Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

KESEHATAN

Puding Binahong Pengusir Diabetes

Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta meneliti kandungan ekstrak tanaman binahong sebagai obat untuk diabetes. Hasilnya menunjukkan, tanaman ini memiliki kandungan zat reduksi gula yang bermanfaat untuk menurunkan kadar gula darah.

Namanya sungguh cantik, Anredera cordifolia. Tubuhnya tinggi semampai pula. Ia berasal dari dataran tinggi di Cina. Di negeri leluhurnya, ia biasa dipanggil dheng san chi. Tetapi dheng bukanlah model terkenal yang bakal membuat banyak pria memimpikannya. Dheng adalah sejenis tanaman menjalar yang memiliki umur panjang (perenial).

Panjang tubuhnya bisa mencapai lebih dari lima meter. Di Indonesia, tanaman ini beken dengan nama binahong. Ciri khas lain tanaman ini, memiliki batang lunak warna merah berbentuk silindris dan tumbuh saling membelit. Daunnya termasuk jenis tunggal, bertangkai sangat pendek (subsessile), tersusun berseling, berwarna hijau dan bentuk jantung (cordata), dengan panjang 5-10 cm serta lebar 3-7 cm.

Meski bukan model, Anredera bisa juga menarik perhatian sekelompok mahasiswa Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Tetapi para mahasiswa itu, Endah Dani Puspitaningrum, Amri Handayani, Alvani Nuzul Marfu'ah, dan Ari Nurlitawati, ternyata bukan kesengsem pada kecantikannya, melainkan pada khasiatnya.

Di negeri lelulurnya sana, binahong dipercaya memiliki beragam khasiat. Antara lain, melancarkan peredaran darah, mencegah stroke, menyembuhkan ambeien, menyembuhkan luka, dan menyembuhkan diabetes. Hampir semua bagian tanaman binahong, seperti umbi, batang, dan daun, dapat digunakan untuk obat-obatan herbal.

Kabarnya, tumbuhan ini telah ribuan tahun dikonsumsi bangsa Tiongkok, Korea, Vietnam, dan Taiwan. Konon, dalam Perang Vietnam, tentara Amerika Serikat sering bingung karena banyak tentara Vietkong, yang sebelumnya mengalami luka tembak, dalam hitungan hari bisa bertempur lagi. Konon pula, luka tentara Vietkong itu bisa cempat sembuh karena diobati dengan binahong. Di Indonesia pun, banyak masyarakat percaya bahwa binahong punya khasiat sehebat itu. Mitos seputar khasiat tanaman inilah yang coba dibuktikan para mahasiswa UNY itu.

Khasiat utama yang ingin dibuktikan adalah kemampuannya menyembuhkan penyakit diabetes. "Ini cerita masyarakat yang banyak dipercaya di Desa Cangkringan, lereng Merapi," kata Alvani Nuzul Marfu'ah kepada Gatra, Jumat pekan lalu. Kenapa diabetes? Menurut Alvani, karena diabetes merupakan salah satu penyakit yang banyak diderita masyarakat Indonesia. Survei WHO menyebutkan, Indonesia menduduki peringkat keempat dalam jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia. "Bahkan, dalam peringkat International Diabetes Federation, masuk tiga besar di dunia," katanya.

Karena itu, kata Alvani, diabetes menjadi penyakit yang sangat ditakuti sebagian besar masyarakat Indonesia. "Karena dapat memicu timbulnya berbagai macam penyakit lain," ujarnya. Terlebih, selama ini, para penderita diabetes banyak mengonsumsi obat-obatan dari bahan kimia sintesis. "Bahan-bahan ini secara tidak langsung merupakan toksin atau racun bagi tubuh jika terakumulasi dalam periode waktu yang lama," Alvani menegaskan.

Oleh sebab itu, sekarang banyak ahli melirik bahan-bahan herbal untuk dijadikan obat diabetes. Dalam metode pengobatan Cina, menurut Alvani, binahong banyak dibuat obat dalam bentuk kapsul dan dijual dengan harga relatif mahal. "Dan sebagian masyarakat ada yang tidak suka mengonsumsi obat berupa kapsul," katanya.

Karena itu, mereka pun lantas mengajukan proposal penelitian untuk menciptakan "obat" diabetes berbentuk puding. Maka, diajukanlah penelitian bertajuk "Deralia's Pudding: Produk Olahan Daun Binahong (Anredera cordifolia) sebagai Makanan Berkhasiat untuk Penderita Penyakit Diabetes". Proposal ini diajukan dan disetujui untuk dilakukan sejak Mei 2011. Dari hasil riset awal, menurut Alvani, diketahui bahwa binahong punya kandungan gula yang rendah.

Dari observasi yang dilakukan peneliti dari Universitas Negeri Sebelas Maret, Solo, Umar Hafidz Asy'ari Hasbullah, pada 2008 juga diketahui, tanaman binahong memiliki sejumlah kandungan serat pangan potensial. Penelitian itu menyebutkan, serbuk umbi binahong memiliki kadar serat tinggi. Antara lain acid detergent fiber (ADF) sebesar 5,64%, lignin 0,95%, substansi pektat 51,46%, selulosa 0,13%, hemiselulosa 30,05%, dan neutral detergent fiber (NDF) sebesar 31,13%.

Total kandungan serat binahong (dietary fiber) mencapai 82,59%. Hasil uji proximat (kadar kecernaan) binahong menunjukkan, tanaman ini sangat baik untuk pencernaan. Kandungan airnya diketahui mencapai 8,49%, kadar lemak 4,64%, abu 5,63%, protein 14,88%, karbohidrat 66,36%, dan serat kasar 18,17%.

Rendahnya kadar gula dipadu dengan tingginya kadar serat dan mudah dicerna membuat para mahasiswa itu yakin, binahong punya khasiat untuk mengurangi kadar gula darah penderita diabetes. Karena itu, Alviani yakin, puding hasil penelitiannya memiliki manfaat bagi penderita diabetes.

Nama Deralia's Pudding sendiri diambil dari singkatan nama latin binahong, Anredera cordifolia. Nama itu diambil dari suku kata terakhir Anre-Dera, sedangkan Lia dari dari suku kata terakhir codi-fo-lia. Jadilah nama "Deralia". Para mahasiswa itu mengkreasi puding anti-diabetes ciptaaan mereka dalam tiga rasa, yaitu original, melon, dan pandan.

Karena tanaman ini banyak dibudidayakan khususnya di Dataran Tinggi Dieng, para mahasiswa itu yakin, pasokan bahan baku binahong untuk produk mereka bakal terjaga. Apalagi, tanaman ini bisa tumbuh di segala musim.

Meski kandungan kadar gula dan seratnya telah diketahui, Alviani mengakui, sejauh ini belum ada penelitian secara klinis tentang khasiat tanaman ini untuk mengobati diabetes. "Namun masyarakat secara empiris mempercayai dan membuktikan khasiatnya sebagai obat diabetes," ujarnya.

Para mahasiswa itu mengakui, penelitian mereka masih dalam tahap awal. "Perlu penelitian lebih lanjut. Alasan kenapa ambil binahong adalah kebiasaan warga. Tapi ekstraknya sudah kami uji," kata Endah Dani Puspitaningrum, yang menjadi ketua tim. Menurut Endah, berdasarkan hasil uji laboratorium, kandungan gula reduksi dan phenol pada sari binahong sangat baik untuk menurunkan kadar gula darah.

Dari dua sampel diketahui, kandungan phenol pada sampel A adalah 0,01994%. Di sampel B, kandungannya 0,0212%. Untuk gula reduksi sampel A, kandungannya mencapai 1,8925% dan sampel B 1,7758%. "Kemampuan gula reduksi itulah yang berguna menurunkan gula darah pada penderita diabetes," kata Endah.

Meski bukan uji klinis, Endah dan kawan-kawan telah mencobakan produknya untuk dikonsumsi saudara dan tetangga mereka. Secara empirik, para "tester" itu mengaku penyakit mereka jadi mendingan setelah makan puding itu. "Tak cuma yang kena diabetes, para penderita asam urat juga mengaku membaik setelah mengonsumsi olahan binahong ini," ujar Endah. Mereka menjual hasil produknya itu seharga Rp 1.000 per buah. Produk mereka juga dipasarkan di kantin kampus UNY.

Kini Endah dan kawan-kawan sedang mengajukan izin produksi ke Dinas Kesehatan serta Badan Pengawas Obat dan Makanan di Sleman. Satu kelemahan yang diakui Endah dari produk ini adalah tidak tahan lama. "Karena tidak menggunakan pengawet," katanya.

M. Agung Riyadi, dan Arif Koes Hernawan (Yogyakarta)
ARTIKEL LAIN

Cover Majalah GATRA edisi No 10 / XVIII 18 Jan 2012 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Apa & Siapa
Astakona
Buku
Ekonomi & Bisnis
Focil
Fotografi
Hukum
Ilmu & Teknologi
Internasional
Kesehatan
Kolom
Laporan Khusus
Laporan Utama
Musik
Nasional
Pariwara
Pendidikan
Perspektif
Ragam
Ronce
Surat & Komentar
Tatapan
Teropong
 
Created and maintained by Gatra.com