spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
HUKUM & KRIMINALITAS
spacer
 
Ba`asyir: Saya Amir MMI, Bukan Amir JI

Jakarta, 1 Pebruari 2005 12:16
Ustadz Abu Bakar Ba`asyir menyatakan, dirinya memang amir (pemimpin) Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), tetapi dirinya bukan amir Jamaah Islamiyah (JI).

"Pada 2000 saya datang ke kongres MMI di Yogyakarta, namun hanya terbatas sebagai pemakalah. Dalam pemilihan amir MMI pada kongres tersebut ternyata saya terpilih menjadi pemimpin. Namun saya tidak diminta untuk menjadi amir JI," katanya, saat diperiksa sebagai terdakwa pelaku berbagai pengeboman di Indonesia, pada persidangan di Auditorium Departemen Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa.

Ia menjelaskan, tujuan pergerakan MMI adalah memperjuangkan formalisasi syariat Islam dengan cara dakwah dan jihad yang sesuai dengan syariat Islam. Cara perjuangan yang ditempuh, lanjutnya, misalnya melalui pendidikan serta seminar-seminar.

Pada sidang yang dimulai pukul 09.20 WIB itu ia juga menyatakan dakwaan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dipimpin oleh Salman Maryadi SH, tidak ada yang benar.

Pendiri pondok pesantren Al Mu`min di Ngruki, Jawa Tengah, itu mengaku pernah berada di Malaysia pada 1985 sampai 1999, namun ia tidak dapat mengingat telah bertemu dengan siapa saja selama berada di Malaysia.

Keberadaannya di Malaysia, menurut Ba`asyir adalah untuk mencari nafkah bersama keluarganya. Ia mengaku berangkat ke Malaysia bersama Abdullah Sungkar, warga negara Malaysia yang disebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebagai amir JI yang digantikan oleh Ba`asyir setelah wafat.

"Tetapi Abdullah Sungkar bukan amir JI," ujar Ba`asyir.

Tentang Pedoman Umum Perjuangan Jamaah Islamiyah (PUPJI) yang diajukan sebagai barang bukti oleh JPU, Ba`asyir menyatakan tidak pernah melihat buku tersebut sebelum JPU memperlihatkannya pada persidangan.

Majelis hakim yang dipimpin oleh Soedarto SH, juga menanyakan kepada Ba`asyir apakah ia pernah bertemu dengan semua saksi yang dihadirkan selama persidangan. Ba`asyir mengaku pernah bertemu dengan salah satu saksi warga negara Malaysia, Faiz Abu Bakar Hafana, yang dalam Berita Acara Pemeriksaannya (BAP) menyatakan Ba`asyir adalah amir JI.

Mengenai materi dakwah yang dibawakan selama berada di Malaysia, Ba`asyir mengatakan di antaranya memang ada yang mengenai jihad, namun jihad yang diterangkannya adalah yang sesuai dengan syariat Islam, yakni untuk membela diri apabila diserang.

Ia menyatakan tidak sepaham apabila pemboman di Hotel JW Marriott, 5 Agustus 2003, dikatakan sebagai jihad karena termasuk daerah yang aman.

"Saya memahami tujuan pelaku mungkin untuk membela Islam, hanya mungkin mereka salah tempat. Kalau mau berjihad melawan Amerika sebaiknya pergi berperang ke Afghanistan atau daerah lainnya, tetapi jangan di Indonesia karena Indonesia bukan daerah konflik.

Ba`asyir juga membantah bahwa ia pernah berada di kamp Hudaibiyah, Filipina, untuk menghadiri acara wisuda angkatan perang pertama dan memberikan ceramah yang mendorong untuk melakukan jihad sebagaimana yang dikatakan oleh salah satu saksi.

Pria kelahiran Jombang, Jawa Timur itu juga mengatakan pernah bepergian ke Singapura, Australia, dan Jerman untuk keperluan dakwah. Ia juga mengatakan pernah ke Pakistan, namun untuk menyekolahkan salah satu anaknya dan tidak pernah bertemu dengan Osamah Bin Laden selama berada di sana.

"Saya memang pernah mendengar ceramah Osamah tetapi itu pun melalui kaset. Salah satu fatwa Osamah memang mengatakan untuk menghadapi Amerika harus dilakukan jihad," katanya.

Terhadap beberapa terpidana aksi pemboman di Indonesia, seperi Amrozi, Mubarok, dan Hambali, ia menyatakan pernah bertemu dengan mereka tetapi hanya membicarakan masalah Islam dan tidak pernah merencanakan aksi pemboman.

Ketika terjadi pemboman di Hotel JW Marriot, Ba`asyir mengaku sedang berada di rumah tahanan Salemba dan ia baru mengetahui adanya pemboman tersebut di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat ketika ia diadili untuk kasus pelanggaran imigrasi dan percobaan makar.

Mengenai pengajian-pengajian yang ia lakukan setelah kembali ke Indonesia, di antaranya di Ngruki, ia mengatakan hanya terbatas pada pengajian umum. Ia pun mengaku tidak pernah mendatangi pengajian yang diselenggarakan oleh JI.

Sidang yang dipenuhui oleh sekitar 40 orang pendukung Ba`asyir dari MMI dan dijaga ketat oleh sekitar 100 petugas keamanan saat ini masih berlangsung dengan pemeriksaan terdakwa melalui pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh JPU dan Tim Pembela Abu Bakar Ba`asyir. [TMA, EL, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 01 February 2005 >>
SuMTW ThFSa
dotdot12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer