Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

INTERNASIONAL

Dari Iowa Meneropong Wakil Republik

Dengan selisih delapan suara, Mitt Romney memenangkan Kaukus Iowa. Rick Santorum menyeruak sebagai kandidat tandingan. Tapi Jon Hunstman siap membuat kejutan di New Hampshire dan South Carolina.

Iowa selalu menjadi titik penting saban mendekati pemilihan Presiden Amerika Serikat. Berawal dari Iowa, sejumlah calon Presiden Amerika Serikat sukses menempati Gedung Putih. Tidak hanya bagi Partai Republik, Iowa juga menjadi titik penting bagi calon presiden (capres) dari kubu Demokrat.

Menjelang pemilihan presiden tahun ini pun, Iowa masih menyisakan magis sebagai daerah yang wajib dimenangkan siapa pun yang berkeinginan menjadi pemimpin negara adidaya itu. Tak terkecuali seluruh bakal calon presiden dari kubu Republik.

Michele Bachmann, Rick Perry, Rick Santorum, Mitt Romney, Newt Gingrich, dan Ron Paul pun berlomba menebar pesona mereka di hadapan peserta Iowa Caucus, demikian pertemuan berformat townhall meeting itu biasa disebut.

Tetapi hasil kaukus kali ini cukup mengejutkan dan tidak bisa menjadi pijakan untuk menentukan siapa yang bakal maju sebagai capres. Dari sekitar 120.000 orang yang hadir dalam acara itu, tidak terwujud sebuah "kesepakatan" bersama yang bulat tentang bakal calon Great Old Party (GOP), sebutan lain untuk Partai Republik, untuk maju dalam pemilihan presiden (pilpres) 2012.

Tiga nama teratas, Mitt Romney, Rick Santorum, dan Ron Paul, mendapat suara di atas 20%. Tetapi yang paling mengagetkan, selisih perolehan suara antara Romney dan Santorum sangat tipis. Yakni 24,6% (30.015 suara) dan 24,5% (30.007) alias hanya terpaut delapan suara. Ron Paul hanya memperoleh 21%.

Adapun bakal calon lain kali ini tidak mendapat banyak suara. Newt Gingrich berada di posisi keempat dengan perolehan 13%, sedangkan Rick Perry dan Michele Bachmann masing-masing hanya mendapat 6% dan 5%. Karena persentase itu, Michele Bachmann memilih mengambil keputusan dramatis, yakni mundur.

Meski Bachmann telah menghabiskan jutaan dolar untuk berkampanye, keputusan itu sudah bulat dan disampaikan secara terbuka Rabu pekan lalu. Langkah ini sebenarnya cukup disayangkan terutama karena sebelumnya Bachmann cukup mendapat tempat di hati Republikan.

Rick Perry juga sempat dikabarkan bakal mundur dari pertarungan. Belakangan, Gubernur Texas ini memutuskan berkonsentrasi menghadapi massa dalam Kaukus South Carolina, yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Januari, dan Florida sesudahnya, ketimbang ikut-ikutan terbang ke New Hampshire dan kembali bertarung dengan Mitt Romney serta Rick Santorum.

Dua politikus itu memanfaatkan momentum Iowa untuk menyiapkan langkah berikutnya di negara bagian itu. Rabu pekan lalu, menggunakan Boeing 737 sewaan, Romney tiba Concord, ibu kota New Hampshire. Lalu ia menggelar acara penting, yakni mengumumkan dukungan resmi dari John McCain, saingannya untuk berebut restu GOP empat tahun lalu.

Selain dari McCain, Romney juga mendapat dukungan dari Senator Kelly Ayotte dan John H. Sununu, mantan Gubernur New Hampshire. Dukungan macam ini perlu dipublikasikan Romney untuk memperlihatkan besarnya kekuatan yang ada di belakangnya.

Satu kartu as berikutnya adalah endorsement dari Nikki Haley, Gubernur South Carolina. Ini adalah negara bagian berikutnya dalam agenda kampanye Romney, yang mengusung tema ''Believe in America''. Romney tidak hanya unggul dalam dukungan politik, melainkan juga dari segi pendanaan. Secara finansial, tim kampanye Romney lebih leluasa memuntahkan amunisi kampanyenya ketimbang kubu Santorum. Pasca-Iowa, kubu Romney meluncurkan sejumlah iklan di televisi.

Rick Santorum juga tidak mau kalah. Politikus konservatif ini pun terbang ke New Hampshire. Sayangnya, karena keterbatasan dana, kelompok Santorum baru tiba di negara bagian itu pada malam hari. Perjalanan sejauh lebih dari 2.200 kilometer dari Des Moines, Iowa, itu ditempuh dengan pesawat pribadi jenis King Air yang masih berbaling-baling.

Akibat keterlambatan itu, Santorum tidak mendapat kesempatan menggelar kunjungan ke media lokal, memenuhi wawancara dengan jurnalis di sana. Ia hanya mendapat "jatah" tampil dalam program malam Fox News dan CNN. Sedangkan Rick Romney seperti sedang melakukan victory lap, merayakan kemenangan di Iowa, ketika tampil pada jam tayang primer.

Santorum sebenarnya mendapat amunisi tambahan pasca-mundurnya Michele Bachmann dari bursa bakal calon. Sebab, dengan mundurnya Bachmann, calon konservatif dari GOP hanya tinggal Santorum. Massa dari kelompok konservatif pun boleh jadi bakal memusat ke Santorum.

Sinyal dukungan macam ini sebenarnya sudah terlihat pada saat di Des Moines, ketika kelompok konservatif Kristen Iowa mengarahkan dukungan pada Santorum. Dukungan yang sama sedang diusahakan kubu Santorum di New Hampshire.

Adapun soal dana, Santorum bisa sedikit bernapas lega. Selain sukses mengoleksi dana US$ 1 juta ketika berada di New Hampshire, Santorum juga mendulang dukungan dari Red, White and Blue Fund (RWBF). Di RWBF, berkumpul sejumlah pengusaha yang siap mengucurkan dana tanpa batas.

RWBF dijalankan oleh Nick Ryan, mantan Direktur American Future Fund, organisasi yang menggelontorkan US$ 25 juta bagi Partai Republik dalam pemilihan paruh waktu Kongres Amerika pada 2010. Republik sukses mengalahkan Demokrat ketika itu. Dalam situsnya, RWBF menyebut dukungan mereka kepada Santorum karena, ''Sosoknya sebagai konservatif tulen yang dapat dipercaya pemberi suara dari Republik.'' Akankah Santorum melenggang lebih leluasa setelah adanya dukungan RWBF ini? New Hampshire dan South Carolina bakal membuktikannya.

Yang jelas, kubu Mitt Romney sudah sampai di South Carolina dan berusaha merayu publiknya, Jumat pekan lalu. Ditemani John McCain dan Nikki Haley, Romney meyakinkan penduduk negara bagian itu bahwa dia adalah sosok yang tepat untuk memimpin Amerika.

Di mata Romney, pemerintahan Presiden Barack Obama salah dalam menangani masalah perekonomian negeri itu dan tidak bisa diterima ketika mengurangi anggaran militer. McCain ikut mengompori. ''Bila Romney menang di sini, ia bakal menjadi Presiden Amerika Serikat berikutnya,'' kata McCain, seperti dilansir Associated Press.

McCain sedikit menafikan kehadiran satu lagi kandidat GOP, yaitu Jon Hunstman. Mantan Duta Besar Amerika Serikat untuk Cina ini sengaja tidak ikut terlibat di Iowa serta memilih New Hampshire dan South Carolina sebagai target. Huntsman mendapat dukungan dari The Boston Globe, harian terbesar di Masschusetts, negara bagian tempat Romney pernah menjadi gubernurnya. Langkah Romney menuju Gedung Putih sepertinya bakal kembali melambat.

Carry Nadeak
ARTIKEL LAIN

Cover Majalah GATRA edisi No 10 / XVIII 18 Jan 2012 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Apa & Siapa
Astakona
Buku
Ekonomi & Bisnis
Focil
Fotografi
Hukum
Ilmu & Teknologi
Internasional
Kesehatan
Kolom
Laporan Khusus
Laporan Utama
Musik
Nasional
Pariwara
Pendidikan
Perspektif
Ragam
Ronce
Surat & Komentar
Tatapan
Teropong
 
Created and maintained by Gatra.com