Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

APA & SIAPA

Robert Pakpahan dan Lagu Dangdut

Salah satu media yang dipilih Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan adalah lagu dangdut karya Raja Dangdut Rhoma Irama yang berjudul "135 Juta".

Ada banyak media yang bisa digunakan untuk menjelaskan cara menghitung jumlah wajib pajak (WP) badan dan orang pribadi yang terdaftar dari tahun ke tahun. Salah satu media yang dipilih Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan adalah lagu dangdut karya Raja Dangdut Rhoma Irama yang berjudul "135 Juta".

Slide diawali dengan tulisan berupa data wajib pajak tahun 2007, yaitu sekitar 4 juta orang. "Jadi, pada tahun 2007, jumlah WP kita ada 4 juta. Padahal, waktu itu jumlah penduduk ada 130 juta atau 230 juta ya, mirip dengan lagu Rhoma Irama," katanya dalam pelatihan kepada awak media di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Jumat pekan lalu. Lirik lagu yang mengajarkan spirit toleransi dan keberagaman Indonesia sebagai bangsa itu pun mengalun.

Seratus tiga puluh lima juta penduduk Indonesia. Terdiri dari banyak suku-bangsa, itulah Indonesia

Melalui lagu itu, Robert menjelaskan bahwa penghitungan potensi jumlah wajib pajak yang digunakan adalah unit rumah tangga. Satu rumah tangga, satu nomor pokok wajib pajak (NPWP). Sehingga seluruh penghasilan dan kerugian keluarga digabungkan dalam satu pelaporan surat pemberitahuan tahunan (SPT).

Menurut pria kelahiran Tanjung Balai, 20 Oktober 1959, ini dengan jumlah penduduk Indonesia yang sekarang mencapai 250 juta, tidak lantas membuat jumlah WP terdaftar di angka yang sama. Saat ini, rumah tangga di Indonesia ada sekitar 60 juta. Berdasarkan catatan Ditjen Pajak, dari 4 juta WP pada tahun 2007 menjadi 36 juta WP pada tahun 2017. Terjadi peningkatan sebanyak sembilan kali. "Begitu cara membacanya," katanya, seperti dilaporkan Aulia Putri Pandamsari dari GATRA.

+++

Prijono Sugiarto dan Sepeda Sehat
Untuk menjaga kebugaran tubuhnya, Prijono Sugiarto, CEO Astra International, punya beberapa pilihan. Selain joging, pria kelahiran Jakarta, 20 Juni 1960, ini juga rajin bersepeda. Ahad lalu, bersama ribuan peserta, Prijono ikut ambil bagian dalam kegiatan fun bike dalam rangka ulang tahun keempat Astra Cycling Team, sebuah komunitas pesepeda di lingkungan perusahaan-perusahaan Grup Astra.

Menggowes sepeda lipat hitam, Prijono melahap trek sepanjang 10 kilometer di kawasan Bumi Serpong Damai, Tangerang. Kabareskrim Polri, Komjen Ari Dono Sukmanto, juga ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Kategori 10K dikhususkan bagi para eksekutif, sementara peserta lain mengikuti kategori 20K dan 40K.

Kegiatan ini diikuti lebih dari 2.500 pesepeda, baik yang tercatat sebagai anggota Astra Cycling Team maupun peserta dari luar. Bahkan, beberapa karyawan Astra yang berasal dari luar Jawa dan sudah purnabakti juga ikut ambil bagian dalam kegiatan ini. Acara fun bike ini juga bertujuan untuk mengajak masyarakat tertib berlalu lintas dan bijak bermedia sosial.

"Ini merupakan kegiatan karyawan yang sangat positif," kata Prijono kepada GATRA. Selain itu, Prijono melanjutkan, ajang seperti ini adalah kesempatan untuk menjalin tali silaturahmi kepada karyawan.
ARTIKEL LAIN

Cover Majalah GATRA edisi No.26 / Tahun XXIV / 26 April - 2 Mei 2018 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Apa & Siapa
Buku
Ekonomi & Bisnis
Focil
Ilmu & Teknologi
Internasional
Kesehatan
Laporan Khusus
Laporan Utama
Lingkungan
Nasional
Pariwara
Pendidikan
Perjalanan
Surat & Komentar
Teropong
Wawancara
 
Created and maintained by Gatra.com