spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
HUKUM & KRIMINALITAS
spacer
 
Polres Mentawai Tangkap Maling Deteksi Gempa

Padang, 1 Pebruari 2005 14:14
Aparat Polres Kepulauan Mentawai membekuk tiga tersangka utama pencurian peralatan pendeteksi gempa dan gelombang tsunami milik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berupa reciever "Global Positioning System" (GPS) yang dipasang di Pulau Awera (Pulau Panjang) beberapa waktu lalu.

Wakapolres Kepulauan Mentawai AKP Busral, Selasa di Tua Pejat sekitar 90 mil laut arah barat Kota Padang mengatakan, tiga tersangka utama berhasil diamankan beserta sejumlah barang bukti. Menurut dia, para tersangka merupakan warga Saoranok, Kec. Sipora, Julius berhasil dibekuk Kamis (27/1) sedangkan Arfen (34) dan Noak (29) hasil pengembangan penyidikan dibekuk jajaran Reskrim, di rumahnya di Gasoinan, Sabtu (29/1).

Beserta para tersangka, pihak kepolisian mengamankan dua unit baterai kering yang masih berfungsi dan solar cell yang bolong akibat tertusuk obeng.

Dari penyidikan sementara, kata Busral, tersangka mengaku tidak mengetahui fungsi peralatan tersebut. Peralatan baterei dan solar cell yang berhasil digondol ke rumah, awalnya hanya menjadi barang pajangan dan dibiarkan tergeletak di halaman.

"Melihat kondisi barang bukti yang berhasil diamankan, kemungkinan besar sudah tidak berfungsi lagi," ujar Busral.

Ia berharap, pihak LIPI bisa kembali mencarikan alat pengganti, agar kemungkinan timbulnya bahaya dan korban jiwa bisa diminimalisir secara dini.

"Jajaran kepolisian bakal meningkatkan pengamanan dan menyosialisasikan pada masyarakat setempat tentang pentingnya fungsi alat deteksi dini itu," ujarnya.

Raibnya peralatan deteksi dini di Kepulauan Mentawai cukup mengejutkan sejumlah pihak karena daerah rawan gempa dan gelombang tsunami itu merupakan benteng terakhir pertahanan bagian barat Pulau Sumatera dari kemungkinan musibah serupa di Aceh dan Sumatera Utara akhir tahun lalu.

Menurut Ir Bambang W Suwargadi Msc, dari Dinamika Bumi dan Bencana Geologi LIPI, kabar tak sedap seputar hilangnya alat hibah California Institute of Technology tersebut baru diketahuinya setelah menginjakkan kakinya di gugusan Pulau Awera berjarak sekitar seratusan mil laut dari Padang, Ibu provinsi Sumatera Barat.

Ia bersama rekannya Dr Danny H Natawidjaja dan Prof Kerry Sieh yang tiba dengan helikopter dan mendarat di halaman Kantor Bupati setempat, kaget dengan hilangnya satu unit reciver GPS dan panel surya 2 X 75 watt serta kotak aluminium berisi 2 baterai kering bernilai US $ 900 (sekitar Rp 9 juta).

"Saya tidak menyangka alat itu bisa hilang. Tanpa alat itu deteksi dini tsunami yang berpeluang terjadi di wilayah Sumatera Barat tak bisa dilakukan. Bisa-bisa ini bakal membuat semua kalang-kabut," tutur Bambang yang baru pulang melakukan kunjungan di Kepulauan Mentawai itu.

Padahal dalam pemasangan alat tersebut, telah berkoordinasi dengan sejumlah aparat pemerintahan serta masyakarat setempat.

Khusus wilayah rawan, pada kepulauan Mentawai telah dipasang 14 unit GPS di antaranya tersebar di sejumlah Dusun Bulasat, Parak Batu, Silabu, Pulau Awera (Pulau Panjang), Nyanyang, Keturai, dan Saibi.

Angka kerugian atas kehilangan alat itu, kata Bambang, jauh lebih kecil dari ancaman bahaya tsunami yang tak bisa dideteksi secara dini, sebab bisa dibayangkan, kalau kedatangan tsunami itu tak bisa dilacak, maka ratusan bahkan ribuan nyawa akan hilang.

"Saya mengharapkan tak hanya pihak Pemerintah Kabupaten Mentawai tapi juga seluruh bupati dan walikota se-Sumbar sudah mencanangkan program-program strategisnya," ujarnya.

Sebab dari data yang dideteksi GPS antara bulan September 2002 hingga Juni 2004 di wilayah Bulasat Kab Kep Mentawai bergerak mendatar tiap tahun 37 milimeter. Hal sama juga di Muara Saibi dengan pergerakan 39 mm/tahun.

Memang, katanya, ilmu apa saja kini belum bisa memastikan kapan terjadinya tsunami di wilayah pantai barat Sumatera Barat.

Namun masing-masing pemerintah daerah mesti komit melakukan antisipasi awal sebelum terjadinya tsunami. Terutama Pemerintah Kota Padang yang kerawanan wilayahnya paling besar. [TMA, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 01 February 2005 >>
SuMTW ThFSa
dotdot12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer