Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

OLAHRAGA

Isyarat Hengkang Seusai Juara

Berperan dalam mencetak sejarah sebagai juara Liga Champion tiga tahun beruntun tak menjadi jaminan megabintang Real Madrid bertahan. Seusai laga final, Gareth Bale dan Christiano Ronaldo mengisyaratkan hengkang.

Drama laga puncak Liga Champions 2018 mengiringi kemenangan Real Madrid atas Liverpool. Dari cedera Mohammed Salah karena tekel Sergio Ramos, hingga blunder kiper Liverpool Loris Karius yang berujung dua gol. Alhasil, Los Blancos, julukan tim asal Madrid, Spanyol, itu unggul 3-1 dalam laga yang dihelat di stadion NSC Olimpiyskiy, Kiev pada Sabtu, 26 Mei, atau Minggu dini hari lalu. Rentetan gol Karim benzema (51') dan sepasang gol pemain asal Wales, Gareth Bale (64' dan 83') menjadi pembeda. Liverpool hanya mampu memasukkan satu gol balasan melalui Sadio Mane.

Akibat ditekel Rramos, Salah diragukan bisa tampil di Piala Dunia Rusia mendatang, meskipun lewat akun Twitte-nya, ia mengungkapkan optimismenya bisa segera pulih. Ramos juga dicibir akibat aksinya itu. Karius, di sisi lain, menjadi bulan-bulanan fans karena blundernya. Drama final sudah usai. Untuk Real Madrid, ditunggu drama berikutnya yang mungkin akan membuat pelatih Zinedine Zidane pusing.

Seusai laga final, Bale, yang didapuk menjadi pemain terbaik karena mencetak dua gol kemenangan di final justru curhat pada sesi konferensi pers. Kepada wartawan, ia mengungkapkan kekecewannya karena harus mulai bermain dari bangku cadangan di Kiev. Bale mengaku ragu akan masa depannya setelah pertandingan, dan perlu berbicara lebih jauh dengan agennya, Jonathan Barnett. “Saya butuh bermain di setiap pertandingan, dan itu tidak terjadi musim ini karena satu alasan atau lainnya,” kata Bale.

Di suatu tempat saat musim panas tiba, Bale melanjutkan, ia akan mendiskusikan soal masa depannya di Madrid. “Jelas saya sangat kecewa karena tidak bermain dari awal pertandingan. Yang terbaik saya bisa lakukan adalah datang dan memberi dampak,” katanya seperti dikutip dari BBC.

Bale jelas berang dengan pelatihnya, karena musim ini lebih banyak duduk di bangku cadangan; dan cedera menjadi alasan yang menurutnya dilebih-lebihkan. Hubungan keduanya terlihat tegang. Zidane, kabarnya, juga mengabaikan Bale selama tiga jam setelah laga final berakhir. Ditanya apakah Zide mengajaknya berbicara setelah peluit akhir berbunyi, Bale hanya menggelengkan kepalanya. Ia baru menjawab lugas ketika ditanya apakah Zidane mengatakan sesuatu tentang penampilannya. “Tidak,” jawab Bale.

Torehan Bale selama di Madrid sebenarnya tidak terlalu jelek. Dia bahkan dilabeli sebagai “Man for All Finals” karena peran pentingnya di laga final sebuah turnamen. Ia selalu mencetak gol kemenangan seperti di final Piala Spanyol 2014, final Liga Champion 2014, satu gol di final Piala Dunia, juga satu penalti di final Liga Champion 2016. Terakhir, dua gol penentu di Kiev.

Isyarat hengkang lainnya juga muncul dari megabintang Christiano Ronaldo. Berbeda dengan Bale, Ronaldo nasibnya jelas lebih baik. Ia selalu menjadi pilihan utama pelatih, bahkan menjadi top skorer Liga Champion musim ini dengan torehan 15 gol dan membukukan 26 gol di La Liga.

Aneh memang, ketika mendapat gelar dan bermain reguler, Ronaldo justru ingin hengkang. Kabarnya, pemain berusia 32 tahun itu gelisah di Bernabeu dan tidak senang dengan klub, karena tak ada tawaran dan kesepakatan yang lebih baik untuk membuatnya bertahan. Pemain internasional Portugal itu sebelumnya dikabarkan menuntut kesepakatan baru, setidaknya setara dengan penghasilan Neymar yang kabarnya juga dibidik Madrid untuk hengkang dari Paris Saint Germain (PSG).

“Sangat menyenangkan berada di Madrid,” katanya. Namun, ia melanjutkan, dalam beberapa hari mendatang ia akan memberikan tangggapan kepada para fans tentang masa depannya dan berjanji tidak menyembunyikannya. Namun, menurutnya, saat ini bukan waktu yang tepat karena klubnya baru saja mencetak sejarah baru.

Isyarat hengkang ini bukan yang pertama kalinya dilontarkan Ronaldo. Kepada presiden klub Florentio Perez, Ronaldo sebelumnya juga mengungkapkan ketidakbahagiaannya. Namun, jarang sekali Ronaldo terbuka soal ini. Sementara itu, Perez sepertinya enggan menjawab isyarat itu dengan mengatakan bukan saatnya membahas masalah individu.

Terlepas dari pernyataan itu, media Spanyol Don Balon mengklaim Ronaldo sudah menyiapkan skenario pindah ke PSG. Utamanya, sebagai antisipasi jika Neymar benar-benar datang ke Madrid. Disebutkan, mantan pemain Manchester United itu bahkan sudah melakukan kontak sembunyi-sembunyi dengan PSG sejak beberapa minggu lalu. Agen Ronaldo, Jorge Mendes, yang memulai pembicaraan dengan juara Ligue 1 itu.

Ronaldo sendiri sebenarnya masih punya kontrak di Bernabeu hingga 2021. Ia terakhir meneken kesepakatan baru dengan Madrid pada Desember 2016. Tapi tampaknya, PSG juga enggan kehilangan Neymar karena baru satu musim bermain. Madrid dan PSG sepertinya harus bersabar menanti keputusan dua pemain bintangnya itu. Don Balon memastikan, tak akan ada keputusan, setidaknya hingga Piala Dunia berakhir.

Zinedine Zidane, saat jumpa pers seusai laga final, mengomentari soal isyarat dari kedua pemainnya itu. Zidane menyebut Ronaldo sebagai bagian dari sejarah klub dan berharap agar mau bertahan hingga pensiun.

“Saya melihat Cristiano di sini selamanya. Semua orang menginginkannya di Real Madrid dan kami menginginkan itu,” kata dia. Ini merupakan isyarat bahwa pihaknya memberikan jaminan pada Ronaldo soal posisinya di Madrid.

Namun, respons Zidane berbeda ketika ditanya soal Bale. Ia tidak memberikan jaminan yang sama. “Situasi Bale sedikit lebih rumit,” katanya.

Sandika Prihatnala

Cover Majalah GATRA edisi No.31 / Tahun XXIV / 31 Mei - 6 Jun  2018 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Apa & Siapa
Buku
Ekonomi & Bisnis
Focil
Internasional
Kesehatan
Kolom
Laporan Khusus
Laporan Khusus II
Laporan Utama
Multimedia
Nasional
Olahraga
Pariwara
Perjalanan
Surat & Komentar
Teropong
Wawancara
 
Created and maintained by Gatra.com