spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
INTRIK
spacer
 
Kafi Kurnia
Yin dan Yang

PADA masa pemerintahan Dinasti Han di Cina, sekitar 200 tahun sebelum Masehi, beberapa filsuf Cina berusaha menghasilkan sebuah pemikiran utama. Pemikiran utama yang menyatukan berbagai elemen dan aneka ajaran di Cina ini kemudian dikenal sebagai yin dan yang. Intinya sederhana, dunia selalu dipengaruhi dua hal. Misalnya positif dan negatif, ada dan tiada, aksi dan reaksi.

Walaupun berlawanan, keduanya menciptakan keseimbangan. Keduanya ada berkat interaksi satu sama lain. Namun pemikiran yang kelihatan sederhana ini pemahamannya cukup ruwet. Yang luar biasa, pemikiran utama ini dipakai hingga kini sebagai satu-satunya penjelasan atas semua kejadian.

Pertama kali saya berkenalan dengan pemikiran ini, saat membaca buku I-Ching sekitar 20 tahun lalu. Berdasarkan buku tentang perubahan itu, mulanya saya menerima pemikiran tersebut sebagai bukti yang menjelaskan pertentangan antara kubu positif dan negatif.

Mentor saya, Mpu Peniti, kemudian menjelaskan lebih rinci aplikasinya. Kata beliau, kemiskinan adalah bibit kaya raya. Juga sebaliknya, kekayaan adalah bibit kemiskinan. Secara sederhana, beliau menjelaskan bahwa kebanyakan wirausahawan sukses dulunya melarat --yang akhirnya berjuang sekuat tenaga hingga kaya raya.

Beliau benar. Jarang ada wirausahawan sukses yang berasal dari keluarga kaya raya. Malah lebih banyak pengusaha dari keluarga kaya yang bangkrut dan jatuh miskin. Alasannya, karena berasal dari keluarga kaya, mereka sering kurang berhati-hati dalam berbisnis. Semuanya ingin diterobos, kadang serakah, dan akhirnya malah bangkrut total.

Dalam pemasaran, situasinya juga sama. Selalu ada marketing dan anti-marketing. Sebuah produk yang sukses tak jarang berawal dari suatu kebuntuan dan kegagalan. Menurut Mpu Peniti, produk yang buntu dan gagal memiliki bibit sukses menjadi sebuah produk selanjutnya. Atau sebaliknya.

Alkisah, Leonard Marsh dan Hyman Golden bermitra mendirikan perusahaan jasa pencuci jendela gedung. Keduanya kemudian berpartner dengan Arnold Greenberg, membuat minuman soda dengan rasa apel, bermerek Snapple. Mereka menolak mengemas minuman itu dalam kaleng dan plastik.

Agar kualitas dan cita rasanya terjaga, minuman tersebut harus dikemas secara eksklusif dalam botol. Produk ini dijajakan ke toko-toko khusus yang menjual produk-produk makanan kesehatan dan juga beberapa pompa bensin di sekitar New York. Usaha mereka maju secara tersendat-sendat.

Lima belas tahun kemudian, mereka menciptakan produk varian baru, teh dengan rasa buah. Mereka merasa perlu mendapat energi negatif dari produknya yang semula punya citra positif: sehat dan berkualitas. Hal pertama yang mereka lakukan adalah memberi nama produk yang lebih edan dan eksentrik, seperti "Mango Madness". Lalu mereka memilih Howard Stern untuk mempromosikan produk mereka.

Howard Stern adalah energi total negatif. Di Amerika, Stern terkenal sebagai penyiar radio yang eksentrik dan nyeleneh. Ia sering kena denda karena acaranya dianggap vulgar. Misalnya, mengadakan lomba kentut di acara radionya. Walaupun demikian, Stern punya banyak penggemar.

Perpaduan Snapple dan Howard Stern yang bernuansa yin dan yang membuahkan hasil luar biasa. Penjualan Snapple meroket cepat. Tahun 1994, Snapple dijual ke perusahaan Quaker Oats senilai US$ 1,7 millyar. Harga yang mencengangkan banyak orang saat itu.

Memadukan yin dan yang, untuk mencapai keseimbangan energi, bukan pekerjaan enteng. Perlu kearifan untuk memadukannya. Tapi, kalau pertalian yin dan yang berhasil diciptakan, hasilnya akan luar biasa dahsyat. Maka, bila Anda ingin arif bijaksana, disarankan untuk mempelajari keduanya.

peka@indo.net.id
[Intrik, Gatra Nomor 11 Beredar Jumat, 21 Januari 2005]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
  
spacer
KOMENTAR PEMBACA
spacer
  
  I Ching untuk pemasaran? (rio.menajang@gm..., 30/01/2005 12:33)
I Ching kerap di sorot dari sisi klenik sumber segala ramalan dan keputusan tentang perang, politik sampai percintaan. Karena dia mencoba menjelaskan perubahan, bahwa perubahan ada pola tertentu di dalamnya.
Bahwa ada 'hukum alam' dan bagaimana kita membuat keputusan yang sejalan dengannya, agar kita bisa mendapat manfaat yang sebesar-besarnya dari berbagai kemungkinan arah dan intensitas perubahan, serta juga memahami sudahkan momen perubahan terjadi.
Dari ulasan Bung Kafi, dari sudut I Ching... <1818 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  Keturunan orang kaya tetap kaya dan miskin tetap miskin (oemar00@ho..., 25/01/2005 20:59)
Kalau seandainya turunan orang miskin jadi kaya dan turunan orang kaya jadi miskin, tentunya anak anak tukang becak dan petani miskin sekarang sudah menjadi milyuner dan anak anak orang daerah Menteng sudah menjadi orang orang miskin. Seandainya ini benar tentunya di Indonesia sekarang orang kaya sudah banyak dan orang miskin tinggal sedikit.
 
 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 29 January 2005 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdotdotdot1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer