Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

PARIWARA

Mengupayakan Penurunan Angka Kemiskinan

Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial, Andi ZA Dulung, mengatakan bahwa penurunan angka kemiskinan periode Maret ke September 2017 merupakan penurunan terbesar dalam 5-6 tahun terakhir.

Pada 6 April lalu Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan bantuan sosial beras sejahtera (rastra) kepada keluarga penerima manfaat di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemberian bantuan kali ini menjadi fokus Kemensos dalam rangkaian kunjungan kerja ke wilayah perbatasan.

Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kemensos, Andi ZA Dulung, mengatakan bahwa pola pengiriman bansos rastra di NTT tiga bulan sekali. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat kurang mampu, khususnya di wilayah perbatasan. ''Di NTT, banyak yang minta setiap tiga bulan sekali, dan itu disetujui karena lokasinya jauh. Jadi menghemat transportasi,'' ujar Andi saat berada di Kabupaten Belu, NTT.

Sejauh ini, kata Dirjen PFM, tercatat 15,5 juta PKM telah menerima bansos rastra. Untuk tahun 2018 ditargetkan 10 juta penerima melalui program bantuan pangan non-tunai (BPNT). ''Tahun lalu 1,2 juta di 44 kota. Tahun ini tambah 24 kabupaten/kota. Targetnya, insya Allah 217 kabupaten/kota terjangkau dengan penerima 10 juta keluarga. Tahun 2019, insya Allah itu sudah tidak ada lagi rastra, tapi berwujud pangan non-tunai,'' tuturnya.

Menurunkan Angka Kemiskinan
September tahun lalu, BPS mencatat penduduk miskin di Indonesia sebanyak 26,58 juta orang atau 10,12% dari total penduduk Indonesia. Angka tersebut menunjukkan penurunan dari periode yang sama tahun sebelumnya, juga dari pencatatan pada Maret 2017. Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial, Andi ZA Dulung, mengatakan bahwa penurunan angka kemiskinan periode Maret ke September 2017 merupakan penurunan terbesar dalam 5-6 tahun terakhir.

Tercatat sekitar 1,1 juta penduduk Indonesia terangkat dari garis kemiskinan pada periode tersebut. Sejumlah faktor memang mendorong kondisi tersebut, seperti angka inflasi dan harga pangan yang stabil. Di sisi lain, kontribusi program pemerintah dalam penanganan kemiskinan melalui sejumlah program bantuan sosial seperti beras sejahtera (rastra), Bantuan Pangan Nontunai (BPNT), Kelompok Usaha Bersama (Kube), dan Renovasi Rumah tidak Layak Huni (Rutilahu) mulai menunjukkan efektivitas.

Target bisa menurunkan angka kemiskinan ke level satu digit pun, menurut Andi, bisa tercapai tahun ini melalui penguatan program bansos tersebut. Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018, angka kemiskinan ditargetkan bisa terus melorot hingga 9,5%. ''Harapan kita angka kemiskinan bisa turun lagi. Tahun depan diharapkan bisa sampai 7%-8% atau minimal 9%. Sekarang sedang kita lihat karena BPS sedang melakukan survei pada bulan Maret ini,'' kata Andi ditemui di ruang kerjanya di kantor Kementerian Sosial Jakarta, Selasa (27/3).

Faktor makro berupa inflasi dan harga pangan, lanjut Andi, memang sangat berpengaruh pada angka kemiskinan di Indonesia. Ia mencontohkan, soal harga beras, semakin tinggi harganya bisa semakin banyak penduduk yang masuk garis kemiskinan.

Meski demikian, di tataran mikro, pemerintah juga terus melakukan perubahan. Perubahan yang di maksud ialah dengan inovasi dalam pemberian bansos. Sejak September tahun lalu, Kemensos telah mengeluarkan peraturan yang mengatur penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) juga menerima bantuan rastra. Hal itu memberikan dampak yang signifikan dalam penurunan angka kemiskinan karena semakin banyak bansos yang diterima penduduk miskin.
ARTIKEL LAIN

Cover Majalah GATRA edisi No.25 / Tahun XXIV / 19 - 25 April 2018 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Apa & Siapa
Ekonomi & Bisnis
Focil
Internasional
Kesehatan
Kolom
Laporan Khusus
Laporan Khusus II
Laporan Utama
Media
Multimedia
Nasional
Olahraga
Pariwara
Pendidikan
Perjalanan
Seni
Surat & Komentar
Wawancara
 
Created and maintained by Gatra.com