spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
SULAWESI
spacer
 
Pasca Gempa Palu
Ribuan Warga Tidur di Luar Rumah

Palu, 25 Januari 2005 08:32
Ribuan warga yang masih tertahan tinggal di Kota Palu sepanjang Senin malam hingga Selasa dini hari masih tidur di luar rumah, karena khawatir terjadi gempa susulan yang dapat meruntuhkan bangunan den menimpa mereka.

Menurut kantor berita Antara di Kota Palu, Selasa Subuh, menyaksikan antara dua-tiga rumah terlihat orang-orang bergerombol tidur di teras dan halaman rumah dengan menggelar tikar.

Bahkan ada yang tidur di halaman rumah dengan hanya beratapkan langit.

Yanto (23), warga di Jln Garuda, Palu Timur, mengatakan mereka memilih tidur di luar rumah karena khawatir muncul gempa susulan yang lebih besar dari gempa utama (mainshock) pada Senin pagi pukul 04:10 Wita.

"Kami hanya takut adanya gempa susulan lebih kuat dan merusaki bangunan rumah," tuturnya.

Ia juga mengatakan, beberapa keluarga mereka yang menetap di Kelurahan Lere (Palu Barat) dan berada di bibir Teluk Palu ikut pula mengungsi ke rumahnya di daerah ketinggian, karena kekhawatiran muncul gelombang pasang (tsunami).

Keterangan senada disampaikan Ny. Rahma (29), warga yang tinggal di Jln Basuki Rahmat, Palu Selatan.

"Semalaman kami semua tidur di teras rumah, karena menghindar dari gempa susulan yang lebih keras," katanya.

Ia mengakui beberapa tetangganya sudah mengungsi ke pelataran parkir Bandara Mutiara Palu karena mengkhawatirkan tsunami, sekalipun lokasi tempat tinggal semua berada lebih 50 meter dari permukaan laut.

Sementara itu, umumnya warga dari puluhan desa di Kecamatan Dolo dan Sigi-Biromaru (Kabupaten Donggala) --lokasi yang dekat dengan pusat gempa-- dilaporkan masih mengungsi di wilayah pegunungan.

Pengungsian mereka sebagian besar ke arah pegunungan di desa Bora, Paneki, Ngatabatu, dan Kawatuna.

"Saya dan semua keluarga seisi rumah masih bertahan di sini karena di desa kami cukup kuat getaran gempa susulan," kata Ny. Ani (52), warga Dolo saat ditemui di rumah keluarganya di Kelurahan Kawatuna, Palu Timur.

Ny. Ani mengaku dinding rumahnya yang permanan telah mengalami keretakan besar, sehingga bisa roboh apabila muncul gempa cukup kuat.

Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Palu Drs Suko Prayitno Adhi yang dikonfirmasi terpisah, mengingkatkan warga di Kabupaten Donggala dan Kota Palu yang dekat dengan pusat gempa untuk tidak terlalu berlebihan menyikapi gempa susulan.

Secara teoritis, menurut dia, gempa susulan tidak membahayakan sebab kekuatannya tak sekuat "mainshock" (gempa utama) pada Senin pukul 04:10 wita sebesar 6,2 pada Skala Richter.

Prayitno bahkan mengungkapkan sesuai pencatatan Seismografh (alat pencatat getaran gempa) di kantornya yang ada di kaki Gunung Gawalise sepanjang satu hari terakhir, terekam sekitar 200 kali terjadi gempa susulan, namun intensitas kekuatannya tiap saat terus menurun. [EL, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 29 January 2005 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdotdotdot1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer