Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

EDISI KHUSUS

Dari Aksi Damai ke Koperasi Syariah

Belum dua tahun beroperasi, KS 212 sudah mempunyai 46 ribu anggota dan mengumpulkan modal lebih dari Rp23 miliar. Produk 212 Mart dan aplikasi KS212 Mobile jadi andalan. Bisnis properti dan reksadana tidak dilanjutkan.

Berapa jumlah umat Islam peserta aksi bela Islam jilid III pada 2 Desember 2016? Ada banyak versi. Ada yang mengkalaim jutaan, ada juga yang memperkirakan ratusan ribu saja. Yang jelas, dari sisi kuantitas belum ada preseden menyamai “Aksi 212” di Indonesia; yang melibatkan umat Islam dengan jumlah besar dalam menanggapi sebuah persoalan.

Semangat umat Islam dalam Aksi 212 yang mencerminkan persatuan, perdamaian, dan kebersamaan itu dipandang sebagai aset produktif nasional yang menunggu upaya pemberdayaan lebih lanjut. Lantas sejumlah usulan muncul. Mulai dari pembentukan bank, usaha minimarket, stasiun televisi dan badan usaha lainnya dengan label 212.

Akhirnya, pengurus Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) yang memegang komando pada Aksi 212 memutuskan untuk membentuk Dewan Ekonomi Syariah 212 yang beranggotakan tujuh orang, “Dari situlah ide pembentukan Koperasi 212 muncul,” kata Direktur Eksekutif Koperasi Syariah (KS) 212, Dr. Ahmad Juwaini.

Koperasi Syariah 212 adalah koperasi primer nasional yang resmi berdiri pada 6 Januari 2017. Koperasi yang menyandang moto “Berjamaah, Amanah, Izzah” itu mendapatkan pengesahan dari pemerintah melalui Surat Keputusan Menteri Koperasi dan usaha Kecil Menengah Nomor 003136/BH/M.UMKM.2/I/2017, yang dikeluarkan oleh Kementerian Koperasi dan UKM pada 19 Januari 2017.

Koperasi yang berkantor pusat di area perkantoran Bellanova Country Mall, Sentul City, Bogor, Jawa Barat, ini ikut melibatkan tokoh-tokoh Islam seperti K.H. Ma'ruf Amin, K.H. Arifin Ilham, Aa Gym, dan K.H. Cholil Nafis. Mereka tercatat dalam struktur organisasi KS 212. Sementara itu, yang menjabat sebagai Ketua Umum adalah Dr. M. Syafii Antonio.

Anggota pertama KS 212 sekitar 100 orang. Jumlah itu terus berkembang, dan pada April 2018 lalu tercatat lebih dari 46.000 anggota. Rata-rata pertumbuhan anggotanya adalah 2.000–4000 orang per bulan. Targetnya, hingga akhir 2018 ini ada 50.000 anggota.

Dalam laporan keuangan KS 212 tahun buku 2017, tercatat modal anggota yang berhasil dikumpulkan lebih dari Rp23 milyar dan sisa hasil usaha yang dibagikan kepada anggota sekitar Rp506 juta.

Sejak awal 2017 ditetapkan, sekurangnya tiga model bisnis menyangkut pembiayaan dan pengembangan usaha. Yang terkait dengan pembiayaan adalah bisnis properti syariah dan investasi melalui instrumen keuangan syariah lainnya seperti reksadana syariah. Lalu yang terkait dengan produk pengembangan usaha adalah penguasaan jaringan waralaba dan minimarket nasional dengan merek 212 Mart.

Namun, pada perkembangannnya, rapat anggota tahunan KS 212 pada awal 2018 memutuskan untuk menghentikan sementara skenario bisnis properti. Dalam website resmi KS 212 ada disebut tentang Tower212 Quranic Village sebagai bagain dari proyek pembangunan kompleks apartemen di kawasan Margonda, Depok, Jawa Barat. “Itu hanya membantu menjualkan apartemen atau tower-nya saja,” kata Juwaini.

Harga properti yang tidak bisa murah dan perkembangan bisnisnya yang tidak terlalu bagus membuat pengurus memutuskan untuk menghentikan dulu produk properti dalam bisnis KS 212. Yang juga statusnya dihentikan adalah model pengelolaan dana melaui investasi reksadana syariah. “Masih ada perdebatan soal aspek halal reksadana syariah. Dalam rapat anggota tahunan luar biasa diputuskan untuk tidak meneruskan sampai clear perdebatannya,” Juwaini memaparkan.

Dengan penghentian dua produk itu, maka saat ini produk usaha yang paling moncer dari KS 212 adalah waralaba 212 Mart dan layanan transaksi pembelian dan pembayaran KS 212 Mobile. Hinggta April 2018, kata Juwiani, sudah beridi sekitar 170 jaringan minimarket 212 Mart di Indonesia dengan 90 gerai di antaranya di Jabodetabek.

Waralaba 212 Mart praktiknya berbasis komunitas. Ini bukan bisnis perorangan. Sederhananya, untuk mendirikan sebuah gerai 212 Mart di suatu lokasi, maka syarat yang harus dipenuhi adalah keberadaan komunitas umat di sekitar lokasi tersebut. “Karena yang menghidupkan gerai itu nantinya atau yang berbelanja nanti di gerai itu, ya komunitas itu. Selebihnya baru dari masyarakat luas,” Juwaini menjelaskan.

Komunitas itu lantas menghimpun diri menjadi koperasi syariah lokal yang menginduk pada KS 212. Targetnya, setiap koperasi mendirikan minimal satu gerai 212 Mart” di setiap kecamatan. Sebagai contoh, di Jakarta Selatan, komunitas telah membentuk Koperasi Syariah Komunitas Jakarta Selatan pada 8 Oktober 2017. Selama delapan bulan berjalan, sudah ada tiga gerai 212 Mart yang berdiri. Yakni di Kecamatan Pancoran, Mampang, dan Pasanggarahan.

“Dalam waktu dekat, akan kita buka lagi tiga gerai di Jakarta Selatan,” kata Ketua Koperasi Syariah Komunitas Jakarta Selatan, Imron Halimy, kepada Dara Purnama dari GATRA.

Untuk mendirikan satu gerai 212 Mart di Jakarta Selatan, menurut Imron, koperasi mensyaratkan sekurangnya 300 orang dalam satu komunitas dengan dana terhimpun Rp300 juta. Syarat lainnya sudah tersedia lokasi dan harus ada dukungan dari ulama, kiai atau hafiz di kecamatan tersebut, karena basis anggota koperasi adalah jamaah.

Dengan model itu, dari enam gerai 212 Mart' yang telah dan akan berdiri di Jakarta Selatan, koperasi telah menghimpun 2.000 orang. Hingga akhir 2018 nanti ditargetkan penambahan sejumlah gerai lagi dengan total anggota komunitas 5.000 orang. “Setiap minggu saya keliling kecamatan untuk sosialisasi pentingnya memiliki gerai 212 Mart,” kata Imron.

Saat GATRA berkunjung ke 212 Mart Pangadegan, Pancoran, banyak sekali jenis produk UKM yang dijual seperti baju sekolah, sabun mandi, pasta gigi, deterjen, pewangi pakaian, sampo, mi instan, dan lainnya. Produk UKM tersebut ada yang dijual oleh anggota maupun non-anggota koperasi.

Agar ketahanan jaringan 212 Mart di suatu wilayah kuat diterapkan sistem saling subsidi antar-toko. Model subsidi silang itu yang membendakan praktik bisnis 212 Mart dengan ritel-ritel lainnya yang rata-rata dimiliki oleh satu orang. “Gerai ritel yang dimiliki satu orang, kalau sepi pembeli langsung terancam gulung tikar,” Imron melanjutkan.

Catatan positif dari bisnis waralaba minimarket itu ditanggapi oleh KS 212 dengan membuat model produksi produk-produk khusus untuk dipasarkan di 212 Mart. Dengan begitu, kelak diharapkan barang yang diproduksi minimarket 212 itu juga hasil kerja sama dari UKM-UKM, namun dengan kapasitas transaksi lebih besar. Sejauh ini, kerja sama masih dengan perusahaan-perusahaan grosir besar.

Bagi KS 212, produk usaha lain yang angka pendapatannya lebih besar daripada 212 Mart (KS 212 memperoleh pendapatan untuk setiap gerai 212 Mart yang didirikan) adalah dari aplikasi Koperasi Syariah 212 Mobile –KS212 mobile. Yaitu, lini bisnis dalam jaringan yang melayani transaksi pembelian dan pembayaran secara online. Selama satu tahun beroperasi, produk ini sudah menyumbang pendapatan sebesar Rp1.85 milyar untuk KS 212.

Aplikasi ini menyediakan tarif yang kompetitif untuk setiap transaksi pembelian atau pembayaran. Misalnya, membeli token listrik, transfer dana, bayar BPJS, tagihan kartu telefon, dan lain sebagainya. Ke depan, aktivasi aplikasi KS212 Mobile ditargetkan dapat semudah layanan fintech dan seaman sistem perbankan.

Target lain yang sudah dirumuskan dalam rapat anggota tahunan 2017 KS 212 adalah target pendapatan dan laba naik sebesar minimal 20%, menambah total aset menjadi Rp60 milyar, dan membeli gedung sendiri untuk kantor pusat KS 212. Rupanya, masa sewa kantor yang kini ditempati, di ruko Bellanova, Sentul, Jawa Barat, berakhir 2018 dan pemilik ruko memutuskan untuk tidak memperpanjang.

Bambang Sulistiyo dan Anthony Djafar
ARTIKEL LAIN

Cover Majalah GATRA edisi No.33-34/ Tahun XXIV / 14 - 27 Juni 2018 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Apa & Siapa
Edisi Khusus
Focil
Internasional
Kesehatan
Nasional
Pariwara
Surat & Komentar
Wawancara
 
Created and maintained by Gatra.com