Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

EKONOMI & BISNIS

Surat Kaleng Menyerang Proyek Internet

Sebuah tulisan yang di-posting di Kaskus dan Indowebster mengungkap permainan tender di Kemenkominfo. Menyebut-nyebut keterlibatan oknum anggota sebuah partai politik.

Tulisan sepanjang empat setengah halaman kertas A4 itu mendadak hilang dari situs forum komunitas maya, Kaskus dan Indowebster, Sabtu malam 26 November lalu. Padahal, surat yang dikirim pihak yang menyebut diri Komunitas Informatika Indonesia itu baru beberapa jam diunggah. "Karena isinya menggegerkan, ada tim yang langsung menghapus dari Singapura," ujar seorang sumber Gatra.

Cepat raibnya dua posting-an itu memang tak bisa dilepaskan dari isinya. Maklum, tulisan itu dengan gamblang membuka borok tender proyek Nusantara Internet Exchange (NIX) 2011 yang kepanitiaannya ditangani langsung oleh sebuah balai di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Informatika, yakni Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI).

Dalam posting-an itu, Komunitas Informatika Indonesia dengan gamblang menyebut adanya permainan dalam proyek pengadaan data center di ibu kota-ibu kota provinsi tersebut. Dalam tulisannya, komunitas itu menyebutkan bahwa anggaran di balai itu --yang diwujudkan dalam tender-tender-- sudah diatur oknum anggota dari sebuah partai politik.

Secara tegas, posting-an itu menyebut oknum berinisial AS, pejabat di kementerian yang dipimpin Tifatul Sembiring, sebagai sosok yang terlibat untuk mengatur tender ini. Seluruh pelaksanaan tender dikontrol penuh oleh AS yang dibantu S dan TY, yang bertugas menangani negosiasi komitmen. Spesifikasi teknis, tata cara, hingga pemenang tender pun tak lepas dari pengaturannya.

Lewat AS-lah negosiasi dengan peserta yang akan dimenangkan dalam tender dilakukan. Bahkan negosiasi dengan para peserta yang akan dimenangkan sudah berjalan tiga hingga enam bulan sebelum tender. Cilandak Town Square, Arcadia Plaza Senayan, Kuningan Suite, Oakwood, atau Mega Kuningan disebut-sebut sebagai lokasi yang biasanya menjadi tempat negosiasi berlangsung.

Di dalam dokumen tender yang bakal menjadi tempat terhubungnya berbagai perusahaan penyedia jasa internet itu terdapat banyak spesifikasi teknis yang mengarah ke salah satu vendor. Tak hanya itu. Guna menjaga agar calon pemenang tak banting harga, amplop harga yang tidak sesuai dengan kesepakatan pun ditukar dengan harga baru.

Terlemparnya nama-nama besar seperti PT Telkom (Persero) Tbk atau PT Lintasarta, yang tak memenangkan satu pun proyek dari 13 paket yang disediakan, menambah daftar kejanggalan proyek ini. Posting-an itu menyebut perusahaan seperti Telkom dan Lintasarta yang pernah menang dan bekerja benar, tapi sulit diajak bernegosiasi, digugurkan dan diganti peserta yang dijagokan. Padahal, tahun lalu, proyek yang dilaksanakan peserta yang dijagokan banyak yang terlambat atau macet.

***

Meski posting-an itu sudah raib dari Kaskus dan Indowebster lebih dari sebulan lalu, isu adanya praktek curang dalam tender ini terus menggelinding. Tak mengherankan jika Kamis pekan lalu, Tifatul turun gunung guna menanggapi isu itu. Lewat akun Twitter miliknya, @tifsembiring, mantan Presiden PKS ini memberikan 10 pernyataan terkait posting-an --yang disebutnya surat kaleng-- itu. "Mengimbau semua peserta tender untuk sportif. Jika menang, wajib melaksanakan pembangunan proyek, yang kalah bersikaplah legowo," demikian bunyi salah satu tweet-nya.

Ia menyayangkan jika pengiriman surat kaleng menjadi solusi perselisihan sebuah hasil tender. "Jika keberatan sgr (segera) ajukan sanggahan. Msh (masih) tak puas, silakan gugat ke PTUN," ujarnya. Jika memang terindikasi adanya penyimpangan dari aturan dalam proses tender, ia malah berharap informasi itu disampaikan kepada pihaknya. "Identitas pelapor akan dirahasiakan," ia menegaskan.

Bahkan secara tidak langsung ia menantang agar kasus ini segera dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atau aparat penegak hukum lainnya, jika memang ada indikasi korupsi yang ditemukan dalam proses tender di kementeriannya. "Namun laporan tsb (tersebut) harus disertai data & fakta yang benar, sumbernya jelas. Bila tak ada fakta, maka itu tergolong fitnah," ia melanjutkan. Masih menurut dia, sudah puluhan kali pihaknya menerimasurat kaleng, tetapi belakangan setelah ditelusuri, ternyata itu isapan jempol belaka lantaran tanpa didukung fakta. "Tidak (me)miliki kekuatan sebagai fakta hukum," ungkapnya. Justru, menurut dia, penyebaran surat kaleng tanpa fakta dan data yang jelas via internet itulah yang tergolong fitnah. "Dan ini melanggar UU ITE 11/2008," kata Pak Tif --begitu ia kerap disapa-- di akhir kicauannya.

Kepala Humas dan Pusat Informasi Kominfo, Gatot S. Dewa Broto, juga tegas menangkis adanya proses penguncian terhadap salah satu merek untuk memenangkan salah satu pemenang. Menurut dia, berbagai tender atau proses pengadaan barang dan jasa di kementeriannya sudah sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang atau Jasa Pemerintah. "Isi surat kaleng itu tidak benar," ujarnya.

Ia juga membantah tuduhan keterlibatan partai tertentu dalam tender di kementeriannya. "Tidak mungkin. Istilahnya, di siang hari begini beraninya partai masuk untuk jadi sorotan publik," Gatot menegaskan. Memang Gatot mengakui bahwa inisial AS ada di lingkungan Kemenkominfo, yakni Adi Seno yang merupakan staf ahli Menkominfo. "Tapi AS tidak berani terlibat melakukan pengaturan seperti itu. Tidak ada bukti bahwa AS terlibat," katanya.

Apalagi, audit tim internal Irjen Kemenkominfo beberapa waktu lalu menunjukkan tidak adanya temuan seperti yang dituduhkan dalam surat kaleng tersebut. Meski tak mau menimbulkan prasangka, menurut Gatot, tak tertutup kemungkinan peserta kalahlah yang kemudian menyampaikan kekecewaannya dalam bentuk surat kaleng itu. "Biasalah," tuturnya.

***

Tentu spekulasi Gatot juga sulit dibuktikan. Sebab, faktanya, tidak ada satu pun lontaran nada kekecewaan dari pihak yang kalah dalam tender itu. PT Telkom, misalnya, meski kalah bersaing dalam proyek itu, tetap mengaku legowo. "Namanya juga tender, ada kalah ada menang," ujar Eddy Kurnia, Head of Corporate Communication and Affair PT Telkom.

Menurut dia, kekalahan itu terjadi lantaran ada perusahaan lain yang bisa memberikan harga lebih baik daripada pihaknya. Ia pun menegaskan, tak ada kejanggalan tender seperti yang dituduhkan dalam surat kaleng tersebut. "Kami pun mengikuti prosesnya dengan baik," katanya kepada Gandhi Achmad dari Gatra.

Anggota Komisi I DPR, Roy Suryo, juga menyayangkan pihak-pihak yang memberikan informasi terkait ketidakberesan dalam tender proyek NIX tahap dua ini tak berani mengungkapkannya secara terbuka. "Tapi mereka belum siap untuk bicara buka-bukaan ke publik," ujar politikus Partai Demokrat itu.

Meski demikian, menurut Roy, Komisi I DPR akan terus menindaklanjuti kasus itu. Bahkan sedang dipersiapkan pembentukan panitia kerja untuk berbagai kasus yang mencuat di Kemenkominfo, khususnya NIX 2011 itu. "Kami sedang mengumpulkan data terkait," katanya. Ia optimistis, dalam beberapa pekan ke depan, sejumlah data pendukung sudah siap, bahkan akan ada orang yang berani mengungkapkannya.

Bagi Roy, tuduhan surat kaleng itu bisa jadi benar adanya. "Tapi belum didukung oleh pihak yang merasa dirugikan dan mau berbicara secara terbuka ke publik," ujarnya. Kalau saja ada pihak yang mau melaporkannya secara resmi, baik itu dari peserta maupun panitia tender, Komisi I akan memanggil pihak-pihak yang disebutkan dalam surat kaleng tersebut. "Dasar kami adalah laporan dari siapa pun, bukan penekanan pada surat kalengnya," katanya.

Namun Roy tak mau buru-buru mengaitkan aroma ketidakberesan ini dengan keterlibatan sebuah parpol. "Penelusurannya belum sampai ke sana," ujarnya.

Hatim Ilwan, Birny Birdieni, dan Deni Muliya Barus

Data Center di Pusat Kota
Tender Nusantara Internet Exchange (NIX) 2011 terdiri dari 13 paket. Proyek ini merupakan tahap kedua pengadaan data center di ibu kota-ibu kota provinsi di seluruh Indonesia guna menuju Indonesia melek internet. Tiap-tiap proyek berdurasi lima tahun. Pada tahun pertama, pemenang tender harus membangun sebuah gedung tiga lantai, dengan luas masing-masing lantai 150 meter persegi. Gedung itu mesti terletak di ibu kota provinsi.

Pada tahun awal ini pula, kontraktor pemenang tender harus sekaligus menyiapkan infrastruktur untuk memenuhi kebutuhan sebuah data center yang layak, mulai penyediaan personal computer, server, router, hingga peralatan elektriknya. Seluruh rangkaian pembangunan dan pengadaan infrastruktur ini harus beres pada tahun pertama. Pada tahun kedua hingga kelima, pemenang tender wajib melakukan maintenace.

Kepanitiaan proyek ini ditangani langsung oleh BP3TI (Balai Penyedia, Pengelola, Pendanaan Telekomunikasi dan Informatika), sebuah unit pelaksana teknis di Kementerian Komunikasi dan Informatika yang mengelola keuangan secara PPK (pola pengelolaan keuangan) BLU (badan layanan umum) berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

Jumlah penerimaan balai yang memiliki hak mengelola penerimaan negara bukan pajak dari para operator telekomunikasi itu mencapai Rp 12 trilyun. Angka ini direalisasikan dalam bentuk peningkatan fasilitas dan infrastruktur Universal Service Obligation kepada masyarakat, seperti NIX, Desa Berdering, Penyediaan Pusat Layanan Jasa Akses Internet Kecamatan, Sistem Informasi Manajemen dan Monitoring Layanan Jasa Akses Internet Kecamatan, dan Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan.

Hatim Ilwan

Tender Nusantara Internet Exchange (NIX) 2011

Paket Wilayah
1 NAD (Banda Aceh) Sumatera Barat (Padang) Jambi (Jambi)
2 Kepulauan Riau (Batam)
3 Bengkulu (Bengkulu) Lampung (Bandar Lampung)
4 Kalimantan Barat (Pontianak) Kalimantan Tengah (Palangkaraya)
5 Kalimantan Selatan (Banjarmasin) Sulawesi Barat (Mamuju)
6 Sulawesi Utara (Manado) Gorontalo (Gorontalo)
7 Sulawesi Tenggara (Kendari) Sulawesi Tengah (Palu)
8 Maluku (Ambon) Papua Barat (Manokwari)
9 Banten (Serang) Jawa Barat (Bandung)
10 DIY (Yogyakarta) Jawa Tengah (Semarang)
11 Nusa Tenggara Barat (Mataram) Nusa Tenggara timur (Kupang)
12 Riau (Pekanbaru) Bangka Belitung (Pangkal Pinang)
13 DKI Jakarta (Jakarta)

Hasil Tender Nusantara Internet Exchange (NIX) 2011
No. Pemenang Paket Nilai Pekerjaan (Rp) Nilai Hasil Tender (Rp) Peserta Kalah
1 PT Comradindo Lintasnusa Perkasa (CLP) 9 99.468.365.092 93.496.249.930 Telkom; PTI & ST; III & RMI; Satata Neka Tama (STN); Cyber Network Indonesia & Nusantara Comnet Integrator (CNI & NCI); Media Akses Global Indo & Aprillia Profesional Teknologi (MAGI & APT); Pasifiktel Indotama (PI); LA; MRP
2 PT Comradindo Lintasnusa Perkasa (CLP) 10 99.336.205.253 93.369.483.810 Telkom; PTI & ST; III & RMI; STN; CNI & NCI; MAGI & APT
3 PT Comradindo Lintasnusa Perkasa (CLP) 7 90.692.416.734 88.861.612.488 Telkom; III & RMI 4 PT Comradindo Lintasnusa Perkasa (CLP) 3 90.364.347.659 85.795.536.182 BWI & KGIS, Lintasarta (LA); MRP; PTI & ST

361.732.882.410

5 PT Mora Telematika Indonesia (MTI) 2 94.607.562.034 91.719.787.896 Telkom; Anta Mediakom & Sigma Cipta Utama & PGAS Telekomunikasi Nusantara; MAGI & APT
6 PT Mora Telematika Indonesia (MTI) 13 99.735.089.368 96.689.756.184 Telkom; LA; MAGI & APT

187.409.544.080

7 PT Multidata Rancana Prima (MRP) 4 97.868.737.064 94.443.336.240 PTI & ST; Dwi Tunggal Putra
8 PT Multidata Rancana Prima (MRP) 12 96.639.617.536 92.292.229.836 MTI; PTI & ST; Uninet Media Sakti & Datacomm Diangraha

186.735.566.076

9 PT Tanggara Mitrakom (TM) 8 97.158.674.650 96.601.418.496 PI; STN
10 PT Tanggara Mitrakom (TM) 11 83.625.466.905 82.694.077.850 Telkom; STN

179.295.496.346

11 PT Inerkoneksi Internet Indonesia & Rahajasa Media Internet (III & RMI) 1 97.353.034.804 97.064.092.171 Quasar; MRP
12 PT Patra Telekomunikasi Indonesia (PTI) & Sufia Technologies (ST) 5 99.648.198.633 98.991.780.307 Telkom; Tangguh Swakarsa Mandiri
13 PT Blue Water Indonesia (BWI) & Karunia Guna Inti Semesta (KGIS) 6 90.808.045.095 89.445.924.427 III & RMI; Dwi Tunggal Putra

Sumber: Kemenkominfo
ARTIKEL LAIN

Cover Majalah GATRA edisi No 10 / XVIII 18 Jan 2012 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Apa & Siapa
Astakona
Buku
Ekonomi & Bisnis
Focil
Fotografi
Hukum
Ilmu & Teknologi
Internasional
Kesehatan
Kolom
Laporan Khusus
Laporan Utama
Musik
Nasional
Pariwara
Pendidikan
Perspektif
Ragam
Ronce
Surat & Komentar
Tatapan
Teropong
 
Created and maintained by Gatra.com