spacer spacer spacer spacer
gatranews spacer

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
HUKUM & KRIMINALITAS
spacer
 
Film Porno
Jaringan Biru TV Saru

Tempat Merelay Tayangan Film Porno (GATRA/Edward Luhukay)SENIN dan Kamis menjadi hari paling sibuk bagi Liem Andry. Pada hari itu, sejak Sabtu dua pekan lalu, Liem wajib hadir di Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya. Ia dikenai wajib lapor hingga perkaranya disidangkan. Liem, 35 tahun, yang akrab disapa Aheng, adalah tersangka kasus pornografi dan pelanggaran undang-undang penyiaran.

Ia dibekuk polisi lantaran menyebarkan tayangan film biru melalui jaringan satelit kepada pelanggannya. Polisi mengendus ulah ini sejak awal Mei lalu. Ketika itu banyak laporan yang mengabarkan adanya tayangan film biru 24 jam nonstop via satelit. Polisi mencurigai iklan perlengkapan menonton tayangan asing yang dimuat di koran-koran sebagai kedok usaha ini.

Dalam iklan tersebut ditawarkan beberapa peranti penangkap siaran seperti parabola dan decoder serta paket berlangganan siaran televisi asing. Iurannya cuma Rp 900.000 per tahun. Konsumen cukup membayar Rp 3,8 juta di awal berlangganan untuk membeli peralatan, biaya pasang, sekaligus administrasi. Iklan tersebut mengantarkan polisi pada usaha milik Aheng.

Dengan berpura-pura sebagai konsumen, polisi berusaha membuktikan apakah program itu sepanas kabarnya. Ternyata tayangan ini benar-benar bikin mendidih. "Bukan cuma X, tapi sudah triple X," kata Kepala Satuan Perindustrian dan Perdagangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Toni Hermanto. Temuan ini, menurut Toni, cukup untuk menggulung Aheng berikut komplotannya.

Aheng, lalu digerebek di rumah sekaligus tokonya di Jalan Duri Utara III, Tambora, Jakarta Barat, Sabtu dua pekan lalu. Ia sama sekali tak berkutik ketika beberapa polisi berpakaian preman menggiringnya ke tahanan. Polisi juga menyita dagangan Aheng, antara lain motor penggerak, positioner, remote, decoder, SIM card, dan segepok faktur.

Selain mengendalikan usahanya di Ruko Kawasan Tambora, Aheng juga membuka usaha serupa di Kawasan Perumahan Kota Legenda, Bekasi, Jawa Barat. "Kami kira pelanggannya mencapai ribuan orang," kata Toni. Dugaan ini diambil dari luasnya cakupan program tayangan yang di-relay serta kemungkinan Aheng mempunyai cabang usaha di kota lain.

Setelah Aheng, beberapa hari kemudian polisi membekuk pula agen Aheng yakni, Lilian Kurdi, 27 tahun, di Perumahan Bima Duta Indah, Kota Legenda, Bekasi; Chuah Sioe Luan, 30 tahun, warga Jalan Muara Karang, Jakarta Utara, serta Rudi, 35 tahun, teknisi Aheng, warga Jalan Jelambar Selatan Raya, Jakarta Barat.

Menurut polisi, usaha tersebut sudah digeluti Aheng sejak lima tahun lalu. Semula pria paruh baya ini menjual tayangan resmi Indovision, seperti yang tercantum pada neon box di muka tokonya. Belakangan, Aheng mulai beralih ke tayangan mesum. Jualannya adalah film biru yang kerap ditayangkan stasiun televisi di Amerika, Jerman, Prancis, dan Jepang.

Tayangan ini di-relay melalui satelit internasional yang berada di Taiwan. "Aheng lalu memperkuat sinyalnya dan menyebarkan kepada pelanggannya melalui decoder," kata Toni. Pelanggan tinggal mengaktifkan decoder lalu memilih saluran film esek-esek. Saban bulan, pelanggan cukup membayar iuran tontonan ini dengan mentransfer dana ke rekening Aheng.

Di lingkungannya, Aheng dikenal sebagai pribadi yang ramah. Ia tak pernah alpa mengikuti kegiatan warga. Siapa pun yang mengenalnya pasti menyebut Aheng sebagai pebisnis peranti parabola, decoder, dan peralatan sejenisnya. "Tapi kami tak tahu kalau dia juga bisnis TV porno," kata Andry Wijaya, ketua rukun tetangga di lingkungan tempat tinggal Aheng.

Tempat tinggal sekaligus toko Aheng kini terlihat kosong. "Saya sudah datangi, kelihatannya tak ada orang," kata Andry kepada Ajeng Ritzki Pitakasari dari Gatra. Rumah Chuah Sioe Luan, anak buah Aheng, di Muara Karang juga sama. Seorang wanita yang berada di tempat itu hanya mengatakan bahwa usaha pemasangan parabola yang dikelola bosnya kini sudah tutup.

Betapapun Aheng cs menghindar, mereka tak akan lepas dari bekapan polisi. Apalagi ganjaran hukumannya pun tak main-main. Polisi membidik kelompok Aheng dengan Pasal 11 ayat (1) jo Pasal 47 Undang-Undang (UU) Nomor 32/2002 tentang Penyiaran dengan ancaman 5 tahun. Pasal 40 UU Perfilman dengan ancaman 5 tahun, dan Pasal 282 KUHP tentang Pornografi dengan ganjaran 2 tahun 8 bulan penjara.

Ancaman berlapis ini membuat Aheng cs berpikir ulang jika tak menaati kewajiban lapor. Seluruh tersangka kasus ini sementara masih menjadi tahanan luar. Setiap Senin dan Kamis benar-benar menjadi hari paling sibuk bagi Aheng dan anak buahnya.

Sigit Indra dan Deni Muliya B.
[Kriminalitas, Gatra Nomor 29 Beredar Senin, 30 Mei 2005]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
BERITA TERKAIT  
spacer
 
 
spacer spacer  
  
spacer
KOMENTAR PEMBACA
spacer
  
  kok bisa ya??? (kingboys@pl..., 22/06/2005 03:38)
kok bisa....Ya???
maksud saya kok bisa ketangkep.. githu lho....
apa kurang storan atau lupa setor ke polisi....
makanya ketangkep....
sungguh2 sangat kagak masuk akal lho,
udah 5(lima) tahun, masa baru ketangkepnya sekarang... heheheheheh
PASTI... DAH LUPA SETOR ATAU.....
KURANG SETORANNYA KE BAPAK "POLISI".....
 
 
spacer
  
  kemunafikan (aurorantia@ya..., 03/06/2005 11:49)
Ya ini salah satunya karena kemunafikan para pemimpin agama di Indonesia. Banyak hal yang ditabukan, tanpa memberikan pendidikan dan pengertian kepada umat. Jadi jika umat menemukan sesuatu yang "tabu", langsung emosional. panik. sex di anggap tabu. kalau memang tabu kenapa diciptakan Tuhan ? harusnya para pemimpin agama mengajarkan bahwa sex (kt.benda) bukan tabu, namun yang tabu adalah pikiran cabul dan perbuatan yang mengundang syahwat. Kalo terus2an banyak hal yang di anggap "tabu", justru i... <263 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  Ini namanya kreatif dull... (dms67@ho..., 03/06/2005 06:43)
Kreatif.. Saya akui orang ini naluri dagangnya tinggi. Dimana ada permintaan disitu dia buat penawaran. Di Indonesia, hukum bisa dibeli dengan uang, korupsi bisa jalan terussss... bisnis esek-esek bisa jalan terussss...
Bagaimana enggak, aparatnya hukumnya juga korupsi, juga nonton film BF. Ini bukan kebudayaan barat... coba lihat para TKW kita yang diperkosa di Arab Saudi...
Semoga aparat penegak hukum yang menangani kasus ini masih murni mau menegakkan hukum yang berlaku. Atau jangan-jangan... <198 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  Apa yg iwanbogor bilang belum tntu benar.. (sumurhitam@ya..., 03/06/2005 05:31)
Goede dag deheer iwanbogor, anda pasti suka lihat SBS6 dan Yorin serta tv swasta dii NL llainnya. di NL juga banyak anak umur 13 th sudh mengenal seks dan melakukannya karena film tsb di putar di bawah jam 12 malam. di NL juga banyak kasus perkosaan, selaain kehidupannya bebas di tambah fillm2 tsb di tayangkan di tv dan juga bisa pinjam di videotheek. Di sekolahan di NL khususnya anak2 goep 8 sudah di ajarkan bahaya dan negatifnya seks pada usia muda.
salam ti orang bogor oge...!
 
 
spacer
  
  mungkin beraliran liberal by iwanbogor (believe_me, 03/06/2005 03:07)
Eropah boleh saja dianggap maju dalam urusan seperti ini dengan kecilnya angka perkosaan, karena gereja di sana juga tidak melarang (seperti gereja di Indonesia) tapi yang pasti Masjid disana tidak bisa melarang karena cuma dianggap sebagai minor bukan seperti di sini.
Dalil bahwa "kasih aja jor-joran nanti juga pada bosen sendiri" itu bukan suatu metode yang baik untuk diterapkan di Indonesia, terlebih lagi bahwa urusan seks baik produksi dan jual beli di pasaran setiap negara eropah (barat) ... <529 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  Indonesia belum dewasa secara seksual (alamsemesta@sc..., 03/06/2005 01:42)
Ada yang aneh dalam cara pandang kebanyakan orang Indonesia terhadap seks. Seks dianggap sesuatu yang menakutkan, mengerikan dan betul-betul tabu sehingga pembicaraan, diskusi, wacana dan ekspresi seksual betul-betul diharamkan. Kenapa demikian?

Memang betul bahwa seksual adalah salah satu hal pribadi yang merupakan hak asasi manusia. Tapi, bukankah ada hak berekspresi secara bertanggung jawab?

Memang betul pengaruh budaya barat telah masuk Indonesia. Tapi, apakah Serat Centhini dan Kama S... <327 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  Balasan Kelakuan sama (kutuan2003@ya..., 03/06/2005 01:38)
TOLONG KEPADA MANTUNELURAH ITU JGN MENGHINA DENGAN MENGELUARKAN KATA2 BERBAU SARA. saya rasa film blue , hampir semua dari kita pasti pernah nonton. tapi karena tidak sesuai dengan hukum dan agama maka ini dipermasalahkan. rusak atau tidaknya mental bangsa ini bukan hanya karena nonton film semacam ini atau yang lain, tp semua itu berbalik pada diri kita sendiri.
 
 
spacer
  
  bisnis beginian & narkoba makanan polisi (nico0k@ya..., 02/06/2005 23:14)
saya tdk percaya polisi tdk mengetahui sebelumnya jg dgn kasus narkoba yg besar2 sbb sdh menjadi rahasia umum polisi dibalik sindikat ini. Pertanyaannya, mengapa usaha ini begitu untung banyak lalu di "tembak"..??? menurut pengalaman mafia diIndonesia yg makan garamnya polisi yaitu polisi ujung2nya minta jatah/memeras mafia ini lebih sadis dari mafia itu sendiri & jika tidak dipenuhi maka akan dijebloskan bahkan ditembak mati demi alasan hukum & pasti ada keuntungan yg besar didapat mafia berser... <9 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  Kelakuannya sama (mantunelurah@pl..., 02/06/2005 21:53)
Kelakuan bangsa Tionghoa pastilah kalo' nggak jualan barang haram ya... ngemplang duit negara dengan dalih hutang - suap - minggat.
Apalagi yg patut dibanggakan...!!
 
 
spacer
  
  Hukum pelakunya (harry_cool@as..., 02/06/2005 20:12)
Kepada aparat yang berwajib, harap hukum seberat-beratnya para pelakunya dan bakar habis-habis peralatannya.
 
 
spacer
   
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 20 April 2014 >>
SuMTW ThFSa
dotdot12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer