Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

PENDIDIKAN

Prestasi Moncer dengan Kurikulum Gado-Gado

Tiga kurikulum diterapkan di sekolah ini. Siswa terbiasa dengan soal-soal tipe HOTS. Lulusannya 100% diterima di perguruan tinggi negeri.Tak sedikit pula yang diterima di perguruan tinggi luar negeri.

Bangunan tinggi mendominasi lahan seluas 4 hektare itu. Pepohonan rindang dan kolam ikan mengademkan hawa gerah Jakarta. Gedung berarsitektur Belanda dengan atap genteng, bercat oranye dan putih, itu merupakan bangunan sekolah tiga lantai. Fasilitas penunjang seperti asrama, auditorium, gedung olahraga, dan laboratorium.

Itulah suasana SMA Negeri Unggulan Muhammad Husni Thamrin (SMANU M.H. Thamrin) di Jalan Bambu Wulung, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. Sekolah yang berdiri pada 2009 itu selalu jadi primadona. Banyak siswa seantero Jakarta--juga dari luar Jakarta--berbondong-bondong menimba ilmu di sekolah berfasilitas lengkap ini.

Razez Manggala Putra, 16 tahun, termasuk remaja yang beruntung belajar di sekolah favorit itu. Menurut siswa yang kini duduk di bangku XII-3 itu, SMANU M.H. Thamrin menempa mentalnya dengan baik. "Sekolah ini mandiri, kayak uji mental. Aku disaranin sama orang tua masuk sini karena sekolah ini bagus," kata Razez. SMANU M.H. Thamrin menerapkan kurikulum Cambridge, sebagai kurikulum tambahan di luar kurikulum nasional.

Suasana kelas yang sangat kondusif menambah semangat Razez menimba ilmu. "Suasananya kayak Bimbel (bimbingan belajar). Kita bisa ngerti apa yang guru kasih tahu. Dan kita bisa nanya, guru bisa ngasih attention ke kita," kata remaja asli Jakarta ini.

Wakil Kepala Sekolah SMANU M.H. Thamrin, Jaenuddin, menjelaskan bahwa sejak awal didirikan, sekolah ini memiliki komitmen mencetak generasi muda berprestasi. Siswa yang masuk diseleksi secara ketat melalui tes penerimaan peserta didik baru (PPDB). Nilai rapor siswa untuk tiga mata pelajaran: Matematika, IPA, dan Bahasa Inggris, rata-rata minimal 8,5. Lalu seleksi dilanjutkan dengan tes IQ dan psikotes.

"Jadi, SMANU M.H. Thamrin memang dibangun untuk siswa-siswa yang memiliki kemampuan di atas rata-rata. Kita memiliki modal dasar yang secara umum tidak dimiliki oleh sekolah lain," katanya kepada GATRA, Senin lalu. Konsep pembelajarannya dengan menyinergikan tiga kurikulum: kurikulum nasional, kurikulum Cambridge, dan kurikulum olimpiade. "Karena kami menggunakan tiga kurikulum, secara (penguasaan) materi siswa lebih luas. Kemudian variasi bentuk-bentuk soal juga lebih kaya," tutur Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum ini.

Setiap kurikulum, menurutnya, memiliki keunggulan. Kurikulum Cambridge, misalnya, lebih menyajikan bahan pelajaran yang mutakhir dengan prosedur standar yang tetap. Adapun kurikulum olimpiade bersifat lebih opsional untuk menggenjot para siswa yang memiliki kompetensi tingkat tinggi. Pembinaannya berlangsung secara bersamaan. Setiap Sabtu, selama delapan jam, diberikan mata pelajaran yang dilombakan di olimpiade nasional.

Mata pelajaran sesuai SI (nasional) sebagai mata pelajaran wajib, sedangkan kuriculum Cambridge (Level A ) diperuntukkan bagi mata pelajaran MIPA dan olimpiade sains. Terbiasa dengan soal-soal olimpiade membuat siswa SMANU M.H. Thamrin tidak kaget dengan soal-soal berstandar internasional high order thinking skill (HOTS) yang disisipkan Kemendikbud untuk ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tahun ini.

Dengan menerpakan "kurikulum gado-gado", pada Tahun Pelajaran 2017/2018 lalu, Dinas Pendidikan DKI Jakarta resmi mengumumkan SMANU M.H. Thamrin sebagai sekolah yang berperingkat terbaik hasil rata-rata UN SMA/MA bidang IPA se-Provinsi DKI Jakarta. Nilai rata-rata siswa sekolah ini 86,90, mengungguli SMA Kristen 1 BPK Penabur (85,45), SMA Santa Ursula (83,56), SMA Kanisius (83,11) dan SMA Kristen 3 BPK Penabur (81,82).

Karena itu, Jainuddin mengaku bersyukur atas prestasi SMANU M.H. Thamrin yang setiap tahun makin menunjukkan kemajuan. Pada Tahun Pelajaran 2016/2017 sekolah ini meraih nilai tertinggi untuk kategori sekolah negeri. Pada tahun ini SMANU M.H. Thamrin menyandang predikat serupa untuk kategori sekolah negeri dan swasta. "Nilai rata-rata siswa kami tertinggi di bidang MIPA untuk sekolah negeri dan swasta," katanya.

Adapun persiapan untuk mendongkrak nilai UN dilakukan dengan beberapa terobosan. Contohnya, dengan melatih siswa mengerjakan soal dalam bentuk CBT (computer based test). Konsep ini diterapkan, kata Jaenuddin, untuk membiasakan siswa mengerjakan soal berbasis komputer, yang sebelumnya dalam bentuk tertulis. "Kami memakai aplikasi offline I-Spring, online-nya memakai aplikasi moodle, supaya siswa tidak kaku ketika menghadapi UN," katanya.

Selain itu, pembinaan untuk kelas XII digenjot habis-habisan. Mereka diberi pendalaman materi berupa uji coba UN sebanyak 3-4 kali. Hasilnya terlihat ketika pengumuman hasil UNBK. Berdasarkan catatan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, nilai rata-rata ujian siswa SMANU M.H. Thamrin adalah A untuk lima mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, dan Kimia. Sementara, nilai B pada mata pelajaran Biologi.

Predikat A bagi sekolah diperoleh karena tercapainya target 100% lulus UN dengan nilai sangat memuaskan. Tak hanya itu prestasi menggembirakan juga ditoreh para siswa SMANU M.H. Thamrin dengan menyabet lima medali dalam kompetisi olimpiade nasional tahun lalu. Di tingkat internasional pun, siswa sekolah ini juga mampu unjuk gigi dengan meraih medali emas Fisika dalam kompetisi Asian Phyiscs Olympiad (APO).

Medali emas Fisika juga diraih pada ajang International Physics Olympiad (IPO). "Dari sisi prestasi siswa kami membanggakan," kata pria lulusan S-2 (kimia) Universitas Indonesia itu.
Selain digenjot secara formal, para siswa juga mendapat pembekalan selama belajar di asrama. "Di asrama ada pembinaannya. Kami melakukan pembinaan untuk semua siswa pada malam hari. Ada istilahnya tutor malam yang diberikan oleh alumni," katanya.

Meski diasramakan, para siswa juga mendapat kesempatan untuk pulang ke rumah orang tua sekali dalam dua pekan. Hal itu dimaksudkan agar siswa tidak jenuh saat belajar. Sebagai gambaran, setiap hari siswa mesti belajar full day Senin-Sabtu dengan jadwal belajar mulai pukul 06.30 hingga 16.00 WIB (kecuali Sabtu sampai dengan pukul 15.00 WIB). Mereka yang ditampung di asrama beristirahat dan "mondok"; seperti rumah sendiri dengan fasilitas lengkap.

Anggaran asramanya ditanggung pemerintah. "Semua (anggaran) sudah ditanggung oleh pemda melalui APBD," kata guru pengampu pelajaran kimia itu. Sekolah ini terdiri dari 12 kelas (kelas X, XI, XII masing-masing empat kelas) dengan jumlah siswa sekitar 241 orang. Proses belajar mengajar diampu 29 guru, yang terdiri atas guru tetap (17 orang) dan guru honorer (12 orang). Di antara para guru terdapat 2 orang yang lulusan S-3 dan 13 orang yang berkualifikasi S2.

Sekolah dilengkapi dengan Laboratorium Fisika, Kimia, Biologi, Matematika, Komputer, dan Bahasa. "Semua didukung dengan infrastruktur modern dan mendukung kegiatan siswa," katanya. Tidak mmengherankan jika seluruh lulusan SMANU MHT ini diterima di perguruan tinggi negeri dan luar negeri ternama. Komposisinya ITB (30%), UI (30%), dan perguruan tinggi negeri yang lain (30%). Sisanya diterima di perguruan tinggi luar negeri, semisal Kaist University, Nanyang Techological University (NTU), dan University of Kentucky.

Andhika Dinata

Cover Majalah GATRA edisi No.30 / Tahun XXIV / 24 - 31 Mei  2018 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Apa & Siapa
Ekonomi & Bisnis
Focil
Internasional
Kesehatan
Kolom
Laporan Khusus
Laporan Utama
Lingkungan
Multimedia
Nasional
Pariwara
Pendidikan
Perjalanan
Seni Rupa
Surat & Komentar
Teropong
Wawancara
 
Created and maintained by Gatra.com