Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

LAPORAN UTAMA

Irfan Idris, Direktur Deradikalisasi BNPT: Sekarang Kriteria Teroris Sudah Tidak Fisik

Pergeseran pola terorisme sekeluarga ini merupakan hal baru. Radikalisme yang terjadi di Tanah Air pun terlihat semakin meluas.

Serangan bom bunuh diri di Surabaya pada akhir pekan lalu, memunculkan kenyataan baru. Ketiga aksi tersebut melibatkan sebuah keluarga sebagai ''pengantin''. Pelaku bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya adalah keluarga pemimpin Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Surabaya, Dita Oeprianto beserta istri dan keempat anaknya. Demikian juga dengan pengeboman di Polrestabes Surabaya, pelakunya adalah Tri Murtiono bersama istri dan ketiga anaknya.

Pergeseran pola terorisme sekeluarga ini merupakan hal baru. Radikalisme yang terjadi di Tanah Air pun terlihat semakin meluas. Lalu, bagaimana dengan program deradikalisasi yang diterapkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) selama ini, termasuk perkembangan dari revisi dari UU Terorisme.

Untuk mengetahui lebih detail, wartawan GATRA, Aditya Kirana, berbincang dengan Direktur Deradikalisasi BNPT, Irfan Idris. Berikut petikannya:

Sejauh ini mekanisme pemantauan BNPT seperti apa ?
Ada dua istilah, deportan dan returnis. Hasil deteksi BNPT sejak 2017, ada sekitar 200 yang ikut program deradikalisasi awalnya menjadi deportan. Ada 7 kloter. Yang terakhir ada 18 orang, termasuk Dwi Djoko Wiwoho (mantan Direktur Pelayanan BP Batam, didakwa terkait kasus terorisme ISIS). Itu yang kita tampung di Sentul selama satu bulan. Data lengkap dari Pak Tito Karnavian menyebutkan, 500 lebih. Tapi pada Juli 2017, diduga lebih dari apa yang disebutkan. Karena tidak hanya dari Indonesia, tapi juga orang Indonesia di negara lain dan yang bersimpati kepada ISIS juga akhirnya ikut berangkat ke Suriah. Itu yang tidak bisa dideteksi.

Apakah modus pengeboman sekeluarga menjadi hal baru bagi BNPT? Saya kira di Suriah pun tidak ada. Mereka melakukan itu sudah terencana sekali membagi tugas. Yang lebih mengherankan, dia tidak ada kriteria dan ciri-ciri fisik indikasi radikal seperti yang lalu-lalu: jenggotan dan jilbab besar. Sekarang kriteria teroris sudah tidak lagi secara fisik.

Bagaimana soal ideolog bomber Surabaya, Khalid Abubakar? Sekarang masih dilacak. Dia tidak termasuk di 200-an orang yang terdeteksi sebelumya. Mungkin dia pulang sendiri. Kalau dia pulang sendiri tidak bisa kita bina. Misalnya dia lama di Suriah, setelah tahu pasukan koalisi menyerang Suriah dan tidak ada peluang kehidupan, dia pulang ke Indonesia.

Bagaimana perkembangan RUU Terorisme?
Sudah selesai kok. Kemarin pertemuan dengan Kemenkopolhukam dan partai pendukung pemerintah. Secara internal kementerian dan panja bertemu di Kemenkumham dipimpin oleh Menteri Hukum dan HAM, membahas soal opsi-opsi definisi terorisme dan pelibatan TNI. Sebenarnya definisi terorisme ini hanya tertunda, bukan alot. Yang tidak kita bayangkan adalah masuknya pasal-pasal pencegahan yang tidak ada sebelumnya. Kalau pelibatan TNI kan sudah ada operasi militer selain perang (OMSP).

Bagi BNPT, penguatan apa yang harus diakomodasi di beleid itu?
Ada empat poin yang membuat BNPT semakin kuat. Yaitu adanya kesiapsiagaan, kontra-radikalisasi, deradikalisasi, dan penanganan pemulihan korban meski ada LPSK tapi belum maksimal.

Lalu penanggulangan korban terorisme bagaimana?
Korban ini kan terbagi dua: langsung dan tidak langsung. Jumlahnya ratusan yang masih traumatis. Misalnya bapaknya meninggal, anaknya itu jadi korban. Bagaimana sekolahnya?

Mereka, semua, harapannya punya beasiswa. Kita, BNPT, mengoordinasikan. Selain itu, status BNPT juga perlu dikuatkan. Jika terjadi eskalasi tingkat tinggi serangan teroris, BNPT menjadi pusat analisis data. Kepala BNPT sebagai sekretaris kemudian semua menteri ikut membantu. Deradikalisasi sebagai pusat pembinaan narapidana teroris yang sudah kooperatif.
ARTIKEL LAIN

Cover Majalah GATRA edisi No.29 / Tahun XXIV / 17 - 22 Mei  2018 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Agama
Apa & Siapa
Ekonomi & Bisnis
Focil
Ikon
Internasional
Kesehatan
Kolom
Laporan Khusus
Laporan Khusus II
Laporan Utama
Lingkungan
Multimedia
Nasional
Olahraga
Pariwara
Pendidikan
Perjalanan
Surat & Komentar
Teropong
Wawancara
 
Created and maintained by Gatra.com