spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
JAWA
spacer
 
Tim Ukhuwwah Pemuda Terus Cari Mayat di Aceh

Jakarta, 27 Januari 2005 11:36
Tim Ukhuwwah Pemuda untuk Aceh terus mencari mayat untuk dievakuasi di berbagai tempat di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), yang dilanda gempa bumi dan tsunami yang mewaskan lebih seratus ribu jiwa.

Tim Ukhuwwah ini dikenal sebagai tim pencari mayat yang sejak 4 Januari lalu tanpa istrahat terus menerus mencari mayat korban bencana alam di berbagai tempat di seputar Banda Aceh yang masih belum bersih dari jenazah yang telah membusuk dan tak utuh.

"Lebih dari 70 orang dari tim Ukhuwwah Pemuda Untuk Aceh bergerak mencari sisa-sisa mayat yang belum terevakuasi di seputar Banda Aceh," kata ketua rekrutmen posko induk penanggulangan bencana alam Aceh dan Sumatera Utara Ir. Wahyu Iwa Sumantri di Cileungsi, Bogor, Rabu.

Sedemikian jauh lebih dari 300 mayat yang mereka evakuasi. Mayat-mayat itu sulit dijangkau dan kini hampir tidak terlihat, karena berada di bawah puing-puing rumah dan gedung, selokan, tersangkut di pohon dan lain-lain.

Selama sebulan mereka di sana mencari mayat dan mereka sudah terbiasa mencium bau mayat yang membusuk hingga menyebabkan penciuman mereka sangat tajam. Mereka tahu dimana mayat berada karena penciuman mereka yang tajam itu, katanya.

Menurut H. Muhyiddin Hamidy, Imaam Jama`ah Muslimin (Hizbullah) yang turut serta ambil bagian dalam evakuasi mayat selama beberapa hari di Banda Aceh, para anggota tim Ukhuwwah itu sudah tidak memakai masker lagi. Mereka sudah terbiasa dengan itu.

Dr. Suharyanto dari tim tersebut telah menasehatkan agar mereka terus menggunakan masker, tetapi mereka menjawab nafas mereka sesak kalau memakai masker.

"Nafas menjadi sesak kalau pakai masker," kata Mustholeh, salah seorang anggota tim Ukhuwwah yang sudah terbiasa tidak memakai masker dan penciumannya sangat tajam mengendusi dimana mayat-mayat berada.

Mustholeh, yang memiliki keterampilan di bidang pelistrikan, bangunan, pompa air dan pemboraran sumur serta supir yang cekatan itu mengatakan dia kini sudah terbiasa menghadapi mayat-mayat itu karena saban hari dia evakuasi bersama rekan-rekan timnya.

Kalau beberapa hari kedatangannya di Banda Aceh mengevakuasi mayat hampir tak kuat menahan bau busuk dari banyaknya mayat bergelimpangan yang merek evakuasi, kini dia bahkan bisa makan di depan mayat-mayat itu.

Hingga kini masih banyak mayat yang terdapat di seputar Banda Aceh. Di Lhok Nga sendiri mayat-mayat yang sudah membusuk dan tak utuh banyak dijumpai, demikian juga di pesisir barat Aceh hingga ke Meulaboh.

Masyarakat Aceh yang tertimpa musibah alam itu sedemikian jauh masih belum bisa diharapkan untuk turut mengambil bagian dalam evakuasi mayat dan pembersihan di kota mereka sendiri di Aceh karena jiwa mereka tertekan traumatis yang sangat dalam.

Hal ini bisa dimaklumi karena mereka kehilangan banyak harta benda, rumah, sanak saudara yang hilang atau meninggal dunia akibat gempa bumi dan terjangan tsunami itu.

Tim Ukhuwwah Pemuda untuk Aceh selain melaksanakan tugas kemanusiaan yang mulia mengevakuasi mayat tanpa meminta imbalan atau upah, mereka juga giat mengajar anak-anak Aceh di berbagai tempat di Banda Aceh, termasuk di Darussalam, Durung, Tanjung Selamat. Mereka juga mengisi pengajian untuk kaum muslimin dan muslimat dari masjid ke masjid.

Menurut laporan kordinator lapangan tim itu di Banda Aceh, Ustadz Wahyudi K.S., mereka akan membangun musholla seluas 10 kali 10 meter di desa Durung, sekitar 15 km dari kota Banda Aceh, di atas tanah seluas 500 meter.

Berikutnya mereka akan membangun beberapa tempat untuk belajar di daerah Pidie dan lain-lain tempat dengan pengajaran gratis tanpa imbalan.

Tim Ukhuwwah untuk Aceh terdiri atas guru, ustadz, kyai, tenaga medis, fisioterapi, ahli refleksi, pelistrikan, tukang-tukang bangunan, pengeboran sumur dan tenaga-tenaga mekanis lainnya. Mereka mendapat dukungan dari posko tim pendukung di Tanjung Pura, Medan, dan khususnya dari posko induk di Cileungsi, Bogor, dalam melaksanakan operasional mereka sehari-hari. [TMA, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 01 February 2005 >>
SuMTW ThFSa
dotdot12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer