Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

APA & SIAPA

Jeany & Kiat Membagi Waktu

Senyum hangat terpancar dari wajah spinter muda Indonesia, Jeany Nur Aini. Dari sisi prestasi, dara kelahiran 22 Agustus 2000 itu terbilang cukup oke. Ia pernah meraih emas nomor lari 100 meter remaja pada Kejurnas Atletik Junior dan Remaja pada 2016 silam.

Pada tahun itu juga, Jeany mengharumkan Indonesia dengan menjadi juara 1 lari 4x100 meter di ajang SEA Youth Championship. Di kejuaraan yang sama, pada tahun 2017 ia juga menjadi juara 1 di nomor lari 100 meter. Selain itu, Jeany juga lolos limit Kejuaraan Atletik Dunia U-18 di Nairobi, Kenya. Teranyar, Jeany berhasil memboyong medali emas di nomor 4x100 meter pada test event Asian Games 2018.

Hasil gemilang itu ditorehkan atlet muda asuhan PB PASI itu setelah menekuni lari sprin semenjak empat tahun silam. Kala itu, Jeany yang baru berusia 14 tahun. Kini, gadis berparas manis ini kuliah di Jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas Mustopo, Jakarta. Sebagaimana yang dilakukan sebelumnya, ia harus pandai-pandai mengatur waktu, antara untuk pendidikan dan kariernya sebagai atlet.

Kepada wartawan GATRA, Annissa Setya Hutami, yang mewawancarainya saat latihan di Stadion Madya Senayan, Jakarta, Selasa lalu, ia mengutarakan impiannya untuk menjadi presenter dan pemandu acara olahraga profesional. Berikut petikannya:

Bagaimana awal mula bisa menjadi atlet atletik?
Semula, sebelum masuk pelatnas, hanya sering latihan lari. Begitu melihat penampilan kakak senior yang tampak sangat keren ada keinginan untuk menjadi bagian dari tim. Pas ada tes, saya disuruh ikut dan akhirnya lolos.

Kabarnya, selain menjadi atlet, ada keinginan juga untuk menjadi presenter ?
Iya. Tertarik dengan bidang tersebut. Menjadi presenter dan humas sepertinya menyenangkan. Karena itulah, akhirnya saya mengambil pendidikan ilmu komunikasi.

Mengapa tidak mengambil jurusan di bidang olahraga?
Saya takut jenuh bila kuliah di bidang olahraga. Ingin merasakan sesuatu dan situasi yang berbeda. Jadi punya pengalaman lebih di berbagai aspek.

Apakah ada kesulitan dalam membagi waktu antara kuliah dan latihan?
Selama kuliah tidak mengalami kesulitan. Yang lebih berat ketika sekolah dulu. Harus pintar bagi waktu. Pagi sekolah dan malamnya harus latihan. Kan sekarang masih jadi mahasiswa baru, jadi belum terlalu banyak tugas. Belum tahu nanti kalau beberapa semester lagi.

Kalau nanti banyak tugas kuliah dan latihannya juga padat, bagaimana mengatasinya ?
Ya udah lanjutin aja. Itu sudah konsekuensi. Melihat lagi pengalaman ketika SMA. Meskipun berat tapi tetap terlewati. Apalagi dulu sekolah di SMA umum jadi memang harus dijalanin kedua bidang tersebut.

Apa target yang akan dicapai dalam waktu dekat ini?
Pengen ikut SEA Games 2019 di Filipina.
ARTIKEL LAIN

Cover Majalah GATRA edisi No.47 / Tahun XXIV / 20 - 26 Sep 2018 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Apa & Siapa
Ekonomi & Bisnis
Focil
Internasional
Kolom
Laporan Khusus
Laporan Utama
Nasional
Pariwara
Surat & Komentar
Teropong
 
Created and maintained by Gatra.com