Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

APA & SIAPA

Slank dan Pancasila

Slank juga membawakan tembang "Ngindonesia" yang memuat pidato Bung Karno. Lagu ini mengantarkan pesan utama acara yakni orasi singkat sejumlah tokoh tentang Pancasila.

Memperingati Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, grup band Slank menggelar konser "Indonesia Damai: Pancasila Rumah Kita" di Lapangan Pancasila, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Jumat lalu. Para personel Slank menemui Gubernur yang sekaligus Raja Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Sehari sebelum konser, mereka diarak dengan andong ke keraton untuk berbuka puasa dengan Sultan sekaligus menjelaskan misi konser tersebut. "Pancasila cuma jadi gantungan di tembok dan kurang dijalankan," ujar drummer Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim saat itu, seperti dilaporkan Arif Koes Hernawan dari GATRA.

Di panggung, Slank menjadi penampil utama di depan sekitar 10.000 pasang mata. Mereka mayoritas Slankers yang membawa bendera berlogo Slank dan asal daerah masing-masing. Sejak awal, semangat Slankers ini langsung dipompa dengan "Mars Slankers", disusul lagu kebangsaan "Mars Pancasila", yang jamak dikenal sebagai lagu Garuda Pancasila.

Slank juga membawakan tembang "Ngindonesia" yang memuat pidato Bung Karno. Lagu ini mengantarkan pesan utama acara yakni orasi singkat sejumlah tokoh tentang Pancasila.

Mereka antara lain Sultan HB X, Ahmad Syafii Maarif (ulama), Panut Mulyono (Rektor UGM), dan Yudian Wahyudi (Rektor UIN Sunan Kalijaga). Momen ini juga menjadi ajang pencanangan Bulan Pancasila, selama Juni-Agustus 2018, yang diisi sejumlah acara di Yogyakarta.

Performa Slank masih berlanjut dengan kejutan dari Abdi Negara Nurdin atau Abdee. Sang gitaris yang tengah menjalani masa pemulihan dari sakitnya ini tampil di paruh kedua konser. Selain tentang kebangsaan dan kebersamaan, Slank menyisipkan beberapa lagu cinta seperti "I Miss You, but I Hate You", "Virus", dan "Kamu Harus Pulang".

Namun, selama 1,5 jam hingga menjelang buka puasa, tembang bertema sosial mendominasi hingga pengujung penampilan Slank, seperti tentang keyakinan di "Uni Religi", medsos di "Pala Lo Peyank", dan gotong royong di "Ngeslank Rame-rame".

"Yogyakarta itu Indonesia kecil. Jadi, tepat kalau hari lahir Pancasila dirayakan di sini. Bangsa ini sudah banyak makan asam garam. Terkena bencana dan bom berkali-kali tapi berhasil bangkit," kata vokalis Akhadi Wira Satriaji atau Kaka, mengingatkan aksi teror dan bencana termasuk letusan Gunung Merapi pada pagi itu.
ARTIKEL LAIN

Cover Majalah GATRA edisi No.33-34/ Tahun XXIV / 14 - 27 Juni 2018 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Apa & Siapa
Edisi Khusus
Focil
Internasional
Kesehatan
Nasional
Pariwara
Surat & Komentar
Wawancara
 
Created and maintained by Gatra.com