spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
JAWA
spacer
 
Seniman Pasundan:
Perang Bubat Kurang Pas Dibuat Film

Bandung, 16 Desember 2009 14:48
Penyair Matdon menilai, sejarah Perang Bubat, yakni konflik Kerajaan Pajajaran dengan Majapahit, kurang pas bila difilmkan, karena dapat memunculkan luka lama sejarah.

"Perang bubat biarkan hanya dalam bentuk karya sastra yang nyata. Sejarah yang bisa menguras emosi kedua etnis di Jawa itu lebih cocok dituliskan dalan karya sastra saja," kata Matdon yang juga Rois Am Penyair Bandung itu, di Bandung, Rabu (16/12).

Menurut Matdon, sejarah Perang Bubat merupakan sejarah dan nyata dalam kehidupan masa lalu di Tanah Jawa itu. Pajadjaran mewakili Tanah Pasundan (Jawa Barat), sedangkan Majapahit mewakili Jatim di masa lalu. Perang Bubat, menurut Matdon sangat membekas, khususnya bagi warga Pasundan.

Matdon mengatakan, sejarah itu tidak bisa diubah dalam skenario apa pun. Bila konsepnya digeser sehingga lebih kompromi, hal itu akan menjadi pengingkaran dari sejarah dan justru makna Perang Bubat bisa terkaburkan.

"Bila difilmkan, maka sejarah yang mengganjal hubungan kedua budaya di Jawa ini akan terbuka secara vulgar. Lain halnya dengan ditulis dalam bentuk karya sastra. Sejarah tetap terdokumentasikan namun tidak akan mengungkap luka lama sejarah itu." kata Matdon.

Karya sastra hanya dibaca oleh kalangan tertentu yang dipastikan memiliki pemahaman dan mampu mencerna pesan secara proporsional, sedangkan bila difilmkan pesannya akan dicerna vulgar dengan pemahaman yang bervariatif," katanya.

Hal itu, kata Matdon akan memunculkan pemahaman beragam dari masyarakat yang dikuatirkan berdampak negatif dan tergiring oleh sejarah masa lalu yang kurang berkenan bagi masyarakat Pasundan.

"Mungkin ada pula hal positif dari film itu nantinya, namun perlu ada pengkajian yang mendalam karena menyangkut film Perang Bubat ini tidak sekedar produksi dengan konsep sekenario semata namun melibatkan sejarah masa lalu kedua daerah," kata Matdon.

Ia menyebutkan, dari sisi produksi atau penganggaran tidak akan menjadi masalah. Namun yang harus dipertimbangkan adalah kajian yang mendalam terkait rencana, konsep serta materi di film itu.

"Lain halnya dengan film-film yang menceritakan kerajaan di jaman Majapahit yang sudah banyak diproduksi saat ini, itu tak ada masalah karena fiktif. Namun Perang Bubat adalah nyata, tidak bisa diubah jalan ceritanya. Konsepnya perlu jelas dulu," kata penyair yang telah menulis empat buku kumpulan puisi itu.

Sementara itu rencana pembuatan Film "Perang Bubat" akan dikerjasamakan antara Pemprov Jabar dengan Jatim. Bahkan Pemprov Jabar telah mengajukan anggaran Rp6 miliar untuk alokasi pembuatan film kerjasama antar provinsi itu pada RAPBD 2010 Jawa Barat.

Namun rencana dan pos pembiayaan itu dipertanyakan oleh Fraksi PDIP yang meminta pengkajian ulang dari rencana penbuatan film babad itu. Fraksi itu meminta Pemprov Jabar menjelaskan dan melakukan pengkajian terkait materi film tersebut.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf mengatakan, rencana pembuatan film tersebut sudah dibicarakan dengan berbagai pihak, termasuk dengan sejarawan.

Bahkan Dede sudah melakukan pembicaraan langsung dengan Pemprov Jatim terkait produksi film daerah itu yang disebut-sebut akan menghabiskan dana sebesar Rp10 miliar itu.

"Pembuatan film Perang Bubat ini selaras dengan masukan dari Menteri Kebudayaan dan Pariwisata yang menganjurkan daerah ikut berperan dalam menggali potensi dari film bertema kedaerahan," kata Dede Yusuf.

Selain melibatkan pemerintah kedua provinsi itu, kata Dede pembuatan film Perang Bubat juga akan melibatkan fihak swasta. [TMA, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
  
spacer
KOMENTAR PEMBACA
spacer
  
  Pasundan Bubat Hanya Move Politik (irawanjk@ya..., 22/12/2009 18:04)
Kisah Pasundan Bubat di Kidung Sunda dan Pararaton adalah move Politik Pemerintah Kerajaan Bali pada saat itu untuk membendung meningkatnya ekskalasi politik Susuhunan Agung dari Mataram. Kisah tersebut tidak nyata dan juga merupakan perlambang bahwa kekuasaan raja Majapahit hanya merupakan simbol semata. The king can't do no wrong.

Munculnya move politik itu kemudian dijawab oleh para penguasa Mataram dengan mendekatkan leluhur mereka dengan Sunda dengan membuang kisah Singhasari di Babad Ta... <220 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  Apa tidak ada yang lebih baik (jumini78@gm..., 21/12/2009 08:53)
Serahkan saja film-film seperti itu ke masyarakat film kalau mereka mau buat. Pemda Jabar bikin film saja tentang wisata jawa barat dan memperbaiki tempat wisata serta promosi wisata. Ini lebih menguntungkan untuk ekonomi rakyat daripada sekedar nonton film tak jelas tujuannya.
 
 
spacer
  
  mawasdirilah (n.tobias@ym..., 21/12/2009 05:22)
Akang, kenyataannya cerita mengenai perang BUBAT terjadi dalam dekade hindu/budha.
meskipun meresap dan telah menjadi darah daging etos serta mitos kuat di ranah pasundan (red bukan banten) terhadap mas jawa.
padahal jaman ayena jaman Islam kok masih dipersoalkan kenapa ???? apa kita mau kembali ke jaman dulu lagi bahwa jawa tidak bisa menguasai kita selain ditipu.
 
 
spacer
  
  Film sejarah perlu dikedepankan (acquro@gm..., 17/12/2009 07:26)
YA, nih kayak kurang kerjaan aja, mbok ya film2 heroik seperti palagan 10 nopember, atau bandung lautan api, atau kisah seputar kemerdekaan.
 
 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 16 December 2009 >>
SuMTW ThFSa
dotdot12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer