2000 00:40
ADA sindiran miring pada Ari Sigit. Cucu pertama mantan Presiden Soeharto bernama lengkap Haryo Wibowo Sigit Harjojudanto, berusia 30 tahun itu, sering dijuluki manusia malam. "Jangan mencari dia di siang hari, tak akan ketemu," kata teman-temannya.

Predikat itu entah olok-olok, sindiran, atau sungguhan. Nyatanya, Ari Sigit memang doyan -atau tepatnya "aktif"- di malam hari. Ia biasa menjamu makan, baik itu sekadar kawan main maupun mitra bisnisnya, sampai jauh malam.

Harap maklum. Ari Sigit adalah pengusaha muda yang bergelut dalam berbagai bidang. Awalnya dia memasuki gelanggang bisnis pada 1990. Proyek yang pertama ditanganinya adalah pembangunan kantor Wali Kota Jakarta Pusat. Setelah itu, bisnisnya merebak ke berbagai sektor.

Kini, saking banyaknya perusahaan, agak sulit menunjuk apa sesungguhnya bisnis inti Ari Sigit. Bayangkan. Dia menggeluti usaha dari bidang konstruksi, perdagangan, distributor, properti, hiburan, obat-obatan, minuman keras, sampai sarang burung walet. Semua itu berada di bawah kendali Grup Arha -kepanjangan dari Ari Harjo.

Di saat Presiden Soeharto berkuasa, Ari Sigit dengan gampang memperoleh berbagai proyek. Tentu saja proyek yang berfasilitas monopoli. Sebut, misalnya, bisnis minuman keras dan sarang burung walet. Kendati sempat diprotes masyarakat, usaha itu maju terus pantang mundur.

Sewaktu jaya-jayanya, Ari Sigit bahkan punya rencana spektakuler: membangun jembatan Selat Sunda yang menghubungkan Jawa-Sumatera. Akhirnya, proyek ini rontok disodok krisis ekonomi. Sejak saat itu, beberapa perusahaannya ikut-ikutan ngadat terempas krisis. Malah, beberapa proyek tolnya dihentikan pemerintah karena terindikasi korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Sejalan dengan banyaknya proyek, kolega bisnisnya juga membludak. Pantas jika hampir tiap malam Ari Sigit mondar-mandir di restoran atau kafe. Biasanya, dia meneruskan aktivitas malamnya dengan bersantai menyanyi karaoke. Kala larut malam, dia akan turun melantai berdisko-ria. Dia menyukai iringan musik keras.

Nah, rupanya, hobi ini juga tak jauh beda dengan kesukaan istri Ari Sigit, Raden Roro Gusti Maya Firanti Noer, 30 tahun. Maya senang menyanyi dan berjingkrak-jingkrak di diskotek. Klop. Seperti botol dan tutupnya.

Asyik begadang ujung-ujungnya adalah bangun siang. "Kalau begadang sampai jam tiga pagi, pasti bangun tidurnya kan jam 10 pagi. Iya, kan?" kata Maya suatu kali. Tapi itu semua, menurut Maya, tidak mengganggu aktivitasnya sebagai ibu rumah tangga. Sebelum tidur, misalnya, dia mencatat dulu daftar kebutuhan belanja yang harus dibeli pembantunya.

Namun, buntut kebiasaan "main malam" itu, pernah muncul gosip tak sedap pada pasangan ini. Keduanya sering disangkut-pautkan dengan bisnis obat-obatan terlarang. Apalagi, tempat-tempat hiburan malam lazim ditengarai sebagai sarana penyaluran obat-obat haram yang membuat teler.

Rupanya, gosip itu bukan sekadar bualan. Terbukti, Kamis pekan lalu, Maya Firanti ditangkap polisi karena kedapatan membawa shabu-shabu di dalam tasnya. Rumor itu, untuk sementara ini, seakan menemukan pembenaran, paling tidak itulah yangterlihat dari vonis pengadilan Jakarta Barat kemarin (Kamis, 12 Oktober 2000).

Ari Sigit sendiri sudah lama disebut-sebut sebagai bandar inex, sebutan lain ekstasi. Konon, seperti yang dilansir beberapa media, Ari Sigit mendatangkan obat-obatan terlarang itu dengan mendompleng bisnis obat-obatan tradisional Cina. Setelah dolar melonjak, Ari Sigit dikabarkan mengimpor amfetamin, bahan baku pembuatan ekstasi.

Tapi, sejak jauh-jauh hari, Ari Sigit berkali-kali membantah berita bahwa keluarganya terkait dengan perdagangan narkotika. "Wartawan memang suka mengait-ngaitkan saya dengan Zarima-lah, Mohammad Said-lah, ekstasi-lah. Banyaklah pokoknya, ha, ha, ha.... Kalau tahu yang nggosipin, pasti saya tuntut," katanya, seperti dikutip Jakarta-Jakarta, beberapa waktu lalu.

Sekadar mengingatkan, Zarima, yang lagi hamil, kini mendekam di penjara karena tertangkap membawa ekstasi. Sedangkan Mohammad Said adalah pilot Garuda yang tersangkut penyelundupan ekstasi dari Belanda ke Indonesia, beberapa tahun lampau.

Begitulah. Kehidupan Ari Sigit-Maya tak jauh beranjak dari banyak pesta. Cocok dengan perkenalan awal mereka. Pertama kali berjumpa dengan Maya pada 1985, Ari Sigit sedang berpesta di rumah temannya. Keduanya saat itu masih berusia 15 tahun. "Makin lama, kelihatannya orangnya baik sekali," kata Maya memuji penampilan Ari Sigit, kala itu.

Persahabatan itu terpupuk pelan-pelan menjadi cinta. Semasa panas-panasnya pacaran, Ari Sigit sempat merantau ke London untuk kuliah manajemen di sebuah universitas di London. "Kita telepon-teleponan dan surat-suratan terus," kata Maya. Sepulang dari Inggris, Ari Sigit-Maya menikah. Kini, pasangan itu dikaruniai tiga anak: satu putri dan dua laki-laki.

Dalam banyak kesempatan, pasangan Ari Sigit-Maya mengaku hidup mesra dan saling mengisi. Kebiasaan yang tak terlewatkan adalah saling mengecup pipi, saat berpisah atau bertemu. "Habis gimana, ya? Udah kebiasaan, sih. Jadi, bukan pura-pura," ujar Maya.

Maya berusaha menyesuaikan diri dengan keluarga Ari Sigit, yang sangat kental dengan adat istiadat Jawa. "Saya ngerti bahasa Jawa, tapi tak bisa berkomunikasi," kata Maya. Sementara itu, anak-anak mereka cenderung mengikuti tata krama Jawa.

Keharmonisan keluarga ini ditunjang oleh hobi yang senada: musik! Kini, Ari Sigit sudah membuat dua album. Maya ikut terlibat dalam pembuatan album tersebut. Bahkan, beberapa lagu di album itu dinyanyikan bersama. Satu albumnya yang dipromosikan cukup gencar melalui televisi serta radio adalah Mungkinkah Kan Kembali, yang diluncurkan pada 1996.

Tapi, sambutan masyarakat kurang menggembirakan. Ari Sigit tidak pernah mengeluhkan produknya yang gagal itu. "Tidak ada maksud saya berkarier dalam bidang musik," kata pria berwajah "bayi" ini.

Satu lagi hobi keduanya yang sejenis adalah balap mobil. Baik Ari Sigit maupun Maya punya selera olahraga ngebut. Kegemaran memacu di jalanan sudah tumbuh dalam diri Ari Sigit sejak usia 12 tahun. Berbagai reli, baik di dalam maupun di luar negeri, telah diikutinya.

Seringkali, Maya ikut nonton suaminya kebut-kebutan di arena. "Mengikuti reli sama risikonya dengan bisnis. Salah langkah bisa celaka," kata Ari Sigit mengibaratkan. Yang satu berisiko bangkrut, yang satu lagi berakibat nyawa melayang. Selain balap, Ari juga ngefans motor besar Harley Davidson.

Meski terlihat rukun-rukun selalu, pasangan Ari Sigit-Maya tak lepas dari gosip: "Cuma serasi di luaran saja." Konon, hubungan perkawinan mereka tak harmonis. Maya cenderung lebih dominan. Sedangkan anak-anak mereka lebih dekat dengan Ari Sigit. Dan, kabarnya, Maya sering mengungkit-ungkit hubungan Ari Sigit dengan Anisya Tri Banowati, pemain sinetron dan fotomodel.

Isu perselingkuhan itu terkuak dua tahun lalu. Saat itu, Anisya tiba-tiba melakukan somasi kepada tante Ari Sigit, Siti Hardijanti Rukmana, yang akrab dipanggil Mbak Tutut. Ceritanya, Anisya tidak diperkenankan bertemu dengan Ratu Marchela Anrisa. Marchela adalah anak Anisya hasil hubungannya dengan Ari Sigit. Akhirnya, kasus itu tak sampai masuk ke pengadilan. Anisya membatalkan somasinya, dan memilih jalan damai.

Tapi, apa lacur. Affair Ari Sigit-Anisya telanjur terbongkar. Kabarnya, Anisya menikah di bawah tangan dengan Ari Sigit di Singapura pada 1992, dan melahirkan anak setahun kemudian. Masalah itu, konon, dijadikan senjata bagi Maya untuk "menekan" Ari Sigit, dan sering menimbulkan perselisihan.

Rupa-rupanya, obat-obatan adalah "jalan" keluar dari kehidupan Ari-Maya yang tak lagi harmonis, tidak seperti awal-awal pernikahan mereka. Mungkin. Sebab, Ari Sigit belum mau berkomentar. "Saya ambil hikmahnya," kata Ari Sigit pendek, tentang Maya yang ketangkap polisi lagi nyabu itu. Tim Gatra
[Gatra Nomor 33, 1 Juli 2000]


printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 21 November 2018 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdot123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer