spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
SUMATERA
spacer
 
Kepulangan
Jamaah Haji Aceh Ada yang Belum Tahu Nasib Keluarganya

Banda Aceh, 28 Januari 2005 10:22
Sebagian jamaah haji kelompok terbang (kloter) pertama asal Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) yang tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh, Kamis malam, ada yang sama sekali belum mengetahui nasib keluarganya, yang menjadi korban bencana tsunami (26/12).

Salah seorang jamaah haji, Hj.Anggian, warga Lambaro, Banda Aceh mengatakan, dirinya tidak mengetahui apa yang terjadi di kampung halamannya karena ketika berangkat ke Tanah Suci, bencana gempa dan tsunami belum terjadi.

"Saya belum tahu apa yang terjadi terhadap keluarga saya," kata ibu berusia sekitar 50 tahun itu di ruang tunggu Bandara SIM, beberapa saat setibanya dari Tanah Suci.

Anggian merupakan salah seorang dari ratusan atau bahkan ribuan jamaah haji asal Aceh yang terkena dampak bencana tersebut dan hingga kini belum mengetahui nasib rumah dan keluarganya.

Jamaah haji kloter pertama hingga kloter tujuh asal Aceh (sekitar 2.000 orang lebih) sudah berada di Tanah Suci Mekkah ketika tsunami terjadi pada 26 Desember 2004, sehingga sebagian besar dari mereka kemungkinan besar tidak lagi memiliki rumah dan sanak keluarga.

Sejumlah anggota keluarga yang menjemput jamaah menuturkan bahwa pihak keluarga ada yang memang sengaja tidak memberitahukan kondisi keluarganya agar jamaah haji bisa khusuk menjalankan ibadahnya, sementara sebagian lagi memang mengalami kesulitan untuk mengontak jamaah haji saat berada di Tanah Suci.

Seorang penjemput jamaah haji bernama Halimah, warga Lhok Nga, Aceh Besar, mengaku kehilangan 50 orang anggota keluarganya serta rumah tempat tinggal mereka pun hancur tak tersisa.

Halimah yang menjemput ayah serta abangnya itu mengaku belum memberitahukan perihal hancurnya rumah dan tewasnya sebagian anggota keluarga mereka kepada ayah dan abangnya yang baru saja pulang dari Tanah Suci.

Diperkirakan sekitar 150 jamaah haji telah kehilangan tempat tinggal akibat gempa dan tsunami.

Sementara itu, penyambutan jamaah haji kloter pertama debarkasi Banda Aceh yang datang sekitar pukul 21.36 WIB itu diwarnai isak tangis haru baik para jamaah haji maupun penjemput dan keluarga jamaah.

Para keluarga dan penjemput seakan tidak sabar untuk menyambut keluarganya sekaligus memberitahukan apa yang terjadi dengan rumah dan keluarganya, sementara para jamaah haji juga nampak ingin cepat-cepat bertemu keluarganya mengetahui apa yang dialami anggota keluarganya.

Hampir semua jamaah haji yang baru tiba nampak menangis meski masih berada di ruang tunggu dan belum bertemu keluarganya. Sebagian jamaah nampak berusaha mencari keluarga yang menjemputnya, sementar sebagian lainnya memilih duduk di kursi tunggu karena kelelahan.

Jamaah yang sudah bertemu keluarganya langsung larut dalam suasana tangis haru, bahkan ada yang sampai pingsan mendengar kabar tentang keluarganya. Namun petugas kesehatan terlihat telah siap menolong jamaah yang pingsan atau shok setelah mengetahui kondisi keluarganya.

Kedatangan kloter pertama yang membawa sekitar 323 jamaah haji asal Aceh itu mengalami keterlambatan dari jadwal semula yang direncanakan tiba sekitar pukul 12.00 WIB.

Menteri Agama Maftuh Basyuni beserta sejumlah pejabat Depag sempat menjemput para jamaah haji di dalam pesawat Garuda jenis Air Bus 330 yang membawa mereka, beberapa saat setelah pesawat mendarat.

Pemerintah sendiri telah menyediakan tempat penampungan sementara di Asrama Haji Banda Aceh bagi para jamaah haji yang kehilangan rumah dan sanak saudara.

Setibanya di Bandara, jamaah haji diperiksa dokumennya serta kesehatannya oleh petugas Bandara, sebelum kemudian diberangkatkan ke Asrama Haji.

Sementara itu, di pintu keluar ruang tunggu Bandara sempat terjadi saling dorong antara keluarga penjemput dengan wartawan yang akan meliput kedatangan kloter pertama asal Aceh tersebut, akibat padatnya pengunjung.

Gempa bumi dan tsunami pada 26 Desember 2004 telah mengakibatkan sedikitnya 210 ribu orang meninggal dunia dan 130 ribu dinyatakan hilang di Provinsi NAD. Sementara itu, para pengungsi korban tsunami meyakini jumlah korban meninggal atau hilang lebih besar dari angka itu. [TMA, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 29 January 2005 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdotdotdot1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer