spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
WISATA & HIBURAN
spacer
 
Dewan Kesenian Lampung Hendaknya Berbenah Diri

Bandar Lampung, 25 Januari 2005 07:32
Dewan Kesenian Lampung (DKL) yang dalam waktu dekat ini segera melakukan musyawarah untuk memilih pimpinan dan pengurus baru, diingatkan agar berbenah diri.

"DKL itu mesti diluruskan lebih dulu, apakah organisasi seniman yang berdiri sendiri, LSM bidang kesenian atau organisasi seniman binaan pemerintah daerah," kata pengamat kesenian Lampung, Oyos Saroso HN di Bandar Lampung, Selasa.

Menurut Oyos, setelah didalami ternyata dari segi aturan main (AD/ART) dan mekanisme kerja serta kepengurusan yang berjalan selama ini, di tubuh DKL itu terdapat sejumlah kejanggalan yang seharusnya diluruskan kembali.

Dia menilai, DKL semestinya merupakan organisasi yang ditangani secara penuh oleh kalangan seniman, budayawan, pencinta seni bukan organisasi yang cenderung diisi kalangan birokrat dan pejabat maupun tokoh politik.

"Kalau alasannya soal pembiayaan, dapat dicari kesepakatan yang terbaik, apakah sepenuhnya dari pemerintah daerah atau usaha sendiri," ujar wartawan yang juga aktif menulis bidang sastra di sejumlah media massa tersebut.

Ia berharap, dalam musyawarah DKL tahun 2005 ini dapat diperoleh keputusan bersama untuk meluruskan aturan main dan mekanisme kerja serta struktur dan personalia kepengurusan yang sepenuhnya mencerminkan sebagai organisasi para seniman di Lampung.

Sastrawan kondang asal Lampung, Isbedy Stiawan ZS yang juga salah satu pengurus DKL, mengakui banyak hal mesti dibenahi oleh lembaga itu ke depan agar menjadi lebih baik lagi.

"Tapi terus terang saja, dalam hal berorganisasi dan mengorganisir para seniman sekaligus menumbuhkan karya dan kreativitas seni budaya yang menjadi tugas pokok DKL, masih sulit mencari orang-orang terpilih yang mau bekerja keras membantu kami," kata sastrawan yang oleh HB Jassin dijuluki "Paus Sastra Lampung" itu lagi.

Isebdy mengakui, sejak terbentuk DKL hingga kini masih mengandalkan figur pimpinan dari kalangan birokrat atau pejabat yang dianggap memiliki "bargaining position" (posisi tawar) dengan kalangan pejabat dan legislatif di daerahnya.

"Persoalannya sebenarnya sederhana, tanpa kekuatan itu sulit bagi DKL mendapatkan dukungan dana dari pemerintah daerah untuk menjalankan programnya," kata Isbedy yang juga Sekretaris Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Lampung itu.

Diakui pula, kendati pimpinannya sudah dari kalangan birokrat saja, pendanaan DKL (melalui APBD) masih relatif belum terurus dengan baik karena mesti "dititipkan" melalui program-program di Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Provinsi Lampung.

Menurut Isbedy, paling tidak dalam masa kepengurusan berikutnya DKL dapat mengubah orientasi kepemimpinan bukan lagi hanya mengandalkan kalangan birokrat dan pejabat, tapi benar-benar mengandalkan kalangan seniman yang memiliki kemampuan mengorganisasi lembaga itu.

"Saya lihat saat ini masih perlu persiapan dan tetap masih memerlukan pimpinan berasal dari kalangan pejabat atau birokrat, tapi pada kepengurusan selanjutnya boleh jadi sudah bisa membuat gebrakan baru untuk mencari figur pemimpin di kalangan seniman sendiri," kata dia.

Hingga saat ini bursa nama kandidat kuat memimpin DKL periode mendatang tetap pada Ketua Umum DKL sekarang ini, Drs H. Herwan Achmad (mantan Sekdaprov Lampung yang kini juga Ketua Umum KONI Lampung).

Padahal sejumlah seniman dan pengamat seni telah menyebut-nyebut sejumlah nama kandidat lain yang dianggap layak, terutama yang bukan birokrat atau pejabat, melainkan dari kalangan seniman sendiri. [EL, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 29 January 2005 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdotdotdot1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer