Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

PARIWARA

Membangun Pendidikan demi Energi Masa Depan Tampur Paloh

Terbukanya kesempatan belajar di jenjang SMP dan madrasah aliyah telah mengurangi angka pernikahan dini di Tampur Paloh.

Anak-anak Desa Tampur Paloh, Kecamatan Simpangjernih, Aceh Timur, Provinsi Aceh, kini makin bersemangat bersekolah. Semula, di desa yang berada di hulu Sungai Tamiang dan hulu Sungai Tampurbor itu hanya ada satu sekolah dasar (SD) negeri. Setelah lulus, mereka tak bisa melanjutkan ke sekolah menengah pertama (SMP) karena jaraknya yang amat jauh.

Kini, di Desa Tampur Paloh sudah berdiri sebuah SMP, yaitu SMP Merdeka. Sekolah swasta itu dibangun secara gotong royong oleh masyarakat. Adalah Ali Muda Tinendung bersama rekan-rekannya yang menggagas pendirian SMP yang saat itu wujudnya masih sederhana. Sekolah itu diselenggarakan di bawah pohon dan belum memiliki ruang belajar.

Desa Tampur Paloh berada di pedalaman Aceh Timur. Pada 2006 silam, desa itu luluh lantak dilanda banjir bandang akibat meluapnya Sungai Tamiang. Dari delapan desa yang tersapu banjir, kondisi Tampur Paloh yang terparah. Meski tak ada korban jiwa, seluruh rumah warga hanyut sehinga warga desa itu mengungsi.

Kini, warga menghuni tanah baru di pinggang bukit, lebih tinggi dari permukiman lama yang terkena banjir. Meski begitu, Desa Tampur Paloh tetap saja yang paling tertinggal. Tak ada fasilitas umum, fasilitas air bersih, dan listrik, bahkan rumah warga pun tak dilengkapi jamban keluarga.

Setelah serangan banjir, Ali Muda Tinendung dan rekan-rekannya berusaha membangun kembali Desa Tampur Paloh, terutama di bidang pendidikan. Mereka membangun pendidikan dengan tajuk ''Siekula Aneuk Nanggroe'' (sekolah anak negeri). Kemudian mereka mendirikan bangunan sekolah berdinding kayu dan berlantai tanah yang kemudian dinamai SMP Merdeka, SMP pertama di Kecamatan Simpangjernih. Menurut Ali Muda Tinendung, yang sekaligus menjadi pendidik dan ketua Yayasan Anak Merdeka, nama "merdeka" digunakan untuk memotivasi warga agar berjuang bangkit dari ketertinggalan.

Upaya Ali Muda Tinendung dan rekan-rekannya dalam membangun Desa Tampur Paloh mendapat perhatian Pertamina EP Asset-1 Field Rantau yang berbasis di Aceh Tamiang. Pertamina berinisiatif mendukung kegiatan ''Siekula Aneuk Nanggroe'' di SMP Merdeka. Dukungan diberikan dalam bentuk bantuan buku-buku dan bangunan fisik berupa gedung perpustakaan dua lantai, tiga buah ruang kegiatan belajar, rumah guru, dan sarana mandi-cuci-kakus.

Selanjutnya, dengan bantuan Pertamina, pada tahun 2016, Ali Muda Tinendung mendirikan madrasah aliyah, yakni sekolah yang sederajat dengan sekolah menengah atas. Ali Muda bersama Pertamina juga menyusun skema roadmap program pendidikan di Tampur Paloh selama 5 tahun berturut-turut. Roadmap itu dibuat dengan tujuan agar program pendidikan di Tampur Paloh berjalan secara berkesinambungan.

Di samping menyelenggarakan pendidikan SMP untuk anak-anak, dengan bantuan Pertamina, Ali Muda Tinendung dan rekan-rekannya juga berupaya memberikan pendidikan lingkungan hidup kepada anak-anak dan warga desa. Mereka diajari cara menjaga kelestarian lingkungan dan bahaya pembalakan hutan secara serampangan. Hal itu dibuktikan dengan terjadinya banjir bandang tahun 2006 yang meluluhlantakkan Desa Tampur Paloh. Banjir itu merupakan akibat rusaknya hutan di hulu sungai. Ali Muda Tinendung bahkan mengajak warga desa untuk menanam pohon dan memeliharanya. Semua usaha itu berbuah manis. Kini warga desa mulai sadar akan pentingnya menjaga lingkungan.

Selain itu, sejak berdirinya SMP Merdeka, makin banyak anak-anak yang melanjutkan sekolah ke SMP. Bahkan setelah lulus SMP Merdeka banyak juga yang melanjutkan ke madrasah aliyah. Desa Tampur Paloh juga mulai mendapat perhatian pemerintah daerah dengan mengucurnya berbagai bantuan.

Terbukanya kesempatan belajar dijenjang SMP dan madrasah aliyah telah mengurangi angka pernikahan dini di Tampur Paloh. Anak-anak makin bersemangat menempuh pendidikan, sehingga kelak diharapkan dapat mengangkat taraf hidup dirinya, keluarga, dan masyarakatnya.

Sekarang, pendidikan menjadi sumber energi yang menggerakkan generasi muda di Desa Tampur Paloh. Pertamina sebagai perusahaan energi melalui program corporate social responsibility terus menyalurkan energi positif untuk kemajuan bangsa Indonesia.
ARTIKEL LAIN

Cover Majalah GATRA edisi No.27 / Tahun XXIV / 3 - 10 Mei  2018 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Apa & Siapa
Ekonomi & Bisnis
Focil
Hiburan
Ilmu & Teknologi
Internasional
Kesehatan
Kolom
Laporan Khusus
Laporan Khusus II
Laporan Utama
Multimedia
Nasional
Olahraga
Pariwara
Perjalanan
Surat & Komentar
Teropong
Wawancara
 
Created and maintained by Gatra.com