Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

MULTIMEDIA

Laga Seru Laptop Gaming

Pertumbuhan laptop gaming 10-15% per tahun memicu produsen mengeluarkan besutan teranyar. Untuk level premium, beberapa mengandalkan Intel Core i9 hingga layar dengan refresh rate 144 Hz.

Sengitnya persaingan antarpemain dalam genre game multiplayer online battle arena (MOBA) juga menyeruak ke permukaan. Dari tahun ke tahun, persaingan memenangi pasar antarprodusen laptop gaming juga tidak kalah seru. Pada kuartal pertama tahun ini, beberapa produsen laptop gaming masing-masing mengenalkan besutan teranyar .

Yang terbaru adalah laptop gaming keluaran Micro-Star International alias MSI. Pada awal April ini, pabrikan asal Taiwan ini mengenalkan generasi tergres dari seri GT andalannya untuk kelas premium. Senjata pamungkasnya adalah prosesor Intel generasi ke-8 ''Coffee lake'' overclock Core i9 yang dibenamkan pada laptop gaming seri GT75 Titan.

Terobosan tersebut menjadikan GT75 Titan sebagai laptop gaming pertama berprosesor Intel Core i9 dengan kinerja hexa-core yang sepenuhnya terbuka. Konfigurasi 6-core 12-thread disebut-sebut mampu mengeluarkan potensi maksimalnya untuk mendukung tugas-tugas dengan performa yang ekstrem.

Prosesor Core i9 racikan Intel tersebut dapat meningkatkan kemampuan sebesar 70% dari Core i7, pendahulunya. Bagi para gamer, kecepatan dan kekuatan kinerja komputer adalah segala-galanya. Dengan penambahan core tersebut, para gamer dapat melakukan streaming saat bermain dan sekaligus pemakaian laptop untuk multitasking.

Dukungan dari prosesor Intel Core i9 bagi para maniak game semakin maksimal karena seri GT75 Titan juga dilengkapi sepasang grafis NVIDIA GeForce GTX 1070 SLI dan keyboard rapid mechanical RGB. Kombinasi yang inovatif tersebut menjadikan GT75 dapat memberikan umpan balik yang optimal dan dirancang untuk mengimbangi gerakan cepat dan responsif. Pengalaman bermain game dengan lancar tanpa lag makin nyata karena kemampuan koneksi network 10Gbps, serta killer ethernet dan koneksi wireless terbaru killer wireless-AC 1550.

Selain GT75 Titan yang dibanderol dengan harga mulai dari Rp42,9 juta, di kelas premium untuk pemain profesional, MSI juga mengeluarkan seri GT83 Titan yang dilepas dengan harga Rp89,9 juta. Jika GT83 dirancang untuk memberikan kenyamanan seperti bermain game di dekstop karena prosesor Intel generasi ke-8 terbaru dapat meningkatkan performa hingga 40%, di seri GS65 Stealth Thin ini, MSI mencoba menarik perhatian gamer di segmen laptop gaming mid-level.

GS65 Stealth Thin mengklaim diri sebagai laptop gaming pertama berpanel displai 144Hz dengan bezel 4.9mm, sehingga rasio layar ke badan laptop mencapai 82%. Bagi gamer dengan mobilitas tinggi, laptop gaming seberat 1,8 kg ini bisa diandalkan. Meskipun dimensinya tipis dan stylis, laptop ini memiliki kinerja mumpuni karena prosesor Intel Core i7 generasi ke-8, teknologi NVIDIA Max-Q, dan masa pakai baterai hingga 8+ jam.

Sebelum MSI mengenalkan laptop gaming di kelas premium dan mid-level, pada awal Februari, ASUS meluncurkan sejumlah laptop gaming untuk kelas entry dan mid-level. Produsen asal Taiwan ini, pada hari pertama mengenalkan seri laptop gaming ROG (Republic of Gamers) Strix GL503 Scar Edition yang ditujukan khusus untuk gamer berbasis game FPS (first person shooter).

Sehari kemudian, ASUS melansir ROG Strix GL503 Hero Edition khusus untuk game MOBA yang dilengkapi teknologi displai dengan refresh rate 120Hz seperti pada layar level premium. Selain bisa bermain game yang bebas tearing dan stuttering, Hero Edition ini juga menawarkan tampilan grafis 3D yang lebih detail, anti-glare dan teknologi wide view yang membuat layar bisa dilihat dari sudut pandang mana pun, hingga 178 derajat.

Dua besutan anyar dari ASUS dengan jeroan prosesor Intel ''Kaby Lake'' Core i7 generasi ke-7 tersebut cenderung ditujukan untuk para gamer yang memerlukan laptop gaming berkinerja tinggi dengan harga yang bersahabat karena dibanderol dengan belasan juta rupiah. Sementara untuk kelas premium, ASUS melansir ROG G703 yang dirancang dan dibekali komponen serta fitur terbaik.

Untuk layar, ROG G703 mengusung layar 17,3 inci anti-glare IPS level full HD dengan refresh rate 144 Hz yang menjadikannya sebagai laptop gaming pertama dengan refesh rate tertinggi. Untuk urusan jeroan, ROG G703 mengusung salah satu prosesor dengan performa terbaik di kelas i7 yakni Intel Core i7-7820HK yang dapat dipacu hingga kecepatan 4,3 Ghz.

Sementara kartu grafis yang dipakai adalah NVIDIA GTX 1080 8 GB GDDR5 yang membuat laptop ini dapat menyajikan grafis 3D yang halus dan tajam dan mampu di-overclock maksimal sampai 1947 Mhz, sehingga gamer dapat menikmati game AAA dengan seting tertinggi. ROG G703 dengan sistem anti-dust cooling ini dilengkapi dengan output suara 32-bit/384 kHz dan ESS sabre yang dapat menghasilkan sampai rate 8 kali lebih besar dari kualitas CD. Dengan seabrek keunggulan yang memanjakan gamer, laptop ini dilepas dengan harga Rp60,3 juta.

Mengeluarkan perangkat berperforma terbaik sesuai kelasnya menjadi strategi produsen laptop gaming memenangi pasar. Ambisi ASUS dan MSI untuk merajai pasar laptop gaming terlihat sejak 2016 lalu. Digitimes pada awal 2017 melaporkan bahwa sepanjang 2016, ASUS dan MSI menjadi produsen laptop gaming dengan yang angka penjualan lebih dari 50% pasar laptop gaming global.

Momentum pertumbuhan pasar gaming global yang akan terus naik sepanjang tahun tidak disia-siakan oleh dua produsen asal Taiwan itu. Data keluaran Newzoo memperlihatkan pasar gaming pada 2017 tumbuh dengan nilai hingga US$106,5 milyar (Rp1,418 trilyun). Sementara untuk 2018 diprediksi naik hingga US$112,5 milyar (Rp1,498 trilyun) dan pada 2019 naik lagi hingga US$118,6 milyar (Rp1.579 trilyun).

Dari nilai sebesar itu, porsi untuk pasar gaming PC sekitar 25%, nomor tiga terbesar setelah pasar game mobile dan konsol. Merujuk pada data pertumbuhan tersebut, dalam dua tahun ke depan ASUS dan MSI memprediksi laptop gaming akan naik 10-15% per tahun. Selain ASUS dan MSI, beberapa produsen terus memperbaharui seri-seri laptop gaming terdahulunya.

Razer, merek yang lebih populer dengan produk mouse dan keyboord ini memiliki beberapa laptop gaming unggulan. Salah satu seri andalan di kelas premium adalah Razer Blade Pro. Sejak dirilis perdana pada 2013, hampir setiap tahun selalu ada pembaharuan jeroan. Pertengahan 2017 lalu, Blade Pro hadir dengan ketebalan laptop 1,6 cm yang diklaim sebagai laptop gaming kelas premium tertipis di dunia.

Di luar nama ASUS, MSI dan Razer, ada Alienware yang dimiliki Dell. Sejak mengeluarkan laptop gaming pertamanya sejak 2009, Alienware tidak pernah berhenti mengeluarkan laptop gaming untuk kelas new-entry level, mid dan high end. Para gamer pencari laptop gaming dengan kualitas mumpuni kini juga dibanjiri banyak pilihan. Selain nama-nama di atas, masih ada Acer dengan seri Predotor dan Gigabyte asal Taiwan dengan seri SabrePro dan Aero-nya.

G.A. Guritno

Cover Majalah GATRA edisi No.24 / Tahun XXIV / 12 - 18 April 2018 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Apa & Siapa
Ekonomi & Bisnis
Focil
Ilmu & Teknologi
Internasional
Kesehatan
Kolom
Laporan Khusus
Laporan Utama
Multimedia
Nasional
Pariwara
Pendidikan
Perjalanan
Seni Rupa
Surat & Komentar
Teropong
Wawancara
 
Created and maintained by Gatra.com