Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

LAPORAN KHUSUS

Ketika Kisah Elok Super Toy Berbelok

Megaproyek pangan dan energi yang diusung Heru Lelono gagal. Nama SBY terbawa-bawa. Partai Demokrat gerah, dan istana memanas.

Iswahyudi, 38 tahun, mengajak sang istri berjalan-jalan menghirup udara desa. Ketika itu, awal tahun 2007, di Dusun Demangan, Gadingsari, Kecamatan Sanden, Bantul, Yogyakarta, menjelang musim panen. Di sana, Iswahyudi terpesona oleh tanaman padi setinggi dada orang dewasa. Bulir-bulirnya menjuntai dan bernas. ''Pada saat itu, saya iseng saja jalan-jalan sama istri. Nggak ada tujuan khusus,'' kata Iswahyudi.

Pesona padi itu, tanpa dinyana, membawa lulusan teknik geologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, tahun 1992 itu berkenalan dengan lingkungan istana. Iswahyudi mengklaim menemukan varietas unggul padi yang disebut Super Toy. Belakangan, Super Toy itu pula yang menghebohkan jagat pangan Indonesia. Yakni lewat protes petani padi di Purworejo, Jawa Tengah, yang gagal panen setelah menanam Super Toy. Kini nama Iswahyudi pun banyak dikecam.

Nah, cerita penemuan Super Toy itu sendiri tidak kalah ''heboh''. Setelah kagum atas padi yang dilihatnya secara sepintas di Dusun Demangan itu, Iswahyudi berkenalan dengan Tuyung Supriyadi, 32 tahun. ''Saya minta berasnya, enak banget,'' katanya.

Dari Tuyung, Iswahyudi tahu bahwa itu persilangan Rojolele dan Pandanwangi. Sejak itulah dia memfasilitasi Tuyung untuk mengembangkan benih padi berjuluk Super Toy. ''Swasembada beras itu penting. Tetapi, yang lebih penting, swasembada benih padi,'' ujarnya.

Untuk mewujudkan impiannya, Iswahyudi mendirikan PT Sarana Harapan Indopangan (SHI). Perusahaan ini dibangun setelah Iswahyudi mendapat sokongan dari Heru Lelono, orang dekat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Lewat SHI, benih Super Toy dikembangkan.

Ketika benih telah berkembang, timbul niat CEO PT SHI itu untuk mendapat lisensi dari Departemen Pertanian. Namun ternyata syaratnya: harus melalui uji multilokasi. Nah, mulailah Super Toy dikembangkan di beberapa daerah. Salah satunya di Purworejo, kampung halaman Ibu Negara, Ani Yudhoyono.

Tak tanggung-tanggung, 103 hektare sawah dikavling untuk menanam Super Toy. Lokasinya dipilih di Kecamatan Grabag, Purworejo. Panen perdana padi Super Toy diunduh langsung oleh Presiden SBY, 14 April silam. Pada saat itu, SBY didampingi Ibu Ani, Menteri Pertanian Anton Apriyantono, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menteri Dalam Negeri Mardiyanto, Mensesneg Hatta Rajasa, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Bupati Purworejo Kelik Sumrahadi, dan Gubernur Jawa Tengah (ketika itu) Ali Mufidz. Mereka mengacungkan malai padi dengan bulir-bulir yang bernas.

"Saya menyambut baik setiap prakarsa, penelitian, pengembangan, dan penemuan di bidang apa pun. Karena kita ingin kontribusi dari putra-putri bangsa Indonesia yang sesungguhnya cerdas, bukan hanya di kota-kota, melainkan juga di desa-desa,'' kata SBY sambil memuji Tuyung Supriyadi. Super Toy HL2 (Heru Lelono 2) tidak lain adalah varietas yang dikembangkan Tuyung di Bantul. Varietas ini diklaim menghasilkan gabah dua kali lipat dari padi biasa atau 15 ton per hektare. Varietas lain biasanya hanya menghasilkan 7 sampai 8 ton per hektare.

Padi Super Toy merupakan padi varietas hasil tim riset Cikeas, Bogor, Jawa Barat, yang ditanam di Purworejo atas kerja sama PT SHI, Gerakan Indonesia Bersatu (GIB), dengan para petani Desa Grabag. Menurut Kelik Sumrahadi, dua lembaga swasta itu pada September 2007 menawarkan kerja sama uji coba Super Toy. Karena yakin Super Toy menguntungkan rakyat, dia pun setuju.

Pihak swasta berkepentingan menguji kualitas varietas padi itu sebelum didaftarkan ke Departemen Pertanian sebagai salah satu varietas benih. Petani mendapat kompensasi pembelian gabah hasil tanam. ''Keunggulan Super Toy, petani dapat melakukan panen hingga tiga kali, tanpa perlu menanam kembali, dengan produksi di atas 10 ton per hektare,'' kata Kelik.

Cerita elok itu lantas berbelok, Rabu 3 September lalu. Petani Desa Grabag ramai-ramai menggelar aksi protes. Mereka merasa tertipu ratusan juta rupiah lantaran panen padi jenis unggul Super Toy HL2 puso alias kopong.

Orang-orang di sekitar presiden pun cepat tanggap. Mereka ramai-ramai berupaya mensterilkan nama Presiden SBY dari Super Toy yang puso itu. Juru bicara presiden, Andi Mallarangeng, kemarin cepat membantah keterlibatan SBY dalam pengembangan varietas padi Super Toy HL2 itu.

Menurut Andi, tidak perlu menyangkutkan kegagalan panen itu dengan Presiden SBY. Presiden datang untuk panen raya, sebagaimana dilakukan di tempat lain. "Itu sama seperti di daerah lain. Pada waktu kami datang ke sana, panennya bagus," katanya. Apalagi, Purworejo adalah kampung halaman Sarwo Eddie, mertua Presiden SBY atau orangtua Ibu Kristiani Herawati.

Meski menyatakan tidak ada sangkut-paut dengan presiden, SBY meminta Heru Lelono sebagai Komisaris Utama PT SHI mengurusi hal itu. SBY meminta tangung jawab Heru Lelono soal kegagalan panen padi varietas Super Toy HL-2 seluas 96,2 hektare di Desa Grabag, Purworejo. "Sudah. Presiden sudah bertanya kepada Heru apa persoalannya kemarin melalui telepon,'' kata Andi Mallarangeng. Namun Andi tidak merinci apa pembicaraan presiden dengan staf khusus presiden bidang otonomi daerah itu.

Andi sah saja mengelak. Namun penanaman di Purworejo itu tak serta-merta tidak ada kaitannya dengan SBY. Sebab penanaman padi itu atas kerja sama SHI, GIB, dengan para petani di Desa Grabag. Presiden SBY adalah Ketua Dewan Penasihat GIB. Sedangkan Heru Lelono adalah sekretaris umum. Organisasi yang berdiri pada 1 Juni 2002 itu diketuai Suko Sudarso.

Pengurus lainnya adalah Bambang Purnomo (wakil ketua umum) dan Iswahyudi menjadi wakil ketua bidang ekonomi. Adalah Iswahyudi pula yang mengantarkan Joko Suprapto dengan blue energy-nya dan Tuyung Supriyadi dengan padi Super Toy-nya kepada Heru Lelono. Selanjutnya Heru Lelono menyampaikan ''proyek'' blue energy dan Super Toy itu kepada SBY. Maka, jadilah Super Toy ''mainan super'' di tangan Heru Lelono. Sebuah perusahaan, PT SHI --konon nama perusahaan ini juga singkatan dari Susilo (SBY)-Heru (Lelono)-Iswahyudi-- pun dibentuk.

Tentang keterlibatan GIB dalam proyek Super Toy? Ketua Umum GIB, Suko Sudarso, menolaknya. Secara pribadi, Suko menyatakan tidak dilibatkan. ''Saya tidak setuju itu. Dan saya tidak dilibatkan,'' kata Suko Sudarso kepada Gatra. Dalam situs GIB, Super Toy gencar dipromosikan sebagai keberhasilan.

Nah, ketika Super Toy gagal menjelma menjadi mainan super, Heru Lelono pun ramai-ramai kena sodok. Adalah Ibu Ani Yudhoyono yang dikabarkan paling meradang. Sumber Gatra di lingkaran dalam tim sukses SBY 2009 mengatakan, Ibu Ani mengusir Heru Lelono dari lingkungan istana, Rabu dua pekan lalu.

Partai Demokrat, partai yang mengusung SBY menjadi presiden, ikut meradang. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Achmad Mubarok, meminta agar Heru Lelono dicopot dari posisi staf khusus Presiden SBY karena dianggap memalukan presiden. Apalagi, ratusan petani Purworejo itu warga kampung halaman mertua SBY.

Berbagai sodokan itu tak urung membuat gerah Heru Lelono. Dia merasa, kasus padi Super Toy digiring ke ranah politik. ''Sebenarnya saya tidak dengar langsung ucapan itu. Kamis malam, setelah buka puasa, saya dapat terima pesan pendek dari sahabat saya, Setiawan Djody, yang membaca di internet bahwa Saudara Mubarok dari Partai Demokrat mengusulkan kepada Presiden SBY untuk melengserkan saya di istana,'' katanya.

''Saya cukup marah dan geram juga atas pernyataan itu,'' tuturnya. Heru menambahkan, "Tapi, ya, ini bulan baik, bulan puasa, tidak boleh ada fitnah. Saya ingin Saudara Mubarok atau siapa pun yang mengenal saya tahu bahwa saya mendampingi SBY hanya karena komitmen pribadi dengan seorang SBY, bukan karena jabatan. Saya minta Saudara Murabok tahu itu. Saya dalam posisi tidak mencari jabatan atau hal lainnya,'' ia memaparkan.

Meski mencoba membela diri, Heru Lelono menyatakan siap menjalani apa pun keputusan presiden. ''Kalau presiden memutuskan apa pun terhadap saya, pasti akan jalani, karena itu komitmen saya dengan beliau. Kalau Pak Mubarok mau mengganti saya, saya persilakan dengan senang hati. Tapi mohon hanya dengan bersatu, hanya dengan pikiran positif, jangan setiap orang per orang dinilai sama,'' katanya.

Heru membenarkan bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan presiden. ''Ada komunikasi, tapi tidak ada desakan untuk meminta mundur. Beliau hanya meminta Sarana Harapan Indopangan segera menyelesaikan kejadian di Purworejo,'' ujarnya.

Heru menjelaskan, SHI tidak berhubungan dengan SBY. Perusahaannya itu tidak menggunakan uang negara. Tidak memakai fasilitas negara sedikit pun. ''SBY sama sekali tidak membiayai atau punya saham,'' ia menegaskan. SBY hanya mendorong, karena SHI hanya akan berbisnis di bidang penemuan sendiri, bukan bisnis lainnya.

Atas kejadian itu, Heru menyatakan tidak berkecil hati. Dia juga tidak kapok. Heru bahkan bertekad melanjutkannya, sebagaimana harapan SBY. ''Hanya dengan alternatif dan inovasi, ketersediaan pangan dan energi kita dapat tercapai,'' katanya.

Toh, kenyataan gagalnya Super Toy menggenapkan kisah suram lembaga riset yang dipimpin Heru Lelono. Sebelumnya, Pusat Penelitian Pangan, Energi, dan Air yang lebih dikenal sebagai ''Pusat Riset Cikeas'' itu hendak meluncurkan blue energy. Yakni minyak sintetis dengan bahan dasar air, yang dijuluki ''Minyak Indonesia Bersatu''.

Soal blue energy yang dianggap melibatkan Joko Suprapto itu, Heru berkilah bahwa blue energy adalah semua bahan bakar yang mereka patenkan. ''Blue energy itu bukan penemuan Joko Suprapto,'' ujarnya. Heru siap bertanggung jawab jika itu dianggap merugikan presiden. ''Kalau gara-gara blue energy presiden merasa dirugikan, tentu saya sudah dipecat, dong,'' katanya. Memang pada saat itu Heru sesumbar bahwa blue energy siap diproduksi 10 liter per detik dan siap diresmikan presiden.

Namun peresmian yang rencananya dilakukan pada 20 Mei 2008, bertepatan dengan 100 tahun Kebangkitan Nasional, itu batal. Rencana peresmian ini diundur menjadi 17 Agustus 2008, tapi juga tidak jelas kepastiannya. Akhirnya Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek), Kusmayanto Kadiman, turun tangan. Melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dilakukanlah rangkaian uji coba terhadap bahan bakar berlabel blue energy itu.

Hasil uji BPPT dipaparkan Menristek, yang didampingi Kepala Pusat Teknologi Pengembangan Sumber Daya Energi, Unggul Priyanto, dan peneliti di Balai Termodinamika Motor dan Propulsi BPPT, Prawoto. ''Setelah dianalisis, dapat disimpulkan bahwa bahan bakar blue energy bukan hal aneh, melainkan merupakan varian minyak diesel dari bahan bakar fosil,'' katanya.

BPPT pernah mendapat kiriman satu jeriken bertuliskan blue energy dari Masyarakat Indonesia Bersatu yang pernah diperlihatkan kepada SBY oleh tim penemu yang dipimpin Heru Lelono dan Joko Suprapto. Blue energy juga dipamerkan di arena Konferensi Climate Change di Bali pada akhir 2007. BPPT mendapatkan blue energy bukan dari PT Sarana Harapan Indogroup --induk dari SHI-- yang mengembangkan blue energy, melainkan dari pihak lain.

Hasil pengujian menunjukkan, bahan bakar blue energy tidak jauh beda dengan solar reguler. Hasil analisis chromatography menunjukkan, 80% blue energy sama atau mirip dengan solar reguler.

Tim BPPT juga menyimpulkan, bahan bakar blue energy atau pembuatan bahan bakar dari air belum efisien. Meski air masih terbilang murah, untuk memprosesnya menjadi bahan bakar, biayanya sangat mahal. Terdapat perbandingan biaya yang signifikan. Pembuatan bahan bakar air dengan teknologi elektrolisis membutuhkan biaya US$ 40 per giga-joule. Bandingkan dengan bahan bakar minyak yang hanya US$ 25 per giga-joule. ''Jadi, ini bisa dijelaskan secara ilmiah, tapi tak layak secara ekonomi,'' katanya.

Blue energy Joko Suprapto pun gagal dan batal. Yang bersangkutan kini berurusan dengan kepolisian di Yogyakarta. Namun yang mengenalkan Joko Suprapto dan Tuyung Supriyadi kepada Heru Lelono adalah Iswahyudi. ''Pak, ini ada beras enak. Terus kami sama-sama mikir, sebenarnya padi ini, kalau dipakai untuk rakyat banyak, kan bagus. Makanya, kami coba. Kami ini dasarnya niat baik,'' tutur Iswahyudi.

Tentang perkenalannya dengan Joko, Iswahyudi mengatakan bahwa itu bermula dari upayanya mencari energi alternatif. ''Saya pingin riset. Pada waktu itu, saya ketemu Pak Joko,'' katanya. Setelah bertemu Joko dan berdiskusi tentang rencana riset blue energy, dia menyampaikannya kepada Heru Lelono. ''Saya cerita ke Pak Heru. Dasar teorinya begini, hasilnya begini. Kami dalam fase riset untuk mendapat hasil yang sebaik-baiknya,'' ujarnya.

Semua penelitian energi dan pangan itu dilakukan di ''Cikeas Centre''. Namun Iswahyudi membantah keberadaan Cikeas Centre. ''Aku tidak mudeng (tahu) karena yang saya tahu, Centre Food, Energy and Water Study. Jadi, Pusat Penelitian Pangan, Energi, dan Air. Tidak ada itu Cikeas Centre. Makhluk apa itu? Lokasinya di Kadopugur, Wanaherang, Bogor. Memang untuk ke sana melewati Cikeas,'' katanya.

Rohmat Haryadi, Anthony Dja'far, dan Bernadetta Febriana

Heru Lelono:
Tukang Pijat SBY?

Siapakah Heru Lelono? Pertanyaan itu kini kembali mengemuka setelah Super Toy gagal panen di Purworejo, Jawa Tengah. Nama Heru disebut sebagai orang yang paling bertanggung jawab, yang mengenalkan Super Toy kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Hubungan Heru Lelono dengan SBY sudah terjalin lama. Lewat Brigjen Heru Sudibyo, yang tidak lain kakaknya, Heru Lelono berkenalan dengan SBY selagi masih muda. Heru Sudibyo adalah teman baik SBY di Akabri, Magelang.

Hubungan Heru dengan SBY makin kental setelah keduanya bergabung dalam organisasi Gerakan Indonesia Bersatu (GIB). Di organisasi yang berdiri pada 1 Juni 2002 ini, SBY menjadi ketua dewan penasihat, sedangkan Heru Lelono menjabat sebagai sekretaris umum.

Sumber Gatra menyebutkan, Heru adalah penasihat spiritual SBY. Misalnya, ketika kampanye pemilihan presiden 2004, rombongan harus mengandung unsur sembilan. Misalnya 39, 49, atau 59. ''Jika kurang, tidak akan berangkat, dan saran itu ternyata tepat,'' katanya. Ketika SBY akhirnya terpilih sebagai presiden dalam Pemilu 2004, Heru Lelono pun dijadikan staf khusus bidang otonomi dan pengembangan daerah Presiden SBY.

Begitu eratnya hubungan SBY dengan Heru Lelono, sumber Gatra pun berseloroh bahwa di masa lalu, Heru Lelono tidak jarang memijat SBY. Benarkah? Kepada Gatra, Heru menampik keras informasi itu, ''Saya bukan tukang pijat,'' tuturnya. Namun Heru tidak menampik bahwa kedekatannya dengan SBY berkat sang kakak. ''Saya kenal SBY pasti dari kakak saya karena mereka satu angkatan,'' katanya.

Supriyadi:
Tuyung Naik Truk

Nama Tuyung Supriyadi, 32 tahun, mendadak ngetop. Dialah penemu padi varietas Super Toy HL2, yang dua pekan belakangan heboh menjadi berita. Tuyung, anak kedua dari tiga bersaudara itu, adalah lulusan Sekolah Teknik Menengah 2 Jetis, Yogyakarta. Nasibnya berubah setelah ia berkenalan dengan Iswahyudi.

Nama Tuyung sebenarnya olok-olok. Basiran, orangtua Tuyung Supriyadi, menceritakan bahwa anaknya itu kerap naik truk pasir. Ketika bermain, Supriyadi kerap berteriak, ''Turun, turun!'' Karena ia cadel, yang terucap, ''Tuyung, tuyung!'' Nah, sejak itulah julukan Tuyung melekat di depan nama Supriyadi.

Kini Tuyung lebih banyak tinggal di Jakarta. Pulangnya tidak pasti, kadang sebulan sekali. Bahkan laboratorium pertanian di desanya banyak dikerjakan asistennya. Nama padi Super Toy HL2 adalah gabungan nama Tuyung Supriyadi sebagai penemunya dan Heru Lelono.
ARTIKEL LAIN

Cover GATRA Edisi 44/2008 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Apa & Siapa
Buku
Duniasiana
Ekonomi & Bisnis
Focil
Hukum
Ikon
Ilmu & Teknologi
Internasional
Kesehatan
Kolom
Laporan Khusus
Laporan Utama
Nasional
Olahraga
Pariwara
Perspektif
Surat & Komentar
Techie
Teropong
 
Created and maintained by Gatra.com