Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

OLAHRAGA

Menjaring Mutiara Hitam di Tanah Amungsa

Tanah Papua adalah gudangnya atlet atletik. Meski fasilitasnya masih sangat minim, animo masyarakatnya cukup besar.

Bagi Yoshua Takati, Rabu pekan lalu menjadi hari yang panjang. Siswa kelas II SMP Negeri Uta, Distrik Uta, Kabupaten Mimika, Papua, itu harus berjuang selama belasan jam di lautan untuk mencapai kota Timika, ibu kota Mimika. Bersama tujuh sahabatnya, Yoshua menaiki kapal motor menyeberangi lautan sejauh lebih dari 200 kilometer demi memperoleh kesempatan yang sudah ia tunggu selama ini, yakni mengikuti kejuaraan lari se-Kabupaten Timika.

''Kami melewati laut, cuacanya kacau sekali. Tetapi kami harus sampai, siapa tahu kami juara,'' ucapnya bersamangat. Pada sabtu lalu, Yoshua, bersama ratusan siswa lainnya se-Kabupaten Timika mengikuti kejuaraan ''Hot Sprint" se-Kabupaten Mimika, yang digelar Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI).

Kejuaraan yang hanya diperuntukkan bagi siswa SD dan SMP ini disambut antusias masyarakat setempat. Sejak dini hari, puluhan siswa dari SD dan SMP yang tersebar di 12 distrik di Mimika telah memadati lapangan olahraga Timika, tempat kegiatan berlangsung. Padahal, kegiatan baru dibuka pada pukul 08.00 pagi. Tak kurang dari 370 siswa ikut ambil bagian pada kejuaraan yang baru kali pertama diselenggarakan di Timika ini. Para siswa tersebut mengikuti dua nomor yang dipertandingkan, yakni 60 meter dan estafet 8 x 50 meter.

Walau baru pertama kali diadakan, hasilnya tidak mengecewakan. Di nomor 60 meter putra SMP, contohnya, peringkat pertama diraih Wilson Mirino, siswa asal SMP Negeri 2 Mimika. Wilson mencatat waktu 7,88 detik. Sedangkan di sektor putri, peringkat pertama diraih Iriani Pattipi, siswi asal SMP YABT Petra, dengan catatan waktu 9,28 detik. Catatan waktu yang tidak buruk mengingat para atlet cilik ini harus berlari tanpa mengenakan sepatu dan berlomba di kondisi lapangan yang buruk, dengan pasir mendominasi lapangan.

Sebagai catatan, rekor nasional junior untuk 60 meter putra saat ini dipegang oleh Sapwaturahman, dengan catatan waktu 6,73 detik. Sementara itu, rekor putri dipegang oleh Nurul Imaniar dengan catatan waktu 7,61 detik.

Namun, animo masyarakat yang begitu besar ini belum ditunjang dengan fasilitas olahraga yang memadai. Hal ini terlihat pada minimnya sarana dan prasarana olahraga di "Tanah Amungsa" --sebutan lain untuk Timika. Untuk menyelenggarakan kejuaraan kali ini saja, PB PASI, dibantu PASI Mimika dan KONI Daerah, harus melakukan kerja bakti membuat lintasan di lapangan yang dipenuhi pasir.

Kondisi ini disadari betul PB PASI. ''Tapi, karena kita sadar bahwa di Papua itu gudangnya bakat di bidang atletik, terutama di nomor sprint dan lempar, baik lempar lembing, lempar cakram, maupun tolak peluru, maka kita selenggarakan kejuaraan ini,'' ucap Tigor Tanjung, Sekjen PB PASI.

Untuk itu, Tigor berharap kejuaraan Hot Sprint ini menjadi pemantik bagi kejuaraan-kejuaraan atletik di Timika. Sebab, menurutnya, dengan mengadakan kejuaraan seperti ini, 'mutiara-mutiara hitam' yang masih terpendam di Papua dapat terdeteksi. ''Kejuaraan ini sengaja dilakukan PB PASI untuk melakukan pemassalan dan pembibitan. Biar tumbuh Franklin-Franklin (Burumi --Red.) baru nantinya,'' Tigor menegaskan.

Andya Dyaksa (Timika)

Cover Majalah GATRA edisi No 18 / XVIII 8-14 Maret 2012 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Apa & Siapa
Astakona
Buku
Ekonomi & Bisnis
Film
Focil
Hukum
Ikon
Ilmu & Teknologi
Internasional
Kesehatan
Kolom
Laporan Utama
Lingkungan
Musik
Nasional
Olahraga
Pariwara
Pendidikan
Perspektif
Ragam
Seni
Seni Rupa
Suplemen
Surat & Komentar
Tari
Tatapan
Teropong
 
Created and maintained by Gatra.com