spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
AFRIKA
spacer
 
Cetak Biru Rekonstruksi Aceh
MUI: Pertahankan Warna Islam Aceh

Jakarta, 28 Januari 2005 15:22
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan Pememrintah agar dalam membuat cetak biru pembangunan kembali Aceh pascagempa tak menghilangkan warna dasar Aceh yang Islami, serta tetap melibatkan masyarakat setempat. Demikian penegasan Sektretaris MUI Din Sjamsuddin setelah bertemu tokoh dan ulama Aceh di Masjid Istiqlal, Jumat.

Din mengatakan, ulama dan cendekiawan Aceh siap melakukan rekonstruksi untuk bidang non fisik.

Proses rekonstruksi dan rehabilitasi Aceh perlu melibatkan masyarakat setempat dan pemerintah perlu memperhatikan hal ini, katanya. "Pembentukan apa pun badan yang mengurusi Aceh pasca bencana harus melibatkan masyarakat madani di Aceh," katanya.

Beberapa tokoh dan cendekiawan Aceh, seperti Prof Daniel Juned, Prof Chairul Ikhsan serta Tengku Muslim Ibrahim menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat Aceh serta keinginan mereka terhadap proses pembangunan kembali Aceh.

Cendekiawan Al Yasa Abubakar mengatakan, hal yang diperlukan masyarakat Aceh saat ini adalah masalah pendidikan. "Anak-anak membutuhkan buku-buku untuk sekolah terutama yang berhubungan dengan keagamaan seperti al Qur`an dan teknik membaca Iqro," katanya.

Para ulama Aceh berharap, relawan yang menyusul ke Aceh haruslah yang dibutuhkan masyarakat setempat yang tidak lagi sekedar evakuasi jenasah dan distribusi bantuan, tapi juga guru-guru agama.

Para ulama itu juga meminta, agar Aceh jangan diubah dari daerah yang menerapkan syariat Islam ke lainnya karena tsunami.

Din mengatakan, gempa dan tsunami yang terjadi di Aceh bukan murka Allah atas rakyat Aceh, melainkan peringatan dan ujian kepada bangsa Indonesia lewat perantara Aceh.

Pemahaman seperti itu perlu ditekankan tidak saja kepada para ulama dan masyarakat Aceh tapi juga bangsa Indonesia dalam melihat bencana Aceh.

Tentang keberadaan anak-anak Aceh dan isyu adopsi mereka ke luar negeri dan dikristenkan, MUI berpendapat bahwa saat ini anak-anak Aceh harus dilindungi dan tetap berada di tanah kelahiran sendiri. Para ulama berpendapat bahwa anak-anak tersebut harus ditampung oleh lembaga pendidikan setempat karena Aceh telah kehilangan satu generasi dan jika mereka diambil maka semakin sedikit yang tersisa.

Ia mengaskan, pihaknya telah meminta organisasi Islam dunia dan anggota Organisasi Kongres Islam (OKI) untuk melimpahkan dana dalam bantuan mereka untuk memberdayakan pendidikan anak-anak Aceh. [TMA, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 29 January 2005 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdotdotdot1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer