spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
HUKUM & KRIMINALITAS
spacer
 
Kasus Ba'asyir
Tim Pembela: Jaksa Tak akan Bisa Buktikan Dakwaannya

Abu Bakar Ba`asyir (Yahoo! News/REUTERS/Crack Palinggi)Jakarta, 1 Pebruari 2005 14:06
Tim Pembela Abu Bakar Ba`asyir (TPABB) menyatakan optimis Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak akan bisa membuktikan dakwaan terhadap Ba`asyir bahwa ia memberi inspirasi kepada pelaku pemboman di Bali, dan di Hotel JW Marriott.

"Saya tidak melihat dasar hukum untuk menyatakan Ustadz terbukti melakukan apa yang disebut JPU sebagai memberikan inspirasi.

JPU menganggap Ba`asyir memberi inspirasi bagi mereka yang melakukan pemboman di Bali dan di Hotel JW Marriott," kata M. Assegaf, salah satu anggota TPABB, seusai persidangan di Auditorium Departemen Pertanian, Jakarta, Selasa.

Ia justru mempertanyakan inspirasi seperti apa dan dalam peristiwa apa inspirasi tersebut diberikan oleh Ba`asyir kepada pelaku pemboman. Bahkan, pada awal persidangan ketika dakwaan dibacakan, Ba`asyir sama sekali tidak mengerti isi dakwaan sehingga majelis hakim terpaksa meminta JPU menjelaskan isi dakwaan tersebut kepadanya.

Namun, menurut Assegaf, JPU masih tidak dapat menjelaskan dalam bentuk apa inspirasi tersebut diberikan oleh Ba`asyir kepada pelaku pemboman.

"Karena mereka tidak dapat membuktikan hal tersebut, maka mereka memakai teori mosaik," lanjutnya.

Dalam teori mosaik, jelasnya, ada beberapa peristiwa yang berdiri sendiri lalu saling dikaitkan. Ia mencontohkan tentang kamp Hudaibiyah di Filipina yang dikaitkan dengan Ba`asyir karena salah satu anggota Kamp Hudaibiyah pernah datang ke pondok pesantren Al Mu`min di Ngruki, Jawa Tengah.

"Sehingga akhirnya ada benang merah, tetapi yang dipaksakan," ujar Assegaf.

Menurut pengacara senior tersebut, hal itu tidak dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Ia juga menambahkan sebagian besar saksi yang memberikan keterangan selama persidangan tidak pernah ada yang merasa mendapat inspirasi, atau tidak pernah merasa dianjurkan untuk melakukan pemboman oleh Ba`asyir.

Ia menjelaskan sesudah terjadi peristiwa bom Bali pada Oktober 2002, Ba`asyir telah membuat dua surat pernyataan.

"Yang pertama dibuat sehari sesudah pemboman di Bali dan itu disaksikan oleh tokoh Islam Solo seperti Ustadz Mudzakir, ketua FPIS (Front Pembela Islam Surakarta-red)," kata Assegaf.

Surat pernyataan kedua dibuat ketika Ba`asyir masih dirawat di RS PKU Muhammadiyah, Solo, Jawa Tengah, pada Oktober 2002, di hadapan beberapa ulama seperti mantan ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Surakarta yang juga pensiunan hakim tinggi, mantan ketua pengadilan agama Surakarta, serta notaris.

Sementara itu, Ustadz Mudzakir menyatakan isi surat pernyataan pertama yang dibuat oleh Ba`asyir adalah bahwa dirinya tidak pernah terlibat dalam peledakan pada malam natal dan rencana pembunuhan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri.

Ba`asyir sempat mengadakan konferensi pers setelah membuat surat pernyataan kedua yang isinya sama dengan surat pernyataan yang pertama. [TMA, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 01 February 2005 >>
SuMTW ThFSa
dotdot12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer