Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

APA & SIAPA

Dewi Sandra dan Kajian Islam

Dewi sering mengikuti kajian agama Islam jauh sebelum Ramadan tiba. Kali ini ia mengikuti kajian baru: kelas Liqo, yakni pertemuan berupa pengajian dan mendengarkan nasihat atau tausiyah dalam rangka menambah keimanan; Imam Nahrawi dan Olahraga Saat Puasa.

Dewi Sandra punya cara sendiri dalam menjalani Ramadhan tahun ini. Kini, ia kini lebih sering mengikuti kajian-kajian tentang agama Islam. "Saya ingin menikmati Ramadan dengan ilmu," katanya kepada Umaya Khusniah dari GATRA, di kawasan Sasana Kriya Taman Mini Indonesia Indah, Rabu pekan lalu.

Dewi sering mengikuti kajian agama Islam jauh sebelum Ramadan tiba. Kali ini ia mengikuti kajian baru: kelas Liqo, yakni pertemuan berupa pengajian dan mendengarkan nasihat atau tausiyah dalam rangka menambah keimanan. Menurut Dewi, dalam Liqo--yang seluruh pesertanya perempuan--terdapat banyak kajian yang berkaitan dengan agama Islam.

Dewi merasa beruntung tinggal di kawasan Bintaro. Di kawasan tempat tinggalnya itu, setiap hari selalu ada undangan untuk mengikuti kajian. "Jadi, bisa dibilang hampir setiap hari ke kajian," ujar wanita yang juga brand ambassador salah satu merek kosmetik ini. Kajian yang diikuti Dewi bermacam-macam, fikih, tadarusan (baca Al-Quran), dan Liqo. Yang menjadi pengisi kajian pun kata Dewi berbeda-beda tiap kali pertemuannya.

Dalam seminggu ada tiga kajian yang wajib ia datangi. Pertama Liqo, kajian di kawasan Bintaro, dan kajian bersama pasangan. Selebihnya Dewi memilih sesuai dengan keluangan waktunya. "Saya akui saya fakir ilmu. Namun, itu tak membuat minder. Saya justru jadi bersemangat untuk belajar," katanya.

++++

Imam Nahrawi dan Olahraga Saat Puasa
Menteri Olahraga Imam Nahrawi mengaku, kesibukannya bertambah selama Ramadan ini dibanding tahun-tahun sebelumnya. Terutama menjelang pelaksanaan Asian Games, Agustus-September mendatang di Jakarta dan Palembang.

Pelaksanaan Asian Games, yang kurang dari 100 hari lagi, harus mendapatkan perhatian lebih serius. Namun kewajiban berpuasa juga tidak boleh ditinggalkan. "Tahun terasa lebih padat saja, kita sudah harus lebih bersiap menjelang Asian Games di Jakarta dan Palembang. Semuanya harus lebih disiapkan, baik venue, atlet, dan kesiapan lainnya," katanya seperti dilaporkan Tasmalinda dari GATRA.

Hal ini disampaikan Imam saat mengunjungi kawasan venue Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Rabu lalu. Hanya, saja, perlu pengaturan waktu dan kuantitas berolahraganya.
Karena itulah, meski di bulan puasa, Imam mengaku tetap rutin berolahraga. Ia kerap menjalankan beberapa olahraga yang telah menjadi hobinya, seperti bulu tangkis. "Biasanya, saat tidak puasa, olahraga banyak di pagi hari atau siang hari. Saat Ramadan olahraganya banyak di sore dan malam hari, dengan kuantitas yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan," kata Imam.

Ia pun mengatakan, saat terdapat waktu yang cukup pada malam hari, maka tidak segan untuk bermain bulu tangkis. Selain bermain bulu tangkis, Imam mengaku, pada sore hari ia sering bersepeda dan bermain futsal.
ARTIKEL LAIN

Cover Majalah GATRA edisi No.33-34/ Tahun XXIV / 14 - 27 Juni 2018 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Apa & Siapa
Edisi Khusus
Focil
Internasional
Kesehatan
Nasional
Pariwara
Surat & Komentar
Wawancara
 
Created and maintained by Gatra.com