spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
WISATA & HIBURAN
spacer
 
Wisatawan Jepang Waswas Penyakit Pasca-Tsunami

Kuta, 29 Januari 2005 14:18
Kecenderungan menurunnya jumlah kunjungan wisman asal Jepang ke-Bali, banyak disebabkan faktor psikologis pada masyarakat Jepang yang waswas terhadap menjangkitnya penyakit pascagempa dan tsunami yang melanda Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumut.

Hal itu wajar, walau masyarakat Jepang banyak yang tahu bahwa Indonesia itu luas, Bali jauh dari Aceh. Tetapi faktor spikologis sulit dicerna dengan akal sehat, karena wilayah Jepang merupakan kawasan rawan gempa yang membuat masyarakatnya traumatis.

Masalah ini mengemuka saat dialog-pertemuan 100 orang lebih pelaku dan para wartawan pariwisata dari Osaka-Jepang dengan pelaku dan praktisi pariwisata di Bali, yang difasilitasi maskapai penerbangan Air Paradise International (API), di Seminyak, Kuta, Sabtu.

Kadiparda Bali, I Gde Nurjaya mejelaskan bahwa Indonesia sangat luas dengan 17 ribu pulau lebih, dari Sabang di Aceh sampai Merauke di Papua panjanganya diibaratkan sama dengan jarak dari Moskow, Rusia hingga London, Inggris.

"Jarak dari Aceh ke-Bali sekitar 4.000 km, ada 15 propinsi yang dilalaui. Jadi dampak tsunami ke Pulau Dewata nisbi ngak ada. Kondisi obyektif ini harus diinformasikan kepada masyarakat Jepang bahwa Bali tetap aman dan nyaman dikunjungi," ucapnya berpromosi.

Mengenai bencana alam, seraya menjelaskan secara religius bahwa itu sudah ke-hendak Tuhan, Nurjaya mengemukakan data teknis hasil pencatatan BMG bahwa Bali dalam tengat waktu 1991 hingga 2004 terjadi sekitar 6.000 kali gempa, tetapi yang bisa dirasakan oleh manusia di darat hanya 18 kali.

"WTO (organisasi pariwisata dunia) saat gempa di Samudra Hindia sedang berada di Bali, dan menilai bahwa Bali relatif aman. Walau jalur gempa tetapi kecil, dan belum pernah ada gelombang pasang besar seperti tsunami," ungkapnya.

Kimoto, salah seorang pengelola BPW (biro perjalanan wisata) mengemukakan bahwa dirinya sudah lebih dari 100 kali ke-Bali, sehingga banyak tahu kondisi Pulau Dewata. Karena itu ia berjanji all out menginformasikan kondisi riil ini secara obyektif kepada masyarakat Jepang.

Ia menyarankan, hal penting yang harus dilakukan oleh pemerintah, masyarakat maupun pelaku industri pelancongan di Indonesia, khususnya Bali, menyampaikan pesan kepada dunia bahwa pascatsunami Aceh sudah ditanggani secara optimal, sehingga warga dunia yakin dan tidak merasa was-was lagi.

Selain itu, pesan disampaikan kepada warga dunia, sampai sejauh mana antisipasi Indonesia selanjutnya dalam menghadapi masalah bencana seperti ini, seperti apakah sudah menerapkan teknologi peringatan dini agar bisa meminimalisir dampak.

Hal lain, apakah pantai di Indonesia, khususnya kawasan wisata di Bali sudah dibentengi berbagai perlatan yang mampu menahan gelombang besar. "Penerapan teknolgi peringatan dini dan antisipasi seperti ini mampu menenangkan dan menghilangkan perasaan waswas turis," kata Komoto.

Sementara itu, Kadek Wiranatha, pimpinan API menuturkan bahwa pihaknya yang baru saja melayani jalur Osaka-Bali tiga kali setiap pekannya, sehari setelah bencana di Aceh (27/12-2004) perlu melakukan kegiatan semacam ini (educational tours).

"Ya biar pelaku dan wartawan pariwisata di Jepang tahu langsung kondisi Bali, sehingga secara obyektif informasi ini disebarkan di Jepang. Turis asal Jepang dalam lima tahun terakhir ini masih menjadi pemasok terbesar bagi Bali," tuturnya.

Selama tahun 2004 jumlah wisman ke Pulau Dewata mencapai rekor 1.457.227 orang, Jepang menduduki posisi pertama dengan pasokan sebanyak 326.397 orang atau 22,39 persen. [TMA, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 29 January 2005 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdotdotdot1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer