Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

RONCE

Si Pitung Jawara Olimpiade Robot Internasional

Pitung itu merupakan hasil karya tim Boyo Instrument, yang terdiri dari mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta; Teknologi untuk Rakyat.

Di mana saja, yang namanya si Pitung biasanya menjadi jawara. Tak terkecuali quadcopter bernama Pitung, yang meraih medali emas dalam The 13th International Robot Olympiad 2011. Kompetisi yang dilaksanakan di Universitas Tarumanagara, Jakarta, pertengahan bulan lalu, itu diikuti sekitar 100 tim dari 13 negara, antara lain Korea Selatan, Filipina, Singapura, Jepang, Cina, Kanda, Indonesia, Malaysia, Amerika Serikat, dan Selandia Baru.

Pitung itu merupakan hasil karya tim Boyo Instrument, yang terdiri dari mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Selain itu, UGM mengirim tim Gamaro, yang juga meraih medali perak dalam kompetisi itu. Tim Boyo Instrument berhasil menang dalam kategori "Creative Robot". Tim ini beranggota Andika Pramanta Yudha Rossena Karisma Rasul, Christian Antonia L.P., Rangga Kurniawan, M. Zaim Abdilah, Eviyan Fajar Anggara, Firdhaus Azhar, Anggoro Wibisono, dan Latifah Noor.

Pitung tak lain adalah robot terbang berwujud kotak dengan empat baling-baling ke atas yang menjulur di tiap sudutnya. ''Si Pitung ini merupakan robot terbang yang dapat membawa muatan berupa robot mobil yang dapat terbang ke lokasi titik bencana dan memantau kondisi dari atas,'' kata Ketua Tim, Christian Antonia.

Pada titik bencana, quadcopter itu akan menerjunkan robot mobil yang dapat menelusup ke reruntuhan dan mendeteksi keberadaan korban. Kemudian robot itu mengirim data lingkungan sekitar berupa suhu, konsentrasi gas beracun, dan lain-lain ke pusat pengendali yang berada jauh dari lokasi bencana, sehingga tim SAR dapat mengetahui lokasi korban dan kondisi lingkungan sekitar.

Karena keterbatasan anggaran, pembuatan robot itu terpaksa memanfaatkan barang-barang bekas. ''Kami menggunakan aluminium jemuran untuk membuat rangka pesawat. Begitu pula untuk kerangka quadcopter memakai teralis bekas milik teman-teman kos dan sebagian lainnya hasil berburu di Pasar Klitikan,'' kata Christian kepada pers.

Dewan juri menilai si Pitung layak mendapat penghargaan karena fungsi dan desainnya.

Teknologi untuk Rakyat
"Penuhi kebutuhan teknologi untuk rakyat". Begitulah tema yang diusung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada 2012 ini. ''Indonesia memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah. Mulai dari energi, pangan, hingga mineral, semua ada di sini. Tetapi fakta yang ada sekarang, rakyat kita belum tergolong sebagai rakyat yang sejahtera. Indikasinya yaitu pendapatan yang masih rendah dan masih banyaknya rakyat miskin di Indonesia. Penyebabnya, nilai tambah SDA kita masih kecil,'' kata Kepala BPPT, Marzan A. Iskandar, kepada pers, Rabu dua pekan lalu.

Yang perlu dilakukan, menurut Marzan, adalah meningkatkan nilai tambah SDA Indonesia. Khusus untuk lembaga ilmiah seperti BPPT, yang dapat dilakukan adalah meningkatkan kandungan teknologi dalam pengolahan SDA itu. Teknologi untuk mengolah SDA inilah yang dibutuhkan rakyat, agar kesejahteraan rakyat meningkat.

''Teknologi di dunia ini banyak, tersedia berserakan dalam berbagai bentuk, dan yang memerlukan teknologinya pun banyak. Tapi kebanyakan belum saling tersatukan antara kebutuhan dan ketersediaan teknologi,'' tutur Marzan.

Nah, untuk dapat menyatukan antara kebutuhan dan ketersediaan itulah fokus kegiatan yang akan dilakukan BPPT pada tahun ini. Selain itu, juga akan dilakukan upaya peningkatan pemanfaatan teknologi untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatakan kesejahteraan rakyat. Namun tentu saja BPPT tidak dapat bekerja sendiri. ''Kolaborasi dengan pemerintah, lembaga litbang lain, serta industri akan semakin ditingkatkan dalam kerangka sistem inovasi. Teknologi apa yang dibutuhkan oleh masyarakat, maka teknologi itulah yang akan kami kembangkan ke depan,'' ujar Marzan.

Salah satu upaya peningkatan SDA itu berwujud program pemindahan kantor BPPT ke Puspiptek Serpong, yang rencananya dilaksanakan pada akhir 2012. Seluruh aktivitas kerekayasaan BPPT sudah harus dilakukan di Puspiptek. Hal ini berkaitan dengan upaya merealisasikan gagasan menjadikan Puspiptek sebagaiIndonesia Science and Technopark, yang diharapkan menjadicenter of excellencedi Indonesia di bidang teknologi.

Dikaitkan dengan Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia, dibutuhkan banyakcenter of excellence. Dari enam koridor yang disusun, setidaknya satu koridor satucenter of excellence. Embrionya yang ingin dijadikan contoh adalahIndonesia Science and Technoparkitu.

''DalamTechnoparkitu, bukan hanya ada peneliti dan perekayasa, melainkan juga industri, perbankan, inkubator teknologi dan bisnis, serta perusahaan pemula,'' kata Marzan. Harapannya, kelak dari pusat rekayasa itu terbit sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan pengusaha sehingga dapat mendongkrak kesejahteraan rakyat.

Nur Hidayat dan Syamsul Hidayat

Cover Majalah GATRA edisi No 11 / XVIII 25 Jan 2012 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Apa & Siapa
Astakona
Buku
Ekonomi & Bisnis
Film
Focil
Hukum
Ilmu & Teknologi
Internasional
Kesehatan
Kolom
Laporan Khusus
Laporan Utama
Nasional
Olahraga
Pariwara
Pendidikan
Perspektif
Ragam
Ronce
Seni
Seni Rupa
Surat & Komentar
Tatapan
Teropong
 
Created and maintained by Gatra.com