Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

Laporan Utama
Arsitek Tanpa Pamrih
Widjojo Nitisastro hadir di tengah urgensi pembenahan perekonomian yang carut-marut. Memahami dinamika riil di lapangan, pro kepada rakyat, dan mementingkan pembangunan menjadi ciri pemikirannya. Semua itu masih relevan hingga kini.  [ pdf ]
Cover Majalah GATRA edisi No 19 / XVIII 15-21 Maret 2012 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Apa & Siapa
Astakona
Buku
Ekonomi & Bisnis
Film
Focil
Hukum
Internasional
Kesehatan
Kolom
Laporan Khusus
Laporan Utama
Lingkungan
Media
Nasional
Olahraga
Pariwara
Perspektif
Ragam
Seni
Surat & Komentar
Tatapan
Teropong

Laporan Utama
Berkelanjutan Menuju Lepas Landas
Sebagai ekonom yang tak ingin Indonesia terjerat dalam lingkaran setan kemiskinan, Widjojo Nitisastro mengembangkan konsep pembangunan berkelanjutan. Ia juga membatasi para pemain besar di sektor swasta agar persaingan, utamanya dengan pengusaha asing, bisa dikendalikan demi kepentingan nasional.  [ pdf ]
Ekonomi & Bisnis
BBM: Beban Berat Masyarakat
Kenaikan harga BBM bersubsidi menjadi Rp 6.000 per liter berujung bertambahnya beban ekonomi masyarakat. Pemerintah akan memberi bantuan tunai kepada keluarga miskin Rp 150.000 per bulan selama sembilan bulan  [ pdf ]

Nasional
Pertaruhan Anas di Tugu Monas
Saksi-saksi a de charge kasus korupsi Wisma Atlet dan Sport Center Hambalang membentuk sinergi meringankan Muhammad Nazaruddin dan memojokkan Anas Urbaningrum. Uangnya lari ke Kongres Partai Demokrat dan dinikmati sejumlah anggota dewan.  [ pdf ]
Laporan Khusus
Tarik-Ulur Menuju Kursi DKI-1
Bursa bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta kian panas. Demokrat dan PKS belum memunculkan nama pasti. Koalisi Golkar, PPP, dan PDS mendeklarasikan pasangan Alex-Nono. Partai-partai lain masih menjajaki koalisi.  [ pdf ]

Ragam
Konflik Kehutanan: Belajar Bijak dari Masyarakat Adat
Penelitian HuMa menyimpulkan, konflik kehutanan di Indonesia semakin memprihatinkan. Banyak terjadi gara-gara perbedaan klaim penguasaan tanah oleh negara dan masyarakat, khususnya masyarakat yang tinggal di kawasan hutan. Masyarakat selalu menjadi pihak yang dikalahkan. Masyarakat Kasepuhan Adat Cisitu mempunyai cara jitu untuk menyelesaikan konflik kehutanan.  [ pdf ]
space space
 
Created and maintained by Gatra.com