Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

PARIWARA

Menggenjot Performa Atlet dengan Sport Science

Pocari Sweat Sport Science membimbing empat selebriti wanita menjadi atlet marathon yang tangguh

Kelly Tandiono kini menyandang julukan baru: gadis maraton. Aktris dan model itu baru saja melahap rute lari sejauh 42,195 kilometer dalam Seoul Marathon 2018, yang berlangsung 18 Maret lalu, dengan catatan waktu (personal best): 4 jam 26 menit. Capaian waktu itu tentu saja sangat membanggakan bagi pelari wanita amatir.

''Ini full marathon pertama yang saya ikuti, dan ternyata angka personal best saya cukup bagus,'' kata gadis kelahiran Singapura itu. Sebelumnya, Kelly sempat mengikuti beberapa event maraton di Tanah Air dalam jarak yang tidak terlalu jauh.

Capaian angka terbaik juga diraih artis pelari lainnya, Melanie Putria. Putri Indonesia 2002 yang memang sudah cukup lama menggeluti olahraga lari itu juga berhasil menyelesaikan Tokyo Marathon 2018, 25 Februari lalu, dalam waktu 3 jam 57 menit.

Melanie dan Kelly adalah dua di antara empat figur publik yang dikirim Pocari Sweat Sport Science untuk mengikuti ajang maraton tingkat dunia. Dua lainnya adalah Anindya K. Putri dan Haruka Nakagawa. Program Pocari Sweat Sport Science dibentuk pada 2016 lalu oleh Pocari Sweat , produsen minuman isotonik asal Jepang, dengan tujuan meningkatkan performa atlet. Dengan tagline "Born to Sweat", Pocari Sweat Sport Science lalu merekrut selebriti wanita penggemar olahraga untuk dijadikan sebagai atlet lari untuk dikirim ke event maraton tingkat dunia, yakni Seoul dan Tokyo Marathon. Dengan program ini, Pocari Sweat ingin menunjukkan bahwa perempuan biasa pun bisa menaklukkan tantangan maraton sejauh 42 kilometer.

Melanie Putria bergabung dengan program ini sejak 2016. Sedangkan Kelly, Anindya, dan Haruka baru tahun ini. Sejak bergabung, Melanie sudah mengikuti tiga event maraton dunia, yakni Tokyo Marathon 2016, Seoul Marathon 2017, dan Tokyo Marathon 2018.

Bagi Melanie dan Kelly, bergabung dengan Pocari Sweat Sport Science memberinya pengalaman yang sangat berharga. ''Melalui Pocari Sweat Sport Science, saya tahu bahwa lari itu ternyata perlu komitmen,'' ujar Melanie. Sebelum mengikuti maraton, mereka digembleng dalam latihan yang benar-benar berbasis science selama tiga bulan oleh tim ahli dari Pocari Sweat. Beberapa latihan yang harus mereka lakukan seperti lari sejauh 10 kilometer-30 kilometer. Mereka juga melakukan lari sprint dan latihan threshold. Semua latihan dilakukan secara progresif.

Dalam program ini ada empat disiplin ilmu yang dipelajari. Pertama, Sport Medicine, untuk meminimalkan timbulnya cedera pada saat latihan sekaligus penanganan cedera yang benar. Kedua, Sport Physiology, untuk meningkatkan performa atlet dari segi kekuatan dan ketahanan. Ketiga, Sport Nutrition, untuk mengatur pola makan, agar tubuh dapat menerima asupan gizi secara maksimal dalam meningkatkan performa. Keempat, Sport Psychology, untuk menyiapkan mental atlet.

''Dalam program ini saya mendapat banyak pengetahuan. Latihan saya dibimbing oleh coach, dokter, ahli gizi, psikologis, fisioterapis, dan fisiologis. Semuanya memberi saya wawasan bagaimana mempersiapkan seorang pelari,'' kata Imel.

''Saya bangga, karena pelari laki-laki saja jarang yang bisa mencapai angka itu,'' kata Imel. Bagi Imel, Tokyo Marathon merupakan event keenam yang ia ikuti. Sebelumnya Imel juga pernah mengikuti maraton di Chicago (Amerika Serikat), London (Inggris) dan Berlin (Jerman). Berkat pelatihan di POCARI SWEAT SPORT SCIENCE, Melani berhasil mencapai performa terbaiknya di Tokyo Marathon 2016 dalam waktu 3 jam 49 menit.

Baik Imel maupun Kelly mengaku sudah lama mengonsumsi pocari sweat . Tapi mereka makin mengenal manfaatnya setelah ikut program Sport Science. ''Ternyata pelari itu harus banyak minum, karena banyak cairan elektrolit yang keluar melalui keringat. Nah, Pocari diperlukan untuk replacement,'' Kelly Tandiono memaparkan.
Kelly dan Imel selalu meminum Pocari Sweat sebelum, setelah dan ketika sedang latihan. Itu, kata mereka, mampu mencegahnya dari kelelahan dan keluhan lain akibat kekurangan cairan elektrolit.
ARTIKEL LAIN

Cover Majalah GATRA edisi No.27 / Tahun XXIV / 3 - 10 Mei  2018 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Apa & Siapa
Ekonomi & Bisnis
Focil
Hiburan
Ilmu & Teknologi
Internasional
Kesehatan
Kolom
Laporan Khusus
Laporan Khusus II
Laporan Utama
Multimedia
Nasional
Olahraga
Pariwara
Perjalanan
Surat & Komentar
Teropong
Wawancara
 
Created and maintained by Gatra.com