spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
NASIONAL
spacer
 
GH Mantik Meninggal Dunia

Jakarta, 9 Agustus 2001 06:34
Mantan Wakil Ketua DPR/MPR Letjen TNI Purn Gustaaf Hendrik Mantik (73) meninggal dunia pada Rabu (7/8) pukul 21.45 WIB, setelah sekitar dua bulan dirawat di Rumah Sakit (RS) Siaga, Jakarta Selatan.

Almarhum yang lahir di Bandung pada 26 April 1928 meninggalkan istri, Annete Julien Mingkid, dan tiga putri yaitu Marie Josephine (Fina), Musjana Norma (Ade) dan Agusta Triana (Nina), serta empat cucu dan satu cicit.

Mantan Pangdam Jaya (1973-1977) tersebut juga merupakan ayah angkat Wakasad Letjen TNI Kiki Syahnakri serta mertua dari Kabakin Letjen TNI Purn. Arie J Kumaat yang menikah dengan Fina.

"Beliau beberapa waktu lalu jatuh di pintu rumah, kemudian dirawat selama dua bulan untuk memperbaiki tulang akibat jatuh namun terjadi komplikasi hingga meninggal," kata Musjana Norma yang ditemui di rumah duka Jl Mangun Sarkoro Menteng Jakpus, Kamis dini hari.

Menurut dia, almarhum akan dimakamkan di TMP Kalibata Jaktim pada Jumat (10/8) pukul 14.00 WIB setelah Kebaktian Penghiburan pada Kamis malam.

Menurut Musjana, ayahnya setelah tidak menjadi Wakil Ketua DPR/MPR, menghabiskan waktu untuk kegiatan sosial seperti gereja dan perkumpulan masyarakat Minahasa.

GH Mantik saat berpangkat Mayjen TNI menjadi Pangdam Jaya menggantikan Mayjen TNI Poniman pada 1973 hingga jabatan tersebut diserahterimakan pada Mayjen TNI Norman Sasono (alm) pada 1977.

Mantik menjabat Gubernur Sulut selama lima tahun hingga 1985 kemudian menjadi Wakil Ketua DPR/MPR 1985-1988 saat Amir Mahmud menjabat ketua lembaga itu.

Saat menjabat Wakil Ketua DPR/MPR, almarhum menjadi anggota Tim Sembilan yang bertugas menyusun rancangan GBHN 1988-1993.

Mantan Pangkowilhan I Sumbar tersebut memiliki bintang Jasa yang dimiliki antara lain Bintang Mahaputra Adhipradana, Bintang Gerilya, Satya Lancana Penegak.

Selain tanda kehormatan dari negara, almarhum juga memperoleh gelar terhormat dari Majelis Kebudayaan Minahasa yaitu gelar Tonaas Wangko um Banua bersama-sama AE Kawilarang HBL Mantiri dan HN Sumual.

Otobiografi GH Mantik terbit pada 1998 dengan judul "Buku Kenangan G.H Mantik : Profil Seorang Pejuang Prajurit."

Dalam daftar calon legislatif sementara Pemilu 1999, GH Mantik tercatat sebagai Caleg urutan pertama dari Partai Kristen Nasional Indonesia (Krisna) untuk wilayah pemilihan DKI Jakarta.

Almarhum juga tercatat sebagai anggota Dewan Penasehat Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) masa bakti 1993-1997 bersama Laksamana TNI Purn Rudolf Kasenda dan Letjen TNI Purn Leo Lopulisa.

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 15 November 2018 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdot123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer