Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

TEROPONG

Tenggelamnya Kapal Rintisan Habibie

KLM Maruta Jaya-900 pernah menjadi kebanggaan bangsa; Kunyit untuk Obat Kanker; Pelanggaran HAM di Mesuji; Banjir Lumpuhkan Banten.

Sebuah tragedi kembali terjadi di dunia maritim Indonesia. Sudah hampir dua pekan lamanya Kapal Layar Motor (KLM) Maruta Jaya-900 dibiarkan karam. Lokasinya di luar pintu dam di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Menurut situs indonesiawaters.com, KLM berbobot mati 800 ton itu tenggelam pada Ahad 8 Januari lalu, sekitar pukul 10.30 WIB. Penyebab karamnya kapal itu masih dalam penyelidikan, tapi diduga akibat kelalaian petugas pelabuhan.

KLM Maruta Jaya-900 pernah menjadi kebanggaan bangsa. Kapal itu merupakan prototipe yang dikembangkan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada akhir 1980-an dan resmi beroperasi pada 20 Mei 1990. Kapal yang dibangun PT PAL Surabaya ini dirancang khusus sebagai kapal angkutan barang alias kapal kargo.

Dengan daya angkut hingga 900 ton, kapal itu dirancang ramah lingkungan dan hemat bahan bakar. Kalau konsumsi bahan bakar kapal lainnya yang sejenis sekitar 3.000 liter per hari, Maruta Jaya-900 hanya butuh sekitar 900 liter per hari. Hal ini dimungkinkan karena kapal jenis schooner itu menggunakan tenaga angin, dengan dukungan tiga layar sebagai penggerak utamanya. Sedangkan mesin hanya sebagai penggerak pendukung, terutama pada saat gerak manuver keluar dari pelabuhan.

Kapal itu dirancang ketika B.J. Habibie memimpin BPPT. Para ahli perkapalan Indonesia berhasil membangun kapal dengan teknologi Jerman, digabungkan dengan model kapal tradisional Phinisi. Ketika itu, kapal yang dinilai sesuai dengan kondisi geografis Indonesia ini diharapkan menjadi kapal kargo domestik masa depan.

Namun harapan itu ternyata kandas. Sebelum kapal itu sempat diuji secara komersial, perubahan politik yang melanda Indonesia mengubah nasibnya. Proyek rintisan kapal itu terlupakan. Walau demikian, Maruta Jaya-900 sempat dimanfaatkan untuk latihan para pelaut muda. Selain itu, sejumlah lembaga swadaya masyarakat asing pernah memanfaatkannya untuk mengangkut logistik ke daerah-daerah yang terkena tsunami pada akhir Desember 2004.

Menurut keterangan otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, seperti dikutip DetikNews, kapal itu sempat lepas jangkar selama sepekan setelah dikeluarkan Pelindo. Selain untuk menyiapkan dok yang sesuai untuk perbaikan, di lokasi itu juga sedang dilakukan pengerukan untuk pendalaman alur. Pada Ahad pagi itu, Maruta Jaya-900 tampak miring, lalu terguling karena ada ombak besar.

Erwin Y. Salim

Kunyit untuk Obat Kanker
Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, menemukan 100 molekul baru pada kunyit. Delapan di antara temuan itu telah dipatenkan. Selain itu, rimpang tanaman bernama Curcuma longa yang telah dikembangkan menjadi molekul baru itu ternyata punya efek analgetik-antiinflamasi. Bahkan bisa dimanfaatkan untuk terapi kanker.

Hal itu diungkapkan Supardjan, peneliti dari fakultas itu, dalam seminar bertajuk "Kunyit Tinjauan Filosofis dan Ilmiah" di Yogyakarta, Selasa lalu. Dalam penelitian itu, ia menemukan, kunyit mengandung senyawa kurkuminoid yang berwarna kuning dan turunannya. Selain itu, kunyit juga mengandung molekul kurkumin, demektosin kurkumin, dan bisdemetoksin kurkumin. "Untuk turunannya, kurkumin ini bahkan sudah diteliti lebih lanjut. Turunan yang merah lebih ke antiinflamasi, sedangkan yang berwarna kuning lebih untuk melindungi hati," katanya, seperti dikutip pers.

Lebih jauh, ia mengatakan, kurkumin bisa digunakan penderita diabetes untuk mencegah pembekuan atau penggumpalan darah. Penelitian ilmiah pun menunjukkan, kunyit punya khasiat antiinflamasi, antioksidan, antimikroba, antikanker, dan antitumor. "Pada saat ini, kurkumin baru dikembangkan sebatas obat herbal dan belum dijadikan obat kimia karena membutuhkan uji klinis dengan waktu lebih lama dan biaya besar," katanya lagi.

Sekitar dua tahun silam, ilmuwan Inggris yang tergabung dalam tim Cork Cancer Research Center juga pernah meneliti ekstrak kunyit. Penelitian yang masih dalam skala laboratorium itu menunjukkan, kurkumin ternyata dapat menghancurkan sel-sel kanker kerongkongan. Temuan yang dipublikasikan British Journal of Cancer itu membuat para ahli berpendapat, para dokter berpeluang besar menemukan cara lain untuk pengobatan kanker di luar cara yang selama ini dilakukan.

Erwin Y. Salim

Pelanggaran HAM di Mesuji
Setelah bekerja hampir satu bulan, Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Mesuji menemukan persoalan pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Karena itu, TGPF akan berkoordinasi dengan Komnas HAM. "Kami akan memastikan persoalan HAM terkait pendampingan hukum, persoalan kesehatan, pendidikan, dan kependudukan akan dituntaskan," kata Ketua TGPF, Denny Indrayana, dalam jumpa pers hasil kerja TGPF di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM, Senin lalu.

Ada sejumlah rekomendasi yang dikeluarkan TGPF. Pertama, merekomendasikan penuntasan penegakan hukum atas pelaku tindak kekerasan hingga jatuhnya korban di tiga lokasi konflik. Kedua, meminta Komnas HAM turun tangan, setelah melakukan penyelidikan lebih jauh terhadap adanya dugaan pelanggaran HAM atas kematian Made Asta. Ketiga, mendorong pemberian bantuan pembiayaan kepada korban luka yang masih memerlukan perawatan medis.

Keempat, pemda diminta membantu anak korban, terutama untuk pendidikannya. Kelima, meminta LPSK melakukan perlindungan pada saksi dan korban. Keenam, penindakan penertiban pada badan usaha jasa pengamanan, penanggung jawab, dan perusahaan pengguna jasa tersebut. Terakhir, melakukan penegakan hukum terhadap pembuat, pengguna, dan pengedar video kekerasan yang diputar di Komisi Hukum DPR yang tidak sesuai dengan fakta di tiga lokasi.

TGPF dibentuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada awal Desember tahun lalu, pasca-laporan masyarakat ke DPR terkait dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan aparat kepolisian terhadap warga Mesuji, Sumatera Selatan. Hasil kerja TGPF itu, menurut aktivis HAM, Chairul Anam, terlalu normatif dan tidak menjawab akar persoalan. Seharusnya TGPF memberikan jawaban kongkret, apakah terjadi pelanggaran HAM berat atau tidak.

Sujud Dwi Pratisto

Banjir Lumpuhkan Banten
Curah hujan yang tinggi pekan lalu membuat beberapa daerah di Indonesia terendam banjir. Genangan air paling parah terjadi di Provinsi Banten hingga membuat jalan tol Jakarta-Merak lumpuh. Luapan air menutup ruas jalan sepanjang dua kilometer di Kilometer 58 jalan tol Jakarta-Merak, tepatnya di Desa Undar-andir, Kecamatan Ciujung, Serang, Ahad lalu.

Air meluap dari Sungai Ciujung di Kabupaten Serang hingga merendam ribuan rumah di sembilan kecamatan, yaitu Kecamatan Rangkasbitung, Cibadak, Kalanganyar, Cileles, Cimarga, Leuwidamar, Wanasalam, Banjarsari, dan Cijaku. Karena banjir itu, sebanyak 2.155 keluarga terpaksa mengungsi ke 13 titik yang disiapkan Pemerintah Provinsi Banten. Tiga orang meninggal di Kecamatan Wanasalam. Sebanyak 35 rumah roboh dan hanyut. Sedangkan yang terendam mencapai 17.084 rumah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, sebanyak 14 wilayah di Indonesia terendam banjir akibat meningkatnya curah hujan dalam beberapa hari terakhir. Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, menjelaskan bahwa wilayah itu adalah Pandeglang, Lebak, Serang, Kota Serang, Kota Cilegon, Tangerang, Pati, Bojonegoro, Lamongan, Nganjuk, Sambas, Landak, Kutai Barat, dan Kutai Kartanegara.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Serang meramalkan, musim hujan masih akan terjadi hingga Februari mendatang. Selama kurun waktu itu, daerah-daerah rawan banjir di Banten masih terancam, termasuk jalan tol Tangerang-Merak. Selanjutnya, pada Maret-April 2012, curah hujan akan makin berkurang dengan intensitas ringan dan sedang.

Di Jawa Timur, banjir terjadi di Kabupaten Bojonegoro, Lamongan, dan Nganjuk. Luapan air Sungai Bengawan Solo dan anak-anak sungainya merendam puluhan hektare sawah di tiga kabupaten itu.

Mujib Rahman

Cover Majalah GATRA edisi No 11 / XVIII 25 Jan 2012 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Apa & Siapa
Astakona
Buku
Ekonomi & Bisnis
Film
Focil
Hukum
Ilmu & Teknologi
Internasional
Kesehatan
Kolom
Laporan Khusus
Laporan Utama
Nasional
Olahraga
Pariwara
Pendidikan
Perspektif
Ragam
Ronce
Seni
Seni Rupa
Surat & Komentar
Tatapan
Teropong
 
Created and maintained by Gatra.com