spacer spacer spacer spacer
gatranews spacer

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
WISATA & HIBURAN
spacer
 
Hobi
Kita Terbang Ngojek Paramotor

Paramotor; Melakukan Persiapan Terbang (GATRA/Tian Arief)"Sekali kau merasakan terbang, kau akan berjalan di muka bumi dengan menatap langin. Sekali kau di sana, ke sanalah kau ingin kembali." --Leonardo da Vinci.

Mesin paramotor meraung, memekakkan telinga. Pesawat paratrike (wahana beroda tiga) bermesin 2-tak itu melaju beberapa meter. Ketika parasut mengembang, pesawat sederhana itu pun mengapung vertikal. Tubuh kami seolah kehilangan bobot, melayang begitu saja.

Mengesankan: kali pertama paramotor secara tandem. Pilot Anwar Soerjomataram mengantar Gatra menikmati sore yang cerah di kawasan Perumahan Vila Mutiara Gading 2, Bekasi, Jawa Barat. Juga mendebarkan, karena duduk di depan pilot.

Anwar, 62 tahun, sekali seminggu berlatih terbang paramotor. ''Bagaimana Mas, asyik, kan?'' seru Anwar, yang sehari-hari menjalankan bisnis biro perjalanan petualangan, di tengah deru mesin Flying Products buatan Italia itu. Dengan lincah ia mengendalikan pesawat bermesin 200 cc itu. Mengitari lapangan bola, melintasi permukiman penduduk, hingga naik ke ketinggian 30 meter dari atas permukaan tanah.

Setelah 10 menit terbang di wilayah perbatasan Kecamatan Bekasi Timur dan Bekasi Utara yang dipisahkan Kali Bekasi itu, kami pun mendarat dengan mulus di lapangan yang sama. Pendaratan paramotor itu begitu praktis, mirip pendaratan terjun payung. Tidak membutuhkan ruang terlalu luas.

Anwar mematikan mesin ketika pesawat persis berada di atas tanah lapang. Parasut pun turun secara perlahan, dan trike yang kami tumpangi menyentuh tanah dengan lembut. Tak ada guncangan berarti. Menurut Anwar, paramotor memiliki karakteristik cukup aman dinaiki, kendati mesinnya mati di udara. Kata lelaki berambut putih yang memulai terbang dengan paragliding pada 1993 itu, dalam keadaan darurat, parasut mampu membawa penumpangnya mendarat dengan aman di lahan sempit sebesar lapangan bola voli.

"Karena membawa penumpang, saya tadi sengaja berputar-putar di daerah yang ada lapangan kosongnya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," ujar pemilik sertifikat terbang dari Jerman itu. Tingkat keamanan paramotor itu, katanya, sekitar 85%. Satu hal yang dihindari Anwar adalah mendekati menara kabel listrik tegangan tinggi, karena bentangan kabelnya tidak tampak dari udara.

Anwar terbang setiap Sabtu sore. Beberapa kenalannya sering diajaknya terbang tandem secara cuma-cuma. Meski begitu, tak semua orang berani menerima tantangannya. ''Padahal, terbang dengan paramotor itu mengasyikkan lho,'' ujar Candra, seorang teknisi pesawat aeromodelling yang terbang perdana dengan paramotor bersama Anwar. Candra, yang pekerjaan sehari-harinya mengutak-atik mesin mungil, merasakan terbang beneran di atas kota tempat tinggalnya.

Melihat kelincahan terbang paramotor, pesawat ini dimungkinkan untuk ngojek penumpang dari satu tempat ke tempat lain. Namun Anwar, yang arsitek lulusan sebuah perguruan tinggi, belum terpikir untuk melakukannya. Alasannya, izin terbang di atas wilayah perkotaan itu tidaklah mudah. Selama ini, Anwar dengan paramotor tandemnya biasa membawa wisatawan --lokal maupun asing-- terbang di atas objek wisata Tanah Air. Antara lain Danau Toba (Sumatera Utara), Danau Maninjau (Sumatera Barat), Pantai Painan (Sumatera Barat), Bromo (Jawa Timur), dan Bali.

Selain menggunakan pesawat trike untuk terbang tandem, Anwar sering pula memandu turis asing yang ingin terbang dengan paramotor, menggunakan paramotor solo (tanpa trike dan penumpang). "Biasanya mereka membawa paramotor sendiri. Saya hanya mendampingi, karena mereka belum mengenal seluk-beluk wilayah udara kita," kata Anwar, yang bisa terbang hingga ketinggian 300 meter di atas objek wisata itu.

Untuk terbang di objek wisata Tanah Air yang terkenal di mancanegara, Anwar cukup mengantongi izin dari pengelola objek wisata itu. Kerja sama yang dilakukan Anten Wisata, biro perjalanan petualangan yang dikelolanya, memudahkannya berkoordinasi dengan pengelola objek wisata setempat. Untuk terbang singkat secara tandem mengelilingi objek wisata selama 10 menit, ia mematok tarif US$ 50 untuk turis asing atau Rp 150.000 untuk turis lokal.

Selain paket terbang dengan paramotor, Anwar, yang mengklaim bahwa penggabungan wisata dan petualangan udara merupakan yang pertama dan satu-satunya di Indonesia, juga menyediakan kursus singkat terbang dengan paragliding (terjun dengan parasut dari tebing) dan paramotor. Untuk paragliding, kursusnya makan waktu satu minggu. Sedangkan untuk paramotor, kursusnya diperpanjang seminggu lagi.

Siswa kursus terbang itu, kata Anwar, dibekali pengetahuan dasar penerbangan, termasuk teknik memanfaatkan panas (thermal) dan angin yang mengangkat (lift) serta menyiasati agar paragliding mampu melayang-layang di udara selama mungkin.

Meski kegiatan itu berpotensi menjadi bisnis yang menggiurkan, Anwar mengaku tidak terlalu mengambil untung dari jasa paramotor dan paragliding-nya. Sebab investasi untuk pesawat paramotor ini tidaklah murah. Harga satu unit saja bisa mencapai Rp 120 juta, terdiri dari payung, mesin, trike, dan radio komunikasi.

Belum lagi ''biaya siluman'' yang mesti dikeluarkan selama perjalanan dari kantornya di Bekasi ke objek wisata tujuan yang, menurut dia, mencapai puluhan juta rupiah sekali jalan. Ini semua dilakukan, katanya, tidak lain didasari kecintaannya pada dunia kedirgantaraan. Anwar berobsesi memajukan dunia kedirgantaraan di Tanah Air.

''Saya bersedia membantu semampu saya untuk kemajuan dunia kedirgantaraan kita," kata lelaki yang kerap melakukan kerja sama dengan pihak TNI-AU itu. Ia berharap, pemerintah mendukungnya dengan cara memberi kemudahan perizinan menggunakan wilayah udara. Juga memberikan tekanan kepada maskapai penerbangan agar memberinya diskon atas kelebihan bagasi serta menindak aksi pungli jalan raya maupun pungli oleh aparat keamanan bandara ketika ia membawa peralatan terbangnya.

Tian Arief
[Trenset, Gatra Nomor 50 Beredar Kamis, 23 Oktober 2008]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 21 April 2014 >>
SuMTW ThFSa
dotdot12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer