Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

EKONOMI & BISNIS

Bisnis Swing di Padang Hijau

Bisnis peralatan golf tumbuh mengesankan. Merek-merek besar bersaing di pasar Indonesia. Mizuno berniat mengeluarkan tujuh model baru hingga akhir 2007.

Bahwa golf makin populer, rasanya sulit dibantah. Buktinya, lapangan golf dan driving range terus tumbuh bak cendawan di musim hujan. Di daerah Jabotabek (Jakarta-Bogor-Tangerang-dan Bekasi) saja kini tercatat tak kurang dari 50 lapangan golf. Bahkan olahraga ini merambah ke hampir semua daerah. Tak kurang dari 25 provinsi dan delapan kabupaten telah memiliki pengurus daerah Persatuan Golf Indonesia (PGI).

Nah, seperti juga padang golf, jumlah pencinta olahraga ayun stik ini terus bertambah. Tak cuma pria, perempuan ataupun anak-anak pun kini menjadi penggemar olahraga yang kerap dicitrakan sebagai sport eksklusif, mahal, dan didominasi kalangan atas ini. Dalam catatan PGI, tidak kurang dari 200 perkumpulan golf telah berdiri di seluruh Indonesia. Jumlah ini makin signifikan bila melihat data pegolf reguler tahun 2006 yang mencapai 800.000 orang.

Angka itu tentu bisa multi-arti. Pertama, bisa berarti bahwa lapisan masyarakat kelas atas Indonesia tumbuh secara signifikan. Menurut survei grup jasa keuangan Capgemini dan Merrill Lynch pada 2006, Indonesia bersama Rusia, Singapura, dan India menjadi penyumbang terbesar peningkatan jumlah orang kaya di dunia. Dari data tersebut, jumlah orang kaya dunia, diklasifikasikan berpenghasilan di atas US$ 1 juta atau lebih dari Rp 9 milyar pada tahun tersebut, mencapai 9,5 juta orang. Alasan kedua, golf memang makin memasyarakat.

Apa pun latar belakangnya, buat Emiko Shinohara, penambahan jumlah penggemar golf itu berarti memperluas pasar bagi produk perusahaannya. Manajer pemasaran golf Mizuno Corporation wilayah Asia Oseania itu optimistis, Indonesia akan berkembang menjadi pasar peralatan golf terbesar di Asia. ''Selain mempertahankan pasar tradisional seperti Jepang, Singapura, dan Hong Kong, kami makin memfokuskan pemasaran produk kami di Indonesia,'' ujar Emiko.

Pada saat ini saja, produk driver, irons, wedges, dan putters Mizuno telah merebut lebih dari 25% pangsa pasar peralatan golf di Indonesia. Angka ini jauh lebih besar ketimbang pangsa Mizuno di negeri asalnya, Jepang, yang hanya 15%. Apalagi, hampir semua produk terbaik dunia berebut ceruk pasar peralatan golf di Indonesia. Selain Mizuno, terdapat merek-merek seperti Callaway, Titleliest, Ping, Adams, US Kid, Wilson, TaylorMade, dan Tour Edge.

Emiko mengakui bahwa Mizuno masih berada di bawah bayang-bayang merek-merek beken yang sudah lama merajai dunia golf seperti Ping, Callaway, dan TaylorMade. Di Eropa, misalnya, Mizuno hanya meraup porsi 10%. Sedangkan di pasar Amerika Serikat, ia menguasai 9%, jauh di bawah Ping yang bisa meraih 50%.

Namun Emiko tetap percaya, pasar Indonesia bisa dikuasai Mizuno. Untuk itu, Emiko mengaku akan meluncurkan tujuh produk baru untuk mengisi pasar Indonesia hingga akhir tahun 2007. Produk-produk berkualitas tinggi tersebut dipercayai Emiko akan bisa diserap pasar Indonesia. ''Saya optimistis, Indonesia akan menjadi pasar terbesar Mizuno,'' ujar Emiko kepada Gatra.

Optimisme juga disampaikan Anthony Sinclair. Direktur SkyBliss PTE Ltd ini yakin, pasar peralatan golf di Indonesia masih terus berkembang. Distributor produk Titleist, Cobra, dan FootJoy ini mengaku, angka penjualan produk-produknya terus meningkat saban tahun. Lewat pola pemasaran yang memanfaatkan gerai-gerai golf house milik PT Mitra Adi Perkasa yang tersebar di seluruh Indonesia, Anthony percaya, pertumbuhan penggemar golf akan diikuti kenaikan penjualan produk-produk perusahaannya.

Untuk makin memperkenalkan produk-produk perusahaannya, Skybliss juga mensponsori pendirian institut golf bagi para pegolf junior di lapangan golf Jagorawi. Bentuk sponsor tersebut, menurut pria yang sudah menetap selama tujuh tahun di Indonesia itu, dilakukan lewat upaya mendatangkan pelatih-pelatih golf terbaik dari Australia. ''Saya harap, selain berprestasi, mereka (pegolf muda) jadi makin akrab dengan produk-produk kami,'' kata Anthony. Seperti juga Emiko, Anthony berjanji bahwa produknya bisa membantu menghadirkan swing yang memukau di padang golf yang hijau.

Hendri Firzani



ARTIKEL LAIN

Cover GATRA Edisi 36/2007 (GATRA/Tim Desain)
 
RUBRIK

Advetorial
Angka
Apa & Siapa
Buku
Ekonomi & Bisnis
Film
Focil
Hukum
Ilmu & Teknologi
Internasional
Kesehatan
Kolom
Laporan Utama
Lingkungan
Medela
Media
Nasional
Nusantara
Olahraga
Perspektif
Seni
Serambi
Surat & Komentar
Teropong
 
Created and maintained by Gatra.com