spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
MESKIPUN TETAPI
spacer
 
Yudhistira ANM Massardi
Monster

MESKIPUN punya peluang tunda bayar utang sekitar Rp 25 trilyun --dari total utang US$ 50 milyar-- di Paris Club, delegasi Indonesia yang dipimpin Menlu kabarnya cuek saja. Bahkan, anggota DPR-PAN Dradjad Wibowo menulis di Kompas, para menteri ekonomi kabinet SBY "begitu tega berkonspirasi agar Indonesia tidak memperoleh penundaan pembayaran utang". Mereka lebih suka bikin utang baru.
Maka, kata Dradjad, dengan adanya "Skandal Moratorium" itu, "Pemerintah akan menjadi monster yang jahat jika tetap memaksa" kenaikan harga BBM, listrik, telepon, dan pupuk.
"Tetapi," kata Joko Parepare (JP), "pemerintah kan tetap bertekad untuk...."
"Jadi monster jahat?!" kata Maman Halmahera (MH).

GATRA (Dok. GATRA)

TETAPI, menjelang 100 hari usianya, pemerintahan SBY yang dinilai lembek mengumumkan ambisinya membangun 91 proyek infrastruktur --termasuk untuk Aceh-- senilai Rp 202 trilyun (US$ 22 milyar).
Pembangunan sarana telekomunikasi, jalan tol, bandara, dan lain-lain itu ditawarkan kepada kontraktor domestik dan asing. Untuk itu, akan diberikan fasilitas dan kemudahan kredit dari bank pemerintah (sampai 30%), pajak, dan administrasi.
"Tetapi, para calon investor asing masih meragukan kesungguhan pemerintah dalam memberikan kepastian berusaha," kata JP.
"Maksudnya, para pengusaha domestik seperti Jusuf Kalla dan Aburizal Bakrie lebih punya kepastian?" tanya MH.
"Wah, nggak tahu. Memangnya...?"
"Kan, ada peribahasa: alah bisa karena biasa, tak kenal maka tak sayang...!"
"Maksudnya?"
"Wah, kamu jaka sembung! Kan, ada kendurian seratus hari?!"

GATRA (Dok. GATRA)

TETAPI, PBB meminta US$ 350 juta untuk jasa pengelolaan dana bantuan bagi para korban tsunami di sini.
Mendengar itu, Presiden SBY, "Sangat unhappy dan tidak sreg," tutur Mensekab Sudi Silalahi. "Masak dalam situasi seperti ini, PBB minta fee."
"Di PBB juga banyak korupsi, jadi kita hati-hati soal ini," kata Mensesneg Yusril Ihza Mahendra.
"Dengan kata lain, jangankan di PBB, di sini saja yang korupsi mulai berhati-hati?" tanya JP.
"Bukan. Pokoknya, jangan sampai orang PBB menilap dana itu, supaya yang di sini live happily ever after...!"

GATRA (Dok. GATRA)

ymassardi@gatra.com
[Meskipun Tetapi, Gatra Nomor 11 Beredar Jumat, 21 Januari 2005]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 29 January 2005 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdotdotdot1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer