Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

PARIWARA

Menyaksikan Kupu-kupu Gajah Terbang di Mekarsari

Ingin melihat kupu-kupu terbesar di dunia. Berkunjunglah ke Taman Buah Mekarsari. Pada bulan-bulan tertentu anda bisa menyaksikan rama-rama keluar dari kepompongnya.

Anda pernah mendengar nama kupu-kupu gajah? Ini adalah kupu-kupu terbesar di dunia. Yang disebut kupu-kupu gajah sebenarnya adalah ngengat atlas (atlas moth). Namun biasa disebut juga rama-rama, atau kupu-kupu malam. Perbedaan ngengat dengan kupu-kupu, antara lain, pada saat hinggap sayap ngengat membuka ke arah bawah, sedangkan sayap kupu-kupu menutup ke atas. Antena di kepala ngengat pendek dan berbulu, tapi antena di kepala kupu-kupu panjang dan tipis. Ngengat aktif pada malam hari, sedangkan kupu-kupu aktif pada siang hari. Sebagian besar pupa ngengat berkepompong, tapi pupa kupu-kupu telanjang tak kepompong.

Kupu-kupu gajah diklaim sebagai ngengat terbesar di dunia kerena bentangan sayapnya mencapai 25-30 sentimeter, dengan luas permukaan sekitar 400 sentimeter persegi. Toraks (dada) dan abdomen (perut) ngengat atlas berbulu halus. Ukuran toraks dan abdomen ini relatif kecil dibandingkan dengan bentang sayapnya. Kupu-kupu gajah betina berukuran lebih besar dibandingkan dengan yang jantan. Sebagian besar situs dan buku tentang ngengat menyebut bahwa kupu-kupu gajah merupakan ngengat paling besar di dunia. Meskipun ada juga klaim yang menyebut bahwa ngengat hercules (Hercules moth atau Coscinocera hercules), sebagai yang terbesar di dunia, sedangkan kupu-kupu gajah hanya terbesar kedua. Ngengat hercules berhabitat asli Papua dan Australia bagian utara.

Selain ukuran sayap dan abdomen yang berbeda, sepintas kupu-kupu gajah jantan dan betina tampak sama. Padahal bentuk sayap kupu-kupu gajah jantan agak meruncing. Antena di kepala jantan lebih besar dan berbulu. Selebihnya sayap, toraks dan abdomen jantan maupun betina didominasi warna cokelat kekuningan hingga merah tua. Ada juga yang berwarna abu-abu dan oranye. Ciri khas kupu-kupu gajah adalah adanya pola berbentuk segitiga mirip mata, berwarna putih dengan tepi hitam pada sayap atas maupun bawah. Di ujung sayap bagian atas terdapat pola berbentuk seperti kepala ular kobra. Bentuk dan pola warna pada sayap kupu-kupu gajah bisa membuat keberadaannya di antara dedaunan dan ranting serta cabang kayu menjadi tak mudah terlihat predator.

Kupu-kupu gajah sebenarnya adalah hama. Sebelum menjadi ngengat, larva kupu-kupu gajah berbentuk ulat keket atau ulat jedung. Disebut ulat keket, karena ketika menempel pada daun atau ranting tanaman, ulat ini sulit diambil. Kaki-kakinya seperti lengket pada daun dan ranting tanaman. Ulat keket berukuran sangat besar. Panjang bisa lebih dari 10 sentimeter, dengan garis tengah penampang tubuh 1,5 sentimeter. Ulat ini berwarna hijau keputih-putihan. Warna putih ini disebabkan oleh adanya bedak pada tubuhnya, untuk perlindungan diri. Pada lingkar ruas tubuhnya, tumbuh tonjolan antena mirip duri, yang sebenarnya lembek; tetapi bagi predator terkesan runcing dan tajam. Di Taman Buah Mekarsari, ulat keket merupakan hama tanaman sirsak, srikaya, dan genus Annona lainnya. Ulat keket juga memakan daun bunga kantil, cempaka, dan abiu. Sirsak merupakan yang paling parah terserang ulat keket.

Anda penasaran ingin melihatnya? Silakan datang ke Taman Buah Mekarsari, Cileungsi, Bogor. Kupu-kupu gajah biasanya banyak terlihat, terutama antara November dan Februari.
Selain bisa melihat ulat keket dan kupu-kupu gajah, di Taman Buah Mekarsari, Anda juga bisa menjumpai ulat kipat (cricula silkmoth, Cricula trifenestrata) yang menyerang daun avokad (avocado, Persea americana), dan ulat gaharu (Heortia vitessoides) yang sampai mematikan pohon gaharu (Aquilaria malaccensis). Ulat kipat selalu menyerang avokad sampai benar-benar habis daunnya, hingga pohon itu tampak meranggas. Ulat gaharu lebih sadis lagi, karena sebagian besar tanaman gaharu di Taman Buah Mekarsari telah mati akibat serangan ulat ini.

Ulat keket yang paling intens menyerang sirsak, tak pernah sampai menghabiskan seluruh daun, apalagi sampai mematikannya. Ini disebabkan karena populasi ulat keket pada satu individu tanaman sirsak tak sebanyak populasi ulat kipat pada tanaman avokad, dan ulat gaharu pada tanaman gaharu.

Umur ulat keket dihitung sejak telur menetas sampai membuat kepompong dan berubah menjadi pupa, antara 26-43 hari. Fase pupa dalam kepompong ini akan dijalaninya selama 28-33 hari. Sama dengan fase ulat, di dataran rendah pupa akan jadi kupu-kupu antara 28-29 hari. Di dataran menengah antara 29-31 hari. Di dataran tinggi antara 31 - 33 hari. Selama fase pupa, serangga tak melakukan aktivitas apa pun. Kemudian pupa berubah menjadi fase kupu-kupu. Kupu-kupu ini akan membuat lubang di dinding kepompong sebagai jalan keluar.

Di luar, ia akan membiarkan dirinya kena angin dan sinar matahari hingga sayapnya bisa membentang sempurna untuk terbang. Di Taman Buah Mekarsari, kupu-kupu gajah nyaris tak pernah terbang. Terutama yang di pohon sirsak. Populasi ulat keket di pohon ini demikian banyaknya, seperti yang terjadi pada Senin siang, 9 Februari 2015. Hampir seluruh pohon sirsak di Taman Buah Mekarsari ditempeli kupu-kupu gajah, dan semua sedang kawin.

Karena populasi sangat besar, dan dalam satu ranting bisa ada beberapa kepompong, maka begitu pupa berubah menjadi kupu-kupu, mereka langsung kawin di tempat itu juga tanpa sempat terbang. Seandainya mereka sempat terbang pun, tujuannya bukan untuk mencari makan. Sebab, kupu-kupu gajah tak punya mulut atau anggota tubuh lain untuk memasukkan makanan ke dalam tubuhnya. Energi untuk terbang dan aktivitas lain, diambil dari cadangan lemak yang ada di abdomennya. Kupu-kupu gajah betina tak pernah terbang jauh. Ia hanya diam di tempatnya sambil mengeluarkan zat feromon. Kupu-kupu gajah jantan mampu mendeteksi keberadaan betina yang mengeluarkan feromon sampai dengan jarak 5 kilometar. Setelah kawin, kupu jantan akan mati. Betinanya kemudian bertelur dan mati. Fase imago (serangga dewasa) kupu-kupu gajah jantan hanya tiga sampai 10 hari, sedangkan betinanya antara enam dan 10 hari.

Yang menarik, kepompong ulat keket mengandung benang sutera yang terpanjang dibandingkan dengan kokon lainnya. Teksturnya sangat alot, susah dirobek. Nah, Anda penasaran ingin melihatnya? Silakan datang dan nikmati keanekaragaman hayati Taman Buah Mekarsari, Cileungsi, Bogor.
ARTIKEL LAIN

Cover Majalah GATRA edisi No.25 / Tahun XXIV / 19 - 25 April 2018 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Apa & Siapa
Ekonomi & Bisnis
Focil
Internasional
Kesehatan
Kolom
Laporan Khusus
Laporan Khusus II
Laporan Utama
Media
Multimedia
Nasional
Olahraga
Pariwara
Pendidikan
Perjalanan
Seni
Surat & Komentar
Wawancara
 
Created and maintained by Gatra.com