spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
HUKUM & KRIMINALITAS
spacer
 
Jaksa Optimis Dakwaan Baasyir Terbukti

Jakarta, 1 Pebruari 2005 13:54
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Salman Maryadi SH menyatakan optimis segala dakwaannya terhadap Ustad Abu Bakar Baasyir tentang tindakan terorisme dapat terbukti.

"Alat bukti dalam UU Terorisme berbeda dengan yang diatur KUHAP. Segala coretan, bahkan titik, koma, dalam informasi yang banyak sekali kami peroleh dapat dijadikan bukti. Kami tetap berpendapat bahwa ustadz terlibat dalam tindak pidana terorisme," kata Salman, seusai persidangan di Auditorium Departemen Pertanian, Jakarta, Selasa.

Mengenai kemungkinan tidak terbuktinya keterlibatan terdakwa secara langsung, ia mengatakan Baasyir dapat dijerat dengan menggunakan pasal 55 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) mengenai keturutsertaan seseorang dalam suatu tindak pidana.

"Menurut pasal itu, turut serta artinya tidak harus bersama-sama melakukan seluruh tindakan pidana, bahkan hanya melakukan sebagian saja bisa dikategorikan sebagai turut serta," jelas Salman.

Tentang munculnya nama baru yang disebutkan JPU dalam pemeriksaan terdakwa hari ini, yaitu Jack Rose alias Khalid Abdullah alias Khalid Syaefullah, warga negara Australia kelahiran Inggris yang mengaku sebagai anggota Jamaah Islamiyah (JI) di Australia, Salman menyatakan tidak ada masalah jika keterangan Jack Rose itu dibantah oleh terdakwa.

Jack Rose yang beristrikan perempuan Indonesia, Aisyah, membuat pernyataan yang ditandatangani oleh Duta Besar Indonesia di Australia dan dirinya bahwa Baasyir pernah melakukan safari dakwah di Australia dan berceramah tentang paham JI. Keterangan tersebut kemudian dibantah oleh Baasyir dalam persidangan.

Majelis hakim yang diketuai oleh Soedarto SH memberi waktu kepada JPU selama satu minggu untuk menyusun tuntutan. Persidangan dengan terdakwa Baasyir yang dimulai sejak 28 November 2004 itu dilanjutkan pada Selasa, 8 Februari 2005.

Ba`asyir dijerat Pasal 14 jo 6 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) RI Nomor 1 tahun 2002 jo Pasal 1 UU RI Nomor 15 tahun 2003 jo Pasal 55 KUHP yang berkaitan dengan tindak aksi terorisme. [TMA, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 01 February 2005 >>
SuMTW ThFSa
dotdot12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer