Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

APA & SIAPA

Emilia Nova dan Kangen Makanan Indonesia

Bersama 11 atlet atletik pelatnas PB PASI lainnya, Emil --demikian ia biasa disapa-- berlatih di Santa Barbara, California, Amerika Serikat, selama satu bulan sejak awal April lalu.

Berlatih di luar negeri merupakan sebuah pengalaman yang sangat berharga bagi seorang atlet. Tak terkecuali bagi sprinter Emilia Nova. "Saya dapat banyak pengalaman berharga selama di sini," ujar Emilia Nova. Bersama 11 atlet atletik pelatnas PB PASI lainnya, Emil --demikian ia biasa disapa-- berlatih di Santa Barbara, California, Amerika Serikat, selama satu bulan sejak awal April lalu.

Banyak peningkatan kemampuan yang dirasakan Emil selama berlatih di bawah bimbingan pelatih terbaik dunia 2016 asal Amerika Serikat Harry Marra. Untuk mengetahui perkembangan latihan tersebut, wartawan GATRA Hendri Firzani mewawancarai atlet yang dipersiapkan untuk Asian Games 2018 di nomor 100 meter gawang ini melalui pesan singkat, Rabu pagi lalu. Berikut petikannya:

Bagaimana kondisi Anda setelah berlatih hampir sebulan di Amerika Serikat?
Alhamdulillah, lebih baik kondisinya. Saya dapat banyak pengalaman selama di sini (California). Apalagi, setelah tiga kali bertanding (selain berlatih, atlet-atlet pelatnas PB PASI juga ikut kompetisi lokal di Amerika Serikat) saat test event Februari lalu, catatan waktu saya masih 14.17 detik, dan saat itu masih baru pulih dari cedera juga. Nah, pas pertandingan pertama, saya cuma ikut lomba lompat jauh. Tapi, pas perlombaan kedua, ikut lari gawang dan berhasil mencatat waktu 13.71. Bahkan, di perlombaan ketiga kemarin saya berhasil mencatat waktu 13,65 detik. Memang waktunya masih di bawah ketika di SEA Games, yaitu 13,58 detik, tapi dengan persiapan yang belum matang karena baru sembuh dari cedera saat mau berangkat, hasil di Amerika ini jauh lebih baik.

Bagaimana proses penyesuaian diri dengan kondisi Amerika Serikat?
Awalnya sih masih jetlag sampai hari kelima. Tapi, minggu kedua kita sudah bisa menyesuaikan diri. Di sini, cuacanya kadang dingin sekali, kadang panas sekali, jadi bagus untuk latihan, dan menjadi pengalaman kita kalau bertanding di tempat yang dingin maupun panas.

Saat berlomba di kompetisi lokal, kamu banyak ketemu atlet-atlet Amerika Serikat, bagaimana perasaan Anda?
Excited banget, apalagi ketemu banyak juara-juara dunia di sini. Ada Carl Lewis (sprinter peraih medali emas Olimpiade 1984 dan 1988) dan Briana Mc Neal (juara nomor 100 meter gawang putri Olimpiade Rio de Janeiro 2016). Saya jadi belajar juga dari mereka.

Setelah hampir sebulan di Amerika, apa yang paling dikangeni Emil? Makanan Indonesia atau keluarga?
Yang paling dikangeni makanan, ha, ha, ha.... Kalau keluarga, kan bisa video call atau Whatsapp. Sebenarnya makanan di sini bagus dan sehat, cuma kadang-kadang ingin makan makanan Indonesia.

Jadi selama di sana belum pernah makan makanan Indonesia? Kan sudah banyak restoran Indonesia di sana.
Ada, sekali kita makan nasi padang.

Bagaimana rasanya?
Beda rasanya, tapi lumayanlah buat pelepas kangen, he, he, he.... Apalagi di sini enggak ada sambel balado.

Tidak bawa sambel kemasan waktu berangkat?
Tidak, nyesal banget, he, he, he....
ARTIKEL LAIN

Cover Majalah GATRA edisi No.26 / Tahun XXIV / 26 April - 2 Mei 2018 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Apa & Siapa
Buku
Ekonomi & Bisnis
Focil
Ilmu & Teknologi
Internasional
Kesehatan
Laporan Khusus
Laporan Utama
Lingkungan
Nasional
Pariwara
Pendidikan
Perjalanan
Surat & Komentar
Teropong
Wawancara
 
Created and maintained by Gatra.com