spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
SEHAT
spacer
 
Reproduksi
Gen Baru Penyebab Pria Mandul

Gen NR5A 1 (Dok. The Health Age)Sukamto, bukan nama sebenarnya, sudah 12 tahun berumah tangga. Namun hingga kini belum juga punya keturunan. Untuk memperoleh momongan, Sukamto tak pernah berhenti berikhtiar. Mulai dari mengadopsi anak, pengobatan tradisional, hingga penanganan secara medis. Setelah melewati masa uji laboratorium, ternyata organ reproduksi pria berusia 43 tahun itu bermasalah.

Dokter yang memeriksa menyebutkan, jumlah sel sperma Sukamto terbilang sangat minim dan tidak mampu membuahi sel telur sang istri. Produksi sel sperma di bawah standar itu, kata dokter, termasuk dalam kategori mandul. "Awalnya saya tidak percaya dengan hasil pemeriksaan dan penjelasan dokter, tapi setelah ditunjukkan hasil laboratorium, saya jadi percaya," kata pria asal Surabaya, Jawa Timur, itu.

Dokter menyarankan agar Sukamto mengikuti terapi memperbanyak produksi sel sperma. Yakni dengan meminum obat berdasarkan resep dokter dan berbagai macam terapi medis. Setelah tiga bulan, rupanya produksi sel sperma Sukamto mulai bertambah.

Toh, asupan tambahan itu tak begitu berarti. Sukamto menyimpulkan penyakit genetik ini belum ada obatnya yang mujarab. Sebab penyebab dasar dari kemandulan hingga kini belum ditemukan.

Akhir bulan lalu, BBC melaporkan, dalam The American Journal of Human Genetics dijelaskan bahwa gen kemandulan pria akhirnya ditemukan. Gen yang bertanggung jawab atas kemandulan pria itu bernama NR5A 1. Penemuan ini hasil penelitian para ilmuwan di Institut Pasteur, Prancis, dan Universitas College London. Mereka meneliti gen yang tak dapat dijelaskan dari 315 pria sehat yang tidak mampu memproduksi sperma.

Dari sejumlah itu, ternyata sebanyak tujuh gen telah mengalami mutasi. Akibatnya, hormon seks dan struktur sel pada testis tak terbentuk. "Kami menyimpulkan bahwa sekitar 4% dari pria yang kemandulannya tidak dapat dijelaskan itu telah mengalami mutasi pada gen NR5A 1," peneliti yang sekaligus penulis dalam The American Journal of Human Genetics itu menegaskan.

Meski penemuan itu masih terbilang awal dan minim, para spesialis di berbagai bidang meyakini bahwa penemuan yang sejenis itu dapat membantu memperjelas gambaran tentang asal-usul kondisi tersebut. Sebab selama ini, terhadap kasus kemandulan, dokter hanya mengira testis tidak berproduksi maksimal sehingga sperma tak terbentuk. Ujung-ujungnya, pasien sebatas diberi vitamin dan hormon yang mendorong produksi testis. Sebagaimana yang dialami Sukamto itu.

Dengan demikian, penemuan gen tersebut akan membuka cakrawala terapi infertilitas. Dosen senior dalam bidang andrologi di Universitas Sheffield, Allan Pacey, mengungkapkan bahwa masih ada sedikit rasa malu untuk diketahui terkait persoalan genetik di balik kemandulan pria. "Dalam kompleksitas proses produksi sperma banyak melibatkan gen, sehingga terjadi kerusakan gen yang terkait kemandulan itu," katanya.

Allan melanjutkan, walaupun mutasi atau kerusakan gen itu hanya memengaruhi sejumlah kecil pria, tapi studi seperti temuan penelitian itu tetap sangat diperlukan. Paling tidak dapat mengisi kesenjangan pengetahuan dan boleh jadi suatu saat nanti dapat membangun sistem tes diagnostik yang kuat untuk kesuburan pria berdasarkan genetika.

Androlog Indonesia, Prof. Dr. dr. Nukman Moeloek, SpAnd, menyatakan bahwa sebetulnya gen yang berhubungan dengan fertilitas sudah cukup banyak ditemukan. "Sebelum NR5A 1 itu sudah ditemukan gen yang bernama CATSPER 1 pada tahun 2009 lalu,? ujar Nukman. Gen ini adalah gen untuk pergerakan sperma. Bila gen ini rusak, maka pergerakan sperma akan terganggu dan menyebabkan infertilitas.

Sedangkan gen NR5A 1 itu, kata Nukman, gunanya untuk pernapasan sperma. Jika gen ini mengalami gangguan atau mutasi, maka sperma akan mengalami kesulitan dalam bernapas, dan bisa mati. "Itu (NR5A 1) memang temuan baru," kata guru besar Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia.

Nukman melanjutkan, secara garis besar, kemandulan itu terbagi menjadi tiga bagian. Yaitu, pretestiskular, testiskular, dan post-testiskular. Pretestiskular berarti sebelum testis. Yakni, di antaranya, terjadi karena gangguan hormon yang merangsang testis. Di dalam testis itu terjadi pembentukan sperma. "Karena rangsangan hormon yang di atas testis, maka testis itu bisa berfungsi menghasilkan sperma," ia mengungkapkan.

Kalau hormon itu tidak berfungsi atau berkurang jumlahnya, maka pembentukan sperma akan terganggu pula. Akibatnya, jumlah sperma tidak banyak atau mungkin juga pergerakannya tidak normal dan bentuknya tidak bagus.

Sedangkan testiskular memiliki arti gangguan pada testisnya sendiri. Penyebabnya bisa karena zat yang mengandung racun untuk sperma. Kasus seperti itu, Nukman melanjutkan, setidaknya pernah terjadi di Cina pada tahun 1980-an, ketika di salah satu provinsinya diketahui angka kelahirannya sangat rendah. Setelah dicari penyebabnya, ternyata diketahui masyarakat di sana menggunakan minyak goreng yang berasal dari biji kapas. Dalam minyak biji kapas itu terdapat zat yang bisa mengganggu testiskular. Namanya zat gozipol.

Zat itu menyebabkan kerusakan pada testis sehingga sperma tak baik hasilnya. Padahal, saat itu gozipol akan menjadi kandidat sebagai kontrasepsi. Karena zat itu bisa menghambat angka kelahiran. Namun penelitian WHO menyebutkan gozipol mengandung toksik yang akan menurunkan kadar kalium dalam darah. Karena itulah gozipol dilarang penggunaannya (termasuk sebagai kontrasepsi) pada manusia.

Kata Nukman, gangguan pada testiskular bisa juga terjadi karena sakit gondongan. Walaupun tidak semua penderita gondongan akan mengalami itu. Kira-kira hanya 6% dari mereka yang gondongan akan mendapat radang pada testis. "Itu menyebabkan infertilitas tapi tergantung kadarnya. Jadi pada pria yang gondongan, lebih baik waspada dan berhati-hati," katanya. Selain itu, cedera pada testis, seperti terkena tendangan, bisa pula menyebabkan gangguan testikular.

Nukman melanjutkan, post-testiskular terjadi karena infeksi TBC. Infeksi ini mengenai saluran sperma bagian tengah. Dia akan menyempit sehingga sperma tidak bisa keluar. Gangguan pada post-testiskular bisa pula karena penyakit kelamin, semisal gonore. Penyakit ini menyerang bagian dalam.

Dari ketiga jenis gangguan kemandulan itu, kata Nukman, yang paling banyak diderita adalah testiskular dan post-testiskular. Pria yang testisnya sama sekali tidak menghasilkan sperma sangat dimungkinkan mengidapnya. Namun angkanya cukup kecil, yakni sekitar 3%-4% dari mereka yang infertil.

Untuk mengobati kemandulan pada pria, Nukman menambahkan, pengobatan pretestiskular lebih gampang dan hasilnya juga bagus. Ini lantaran hormon prestestiskular yang kurang dan tinggal diberi hormon sehingga bisa merangsang testis guna berproduksi. Sedangkan pengobatan testiskular lebih sulit dibandingkan dengan pretestiskular. Sebab fungsi dari testisnya sudah terganggu.

Namun demikian, lanjut Nukman, sebenarnya, dengan teknologi mutakhir hampir semua gangguan infertilitas bisa ditangani. Kemungkinan untuk punya keturunan dapat saja terjadi. Misalnya dengan diambil jaringan dari testis pria. Dari jaringan itu ada bibit sperma yang bisa dilakukan lewat teknologi bayi tabung.

Bahkan, kata Nukman, pernah ada penelitian terapi gen di Jepang, beberapa tahun yang lalu. Yakni seekor tikus yang sama sekali tidak memiliki gen penghasil sperma dimasuki gen yang dapat memproduksi sperma. Hasilnya, testis tikus itu mampu memproduksi sperma. Lalu ketika dikawinkan dengan tikus betina, akhirnya punya anak.

Hanya saja, penelitian serupa ini belum dilakukan pada manusia. Nukman menyarankan, supaya terhindar dari kemandulan, seorang pria harus menjaga dan mempertahankan kesehatannya. "Jauhilah infeksi dan penyakit sistematis seperti paru serta kuning. Lalu makanlah makanan bergizi, olahraga, dan tidur yang cukup," katanya.

Deni Muliya Barus, Bernadetta Febriana, dan Arif Sujatmiko (Surabaya)
[Kesehatan, Gatra Nomor 50 Beredar Kamis, 21 Oktober 2010]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 23 November 2010 >>
SuMTW ThFSa
dot123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer